Tanpa Kesepakatan Dagang, Trump Ogah Ketemu XI Jinping

Doc: istimewa

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berharap bisa bertemu dengan mitranya Presiden Tiongkok, Xi Jinping sebelum akhir tahun ini, namun dengan syarat sudah mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. “Kami hampir mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok,” kata Trump, Selasa (5/8).

Trump menegaskan bahwa ia hanya ingin bertemu dengan mitranya dari Tiongkok sebagai bagian dari upaya menyelesaikan negosiasi perdagangan.

“Dia meminta pertemuan, dan kemungkinan besar saya akan mengadakan pertemuan sebelum akhir tahun, jika kita mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, saya tidak akan mengadakan pertemuan,” kata Trump kepada CNBC dalam sebuah wawancara.

“Ini penerbangan 19 jam, penerbangan yang panjang, tapi suatu saat nanti di masa depan yang tidak terlalu jauh, saya akan melakukannya,” tambah Trump.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan pekan lalu bahwa ia yakin AS memiliki bahan-bahan untuk mencapai kesepakatan dengan Tiongkok setelah para pejabat dari kedua negara bertemu di Stockholm dalam upaya untuk menyelesaikan perselisihan ekonomi, terutama untuk memperpanjang gencatan senjata perang dagang mereka selama tiga bulan.

Tiongkok menghadapi tenggat waktu 12 Agustus untuk mencapai kesepakatan tarif berkelanjutan dengan pemerintah AS, setelah Beijing dan Washington mencapai kesepakatan awal pada bulan Mei dan Juni untuk mengakhiri tarif saling balas yang meningkat dan penghentian mineral tanah jarang.

Tanpa kesepakatan, rantai pasokan global dapat menghadapi gejolak baru akibat bea masuk AS yang kembali ke tingkat tiga digit yang setara dengan embargo perdagangan bilateral.

Berbicara kepada CNBC, Trump juga mengatakan pemerintahannya akan segera mengenakan tarif pada impor farmasi, semikonduktor, dan chip AS, yang diperkirakan akan berdampak pada Tiongkok.

Perpanjang Gencatan Tarif

Trump juga mengatakan dia “semakin dekat mencapai kesepakatan” dengan Tiongkok untuk memperpanjang gencatan senjata perdaganganyang menyaksikan kedua negara sepakat untuk mengurangi kenaikan tarif yang saling berbalas dan meringankan pembatasan ekspor pada magnet tanah jarang dan teknologi tertentu.

“Itu bukan keharusan, tapi saya rasa kita akan mencapai kesepakatan yang baik," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa AS berhubungan baik dengan Tiongkok. Kita semakin dekat dengan kesepakatan. Hubungan kita dengan Tiongkok sangat baik,” kata Trump.

Gencatan tarif awal itu meredakan kekhawatiran akan perang tarif yang mengancam akan melumpuhkan perdagangan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia dan juga memberi kedua negara lebih banyak waktu untuk membahas masalah lain yang belum terselesaikan seperti bea masuk yang terkait dengan perdagangan fentanil.

Minggu lalu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng bertemu dalam putaran ketiga perundingan perdagangan antara AS dan Beijing di Stockholm.

Meskipun pejabat Tiongkok dan surat kabar resmi Partai Komunis telah mengisyaratkan kepuasan terhadap perundingan Stockholm, pakta tersebut tetap rapuh.

Bessent mengatakan bahwa kesepakatan apa pun untuk memperpanjang pengaturan tersebut akan bergantung pada Trump.

Komentar (0)

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN