Waspadalah! Gempa Susulan Semenanjung Kamchatka akan Terus Terjadi 1 Bulan ke Depan
Kamis, 31 Jul 2025, 09:38 WIBJAKARTA-Â Setelah gempa besar bermagnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka pada Rabu (30/7) pagi, gempa susulan diperkirakan terus terjadi selama sebulan, demikian pernyataan yang dirilis Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.
âGempa susulan dapat terus berlanjut ke depannya karena gempa kali ini sangat kuat. Saya pikir hal ini bisa berlangsung sebulan ke depan,â kata Kepala Institut Teori Prediksi Gempa dan Geofisika Matematika di Akademi Ilmu Pengetahuan Russia, Petr Shebalin, Rabu.
âGempa susulan juga bisa dirasakan hingga setahun ke depan,â katanya.
Gempa bermagnitudo 8,7 yang mengguncang pesisir Semenanjung Kamchatka tersebut merupakan yang terbesar di kawasan tersebut sejak tahun 1952.
Otoritas wilayah Sakhalin di dekat Kamchatka telah menyatakan keadaan darurat di Distrik Severo-Kurilsky menyusul terjadinya gempa yang mengakibatkan tsunami di wilayah tersebut.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (AS), Eureka melaporkan gelombang tsunami yang ditimbulkan gempa besar tersebut sampai ke California di pesisir barat AS. Warga setempat juga telah diminta untuk menjauh dari wilayah pantai.
Perambatan Gelombang
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan propagasi atau perambatan gelombang tsunami di Samudera Pasifik- wilayah perairan Indonesia masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap menjauhi pantai sampai peringatan dini tsunami resmi dicabut.
Peringatan dini tsunami di wilayah Indonesia diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pascagempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Russia, Rabu pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers terkait evaluasi potensi tsunami di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pemantauan di beberapa lokasi menunjukkan kenaikan tinggi muka air laut sekitar 40â50 centimeter di kawasan Indonesia timur.
âPatokan yang harus menjadi panduan bagi teman-teman di daerah adalah bahwa propagasi tsunami masih terjadi hingga saat ini. Jadi masyarakat tetap harus menjauhi daerah pantai untuk sementara waktu,â katanya.
Ia menyebut data pengamatan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di Manokwari Papua Barat dari 1,5 meter menjadi lebih dari 2 meter, serta di Sorong Papua dari 1,6 meter menjadi di atas 2 meter.
âIni adalah indikasi front wave yang masih bergerak,â ujarnya.
BNPB mengingatkan bahwa kondisi gelombang yang terlihat tenang tidak berarti situasi sudah aman.
âAll clear hanya ketika BMKG sudah menghentikan peringatan dini tsunami. Sebelum ada pengumuman itu, masyarakat jangan kembali ke pantai,â katanya.
Tumpukan Lempeng
Sementara itu, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Amien Widodo, mengatakan, gempa tektonik yang berdampak tsunami terjadi akibat tumpukan lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia.
âYang terjadi di Kamchatka adalah Gempa Megathrust karenaterjadi tumbukan lempeng Pasifik dan Eurasia. Lempeng Pasifik menyusut lalu bergerak ke barat sedangkan yang Eurasia bergerak ke Timur. Kecepatan pergerakan lempengnya berkisar 11-17 centimeter per tahun,â katanya.
Kawasan Kamchatka dan sekitarnya jelasnya memang rawan gempa sama seperti Jepang. Tsunami di Russia lebih tinggi sampai 4 meter, sedangkan yang di Hawaii dan Jepang lebih rendah karena kekuatannya melemah.
Gelombang yang sampai Indonesia tadi sore sudah semakin lemah. Potensi gempa susulan tetap ada tapi biasanya semakin kecil kekuatannya. Tapi pesisir yang lebih dekat seperti Russia, Jepang dan Hawaii tetap patut waspada. âSelama kekuatan gempa dengan magnitudo di atas 6,3 selalu berpotensi tsunami,â ujarnya.
- potensi tsunami
- jauhi pantai
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
Berita Terkait:
-
Daftar Lengkap Titik Rawan Begal di Jakarta 2026, Kenali Modus dan Cara Menghindarinya
-
Jungkook BTS Putus Cinta? Unggahan Puitis di Instagram Bikin ARMY Heboh, Alasannya Bikin Ngakak!
-
Penggemar Khawatir! Sophie Rain Dapat Jam Tangan Rp98 Miliar dari Kanye West, Disebut Terikat Kesepakatan Rp16 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.