Jadi Pewaris Hermes, Nicolas Puech Berikan Warisan Miliaran Dollar ke Tukang Kebun!

Doc: AMR

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Nicolas Puech mungkin tidak sepopuler merek Hermès yang mendunia, tetapi ia adalah salah satu tokoh kunci di balik sejarah panjang rumah mode mewah asal Prancis tersebut. 

Lahir pada 1943, Puech merupakan keturunan langsung pendiri Hermès, Thierry Hermès. Ia mewarisi bukan hanya saham bernilai fantastis, tetapi juga tradisi keluarga yang dibangun sejak abad ke-19.

Selama bertahun-tahun, Puech dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup. Meski pernah duduk di jajaran dewan Hermès, ia lebih memilih menjauh dari sorotan media setelah mengundurkan diri dari posisi tersebut pada 2014. 

Namun, langkahnya untuk tetap mempertahankan sebagian besar saham pribadi menjadikannya salah satu pemegang saham individu terbesar di perusahaan itu. Nilainya mencapai miliaran dolar cukup untuk menempatkan namanya di daftar orang terkaya di Eropa.

Keputusan Warisan yang Mengejutkan

Publik sempat mengira Nicolas Puech akan mengikuti pola umum keluarga besar, mengalirkan warisan kepada kerabat atau yayasan keluarga. Namun, akhir 2023, kabar mencengangkan muncul. Puech dilaporkan ingin mengubah total rencana warisannya. 

Bukannya menyerahkan kekayaan pada lembaga filantropi atau garis keturunan keluarga, ia justru berniat memberikan sebagian besar harta termasuk saham Hermès kepada mantan tukang kebunnya. Rencana ini bukan sekadar pemberian hadiah, melainkan lewat jalur hukum yang tidak biasa. 

Dengan cara itu, sang mantan tukang kebun akan secara resmi diakui sebagai ahli waris sah layaknya anak kandung. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat adopsi dewasa di negara seperti Swiss diatur ketat dan jarang dilakukan.

Sosok Penerima Warisan

Orang yang dimaksud adalah seorang pria yang pernah bekerja untuk Puech selama bertahun-tahun. Ia disebut berasal dari Maroko, telah menikah, dan memiliki anak. Hubungan kerja mereka rupanya berkembang menjadi kedekatan personal yang kuat. 

Bahkan sebelum wacana warisan ini mencuat, Puech sudah pernah menghadiahkan properti mewah kepada mantan pegawainya tersebut, termasuk rumah di Swiss dan Maroko.

Konflik dan Tantangan Hukum

Rencana ini tak berjalan mulus. Sebelumnya, Puech pernah menandatangani kesepakatan untuk mewariskan hartanya kepada sebuah yayasan yang ia dirikan. Keputusan membatalkan kesepakatan itu memicu potensi sengketa hukum. 

Yayasan merasa dibelakangi, sementara publik bertanya-tanya apakah langkah ini benar-benar dapat direalisasikan mengingat ketatnya aturan warisan dan adopsi di Swiss.

Selain itu, langkah ini juga memunculkan perdebatan etis. Sebagian orang menilai tindakan Puech adalah bentuk kebebasan pribadi yang sah hak setiap orang untuk menentukan penerima warisannya. 

Namun, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk pembelotan dari tradisi keluarga dan warisan budaya Hermès yang telah terjaga lintas generasi.

Lebih dari Sekadar Uang

Terlepas dari kontroversi, kisah Nicolas Puech mengungkap satu hal penting, hubungan manusia bisa melampaui garis darah. Pilihannya mengisyaratkan bahwa rasa percaya, kesetiaan, dan ikatan emosional kadang lebih berharga daripada aturan tak tertulis dalam keluarga. 

Bagi Puech, mungkin kekayaan Hermès bukan hanya simbol status, tetapi sarana untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang yang pernah setia berada di sisinya.

Ke depan, dunia akan menunggu apakah keputusan ini berhasil diwujudkan atau terhalang hukum. Yang jelas, Nicolas Puech telah mengubah cara pandang banyak orang tentang arti warisan bahwa harta tak selalu harus kembali ke keluarga, kadang ia berpindah tangan demi sebuah cerita yang lebih personal.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN