Aksi Emak-Emak Demo di DPR Viral: Bawa Toa, Lawan Polisi, Ancam Bakar Pagar!

Ket. Momen Emak-Emak Jilbab Pink Tantang Polisi di Depan DPR.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR RI hari ini mendadak viral di media sosial, bukan hanya karena tuntutan yang dibawa, tetapi juga karena sosok emak-emak berjilbab pink yang tampil berani di garis depan hadapi aparat keamanan.

Terekam dalam video yang ramai dibagikan warganet, wanita tersebut tampak berdiri di barisan paling depan, berhadapan langsung dengan barikade polisi dan TNI yang menjaga pagar gedung DPR. Ia tak sendiri. Sejumlah demonstran lain terlihat mengawalnya dan berupaya menenangkan ketika situasi mulai memanas.

Namun, bukannya mundur, emak-emak itu justru tampil garang. Sambil menggenggam toa, ia meneriakkan tuntutan agar pagar DPR dibuka dan massa diizinkan masuk. “Buka woi, kalau gak buka saya bakar ini pintu. Gua sudah bawa bensin 5 liter!” teriaknya lantang, memicu sorakan dan semangat demonstran lain.

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan kemarahan kepada aparat yang berjaga, menyebut mereka sebagai “kacung DPR” dan melontarkan kalimat keras seperti “Polisi bego!”. Aksinya yang blak-blakan ini sontak jadi sorotan, bahkan memecah opini publik antara yang mendukung keberaniannya dan yang menyesalkan penggunaan kata-kata kasar.

Aksi unjuk rasa ini sendiri merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan ketenagakerjaan, termasuk tuntutan kenaikan UMR, penghapusan sistem outsourcing, dan pencabutan tunjangan DPR. Suasana di depan gedung DPR memanas, terlebih setelah demonstran membakar ban serta spanduk, dan melemparkan botol ke arah penjagaan.

Momen emak-emak berjilbab pink ini pun menjadi simbol resistensi rakyat kecil yang tak gentar menyuarakan hak di tengah pengamanan ketat negara. Meski kontroversial, keberaniannya merefleksikan wajah perlawanan dari sudut yang jarang terekspos para ibu yang ikut turun ke jalan demi masa depan anak-anaknya.

Kalau lihat aksi emak-emak, baik di jalanan, pasar, rumah, sampai demo di DPR, rasanya julukan "penguasa bumi" itu bukan lebay, tapi fakta lapangan.

Mereka bukan cuma ibu rumah tangga tapi mereka panglima, negosiator, orator, bahkan benteng terakhir keadilan rakyat!

Jadi, pas lihat emak-emak di demo DPR kemarin yang berani maju paling depan, itu bukan sekadar viral. Itu simbol, kalau emak-emak sudah turun tangan, bersiaplah… dunia bisa berubah!

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN