Trump: Putin akan Terima Konsekuensi Berat jika Tak Hentikan Perang di Ukraina

Doc: istimewa

WASHINGTON- Jika tidak bersediamengakhiri perang di Ukraina,Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (14/8) telah menyampaikan pesan bernada ancaman kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan sebutan “konsekuensi yang sangat berat”.

Ketika ditanya apakah Rusia akan menghadapi dampak jika Putin tidak sepakat untuk mengakhiri konflik, Trump menjawab, “Ya, mereka akan menghadapinya.”

“Mereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius,” ujarnya saat memberikan keterangan di Kennedy Center, Washington, D.C.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin di Eropa. Trump menyebut pertemuan tersebut “sangat baik.”

“Saya akan menilainya 10, Anda tahu, sangat, sangat bersahabat,” katanya.

Komentar itu muncul saat Trump bersiap untuk bertemu langsung dengan Putin untuk pertama kali di masa jabatan keduanya. Trump mengatakan, pertemuan tatap muka yang dijadwalkan berlangsung di Anchorage, kota terpadat di Alaska, kemungkinan akan menghasilkan pembentukan pertemuan puncak trilateral antara dirinya, Putin, dan Zelenskyy.

“Ada peluang sangat besar bahwa kita akan mengadakan pertemuan kedua yang akan lebih produktif dari yang pertama, karena pertemuan pertama ini akan saya gunakan untuk mengetahui posisi kita dan apa yang sedang kita lakukan,” ujarnya.

“Jika pertemuan pertama berjalan baik, kita akan segera mengadakan pertemuan kedua. Saya ingin melakukannya segera, dan mengadakan pertemuan antara Presiden Putin, Presiden Zelenskyy, dan saya sendiri, jika mereka bersedia,” kata Trump menambahkan.

Lebih lanjut Trump mengatakan, meski “hal-hal hebat tertentu” dapat dicapai dalam pertemuan di hari Jumat, agenda utama pertemuan tersebut adalah “menyiapkan panggung” untuk pertemuan trilateral lanjutan. Namun, ia mengakui bahwa hal itu belum tentu terwujud.

“Mungkin tidak akan ada pertemuan kedua, karena jika saya merasa tidak tepat untuk mengadakannya akibat tidak mendapat jawaban yang kami perlukan, maka kami tidak akan mengadakan pertemuan kedua,” tegasnya.

Menurutnya, tujuan utama dalam pertemuan puncak pada Jumat (15/8) dengan Presiden Russia Vladimir Putin adalah untuk mencapai gencatan senjata.

Trump mengatakan hal tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin penting Eropa, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber.

Selain gencatan senjata, kata Trump, pertemuan puncak di Alaska tersebut juga bertujuan untuk “lebih memahami” prospek kesepakatan damai yang utuh.

Tidak Dapat Dipercaya

Laporan itu mengatakan, Zelenskyy memperingatkan Trump selama pertemuan virtual bahwa "Putin tidak dapat dipercaya," mendesak tekanan lebih lanjut terhadap Moskow dan menolak pengakuan hukum atas wilayah yang diduduki Russia.

Trump dilaporkan mengatakan kepada para pemimpin bahwa dia tidak dapat memutuskan masalah teritorial, mengutip sumber anonim yang mengetahui pertemuan tersebut.

Tetapi Trump menyarankan pertukaran lahan mungkin menjadi bagian dari kesepakatan damai, dengan mengatakan bahwa diskusi semacam itu harus dilakukan antara Putin dan Zelenskyy.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN