Potret Miris Pendidikan? Bupati Indramayu Temukan Siswa SMP Tak Mampu Baca Tulis!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, baru-baru ini mengungkapkan kegelisahannya setelah menemukan fakta mengejutkan mengenai kondisi pendidikan di daerah yang ia pimpin.
Dalam sebuah temuan, ia mendapati masih ada murid tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang belum mampu membaca dengan lancar, bahkan tidak menguasai perkalian sederhana.
"Saya kaget banget lihat video ketika Kasatpol PP Indramayu merazia anak-anak yang lagi bolos sekolah,” ujar Lucky Hakim dikutip dari laman Instagram @rumpi_gosip.
"Saya langsung kaget, saya tanya sama beberapa (jajarannya), ternyata memang banyak, banyak anak lulus SD yang tidak bisa baca,” kata Lucky.
Lucky menyebut kondisi ini sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, sekaligus menjadi alarm serius bagi sistem pendidikan nasional.
“Kita tuh membangun kabupaten dengan segala upaya, tapi kalau banyak orang-orang yang sudah umur belasan tahun, pernah sekolah, terus nggak bisa baca, ini gimana?” ucapnya.
Bupati Indramayu itu juga meminta dukungan pemerintah pusat agar fenomena ini bisa ditangani secara menyeluruh.
"Dan masalahnya berat juga. Ketika anak seusia SLTA, hitung-hitungannya tidak lancar. Saya kemarin lihat wawancara Pak Gubernur dengan salah satu anak seusia SLTA, hitungan yang sangat simpel, itu pun nggak bisa,” ujar Lucky.
"Ini ada masalah. Maka dari itu, saya secara personal dan sebagai kepala daerah, menyatakan bahwa saya berharap sekali ada revisi Undang-Undang tentang Pendidikan. Karena landasannya itu,” kata Lucky.
Lucky menilai, Kurikulum Merdeka yang saat ini dijalankan, dibuat berdasarkan Undang-undang Pendidikan. Pasalnya, tidak mungkin kurikulum itu berani menantang Undang-undang Pendidikan.
Rekomendasi juga buat kamu:
“Jadi maksud saya ini masukan, khususnya dari Indramayu, atas nama pribadi dan atas nama pemerintah daerah, saya usulkan ada revisi Undang-undang Pendidikan,” tukas Lucky.
Cermin Masalah Pendidikan Dasar
Kondisi ini, menurut Lucky, adalah cermin dari permasalahan pendidikan dasar yang belum terselesaikan. Anak-anak yang masuk SMP seharusnya telah menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sejak SD.
Jika tidak, maka proses pembelajaran di jenjang lebih tinggi akan terhambat dan berpotensi melahirkan generasi yang tertinggal.
Indramayu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi besar di Jawa Barat dan memiliki tantangan kompleks, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pendidikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat melek huruf di Indramayu memang mengalami peningkatan, namun pemerataan kualitas pendidikan belum sepenuhnya tercapai. Temuan Bupati Lucky menjadi sinyal bahwa masih ada celah serius yang perlu diperbaiki.
Evaluasi Sistem dan Peran Guru
Menanggapi hal itu, Lucky menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di daerahnya, termasuk metode pembelajaran di sekolah dasar.
a juga menyoroti peran guru yang dinilai sangat krusial dalam mendeteksi kesulitan belajar sejak dini.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Potret Miris Pendidikan? Bupati Indramayu Temukan Siswa SMP Tak Mampu Baca Tulis! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!