Hayolo! Lagunya Kerap Dipakai Sound Horeg, Band Tipe-X Sindir Pembayaran Royalti
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Band ska legendaris Indonesia, Tipe-X, tengah menjadi perbincangan di kalangan penikmat musik dan netizen setelah melontarkan pernyataan soal lagu mereka yang berjudul Selamat Jalan sering dipakai sebagai di karnval sound horeg tanpa izin.
Dilansir dari laman Instagram @pandemictalks, fenomena sound horeg atau iring?iringan mobil bertumpuk speaker dengan bass sangat keras, kini semakin viral di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur.
Lagu Selamat Jalan dari Tipe?X (rilis 2001 dalam album Mereka Tak Pernah Mengerti) sering diputar saat check sound oleh operator seperti Thomas Alva Edi Sound.
Band ini lalu merespons secara jenaka lewat unggahan Instagram, dengan memperagakan kru sound system dan menulis: “Minggir!! Yang punya lagu mau lewat… Perlu kita mintain nggak nih royaltinya?”
Respons Tipe?X mendapat perhatian karena meski tampak bercanda, menyentil soal tanggung jawab hak cipta.
Selama ini sound horeg sering mempertontonkan musik mereka tanpa izin atau pembayaran royalti. Fenomena itu juga memicu pro dan kontra, sebagian warga mengeluhkan kebisingan jalan malam, sementara sebagian lainnya menilai ini sebagai bentuk hiburan rakyat dan budaya anak muda desa.
Kisruh royalti
Persoalan royalti memang menjadi dilema yang kerap dialami musisi Indonesia di era digital. Di satu sisi, para kreator remix mengklaim bahwa karya mereka adalah bentuk apresiasi dan promosi gratis bagi lagu asli.
Namun di sisi lain, banyak musisi yang merasa dirugikan karena penggunaan tersebut tidak memberikan dampak finansial yang adil, bahkan kerap menghilangkan identitas asli lagunya.
Beberapa nilai positif dari pemberlakuan sistem royalti adalah menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi musisi, terutama di era digital di mana penjualan fisik menurun drastis.
Rekomendasi juga buat kamu:
Dengan membayar royalti, pengguna lagu turut memastikan keberlangsungan hidup para pencipta lagu dan perkembangan industri musik.
Selain itu, pengguna lagu yang patuh terhadap kewajiban royalti cenderung mendapat citra positif di mata publik dan komunitas kreatif. Ini penting bagi brand image, terutama bagi perusahaan besar atau event berskala nasional.
Namun ada pula beberapa hal yang dianggap memberatkan, seperti bagi pelaku usaha kecil atau kreator independen, biaya royalti kerap dianggap memberatkan.
Tarif yang ditentukan oleh lembaga kolektif kadang dirasa kurang fleksibel, terutama untuk usaha mikro yang skalanya masih terbatas.
Selain itu masih banyak masyarakat yang tidak memahami aturan royalti secara jelas. Akibatnya, kewajiban membayar royalti sering dianggap sebagai beban sepihak, tanpa memahami pentingnya menghargai hak cipta.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Hayolo! Lagunya Kerap Dipakai Sound Horeg, Band Tipe-X Sindir Pembayaran Royalti .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!