Rahasia Ritual Kecantikan Malam Satu Suro, Mandi Kembang Untuk Usir Aura Negatif

Kamis, 04 Jun 2026, 17:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Malam Satu Suro memiliki makna khusus dalam tradisi masyarakat Jawa. Selain dikenal sebagai momen refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, malam yang menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa ini juga sering dikaitkan dengan berbagai ritual perawatan diri.

Menariknya, ritual kecantikan yang dilakukan pada malam Satu Suro tidak semata-mata berfokus pada penampilan fisik, melainkan lebih menekankan pada pembersihan energi negatif dan pembentukan kecantikan dari dalam atau inner beauty.

Ket. Foto: Foto ilustrasi mandi kembang untuk hilangkan aura negatif pada tubuh — Sumber: Her World

Dalam kepercayaan tradisional Jawa, kecantikan sejati lahir dari keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Oleh karena itu, berbagai praktik yang dilakukan pada malam Satu Suro bertujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin.

Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berdoa, bermeditasi, serta melakukan ritual sederhana yang dipercaya dapat membantu memancarkan aura positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ritual Kembang Setaman

Salah satu ritual yang paling dikenal adalahsiraman kembang setaman. Tradisi ini dilakukan dengan mandi menggunakan air yang telah dicampur kelopak bunga dari tujuh jenis bunga harum.

Bunga-bunga yang digunakan biasanya terdiri dari mawar, melati, kenanga, kantil, dan beberapa bunga wangi lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Air siraman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media pembersihan fisik, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam.

Dalam tradisi Jawa, air melambangkan kesucian dan kehidupan, sedangkan bunga-bunga harum dipercaya membawa energi positif serta ketenangan batin. 

Sebelum digunakan, air sering kali didoakan terlebih dahulu sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan.

Dipercaya Mampu Bersihkan Aura Negatif

Ritual siraman kembang setaman dipercaya dapat membantu membersihkan aura negatif yang menempel akibat tekanan hidup, konflik, maupun pikiran yang membebani.

Selain itu, proses mandi dengan air bunga juga dianggap mampu menyucikan panca indera sehingga seseorang dapat menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih.

Dari sisi psikologis, mandi dengan air bunga memang dapat memberikan efek relaksasi. Aroma alami dari bunga-bunga harum membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Tak heran jika banyak orang merasa lebih segar dan nyaman setelah melakukan ritual ini.

Meski berkembang dari tradisi leluhur, praktik tersebut pada dasarnya dapat dimaknai sebagai bentuk perawatan diri yang holistik. Fokusnya bukan sekadar mempercantik penampilan luar, melainkan juga membangun ketenangan hati, rasa syukur, dan energi positif.

Dengan kondisi batin yang lebih damai, seseorang akan memancarkan pesona alami yang sering disebut sebagai aura atau kecantikan dari dalam.

Karena itulah, hingga kini siraman kembang setaman tetap menjadi salah satu ritual yang identik dengan malam Satu Suro.

Tradisi ini mengajarkan bahwa kecantikan sejati tidak hanya berasal dari perawatan fisik, tetapi juga dari hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta hubungan yang harmonis dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.*

  • Ritual Kecantikan Malam Satu Suro

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.