Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana dalam Kematian Diplomat ADP, Misteri HP Hilang Belum Terpecahkan
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kepolisian menyimpulkan tidak ditemukan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39), yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
“Indikator kematian ADP ini mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal dunia tanpa keterlibatan pihak lain,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia dua hingga delapan jam sebelum dilakukan visum luar yang berlangsung pada 8 Juli 2025 pukul 13.55 WIB.
“Saya ulangi, waktu kematian diperkirakan dua hingga delapan jam sebelum pemeriksaan luar,” kata dokter forensik dari RSCM, Yoga Tohijiwa, dalam kesempatan yang sama.
Misteri Hilangnya Ponsel Korban
Meski penyelidikan mengarah pada kematian tanpa unsur kekerasan, kasus ini masih menyisakan sejumlah teka-teki, salah satunya keberadaan salah satu telepon seluler milik korban yang hingga kini belum ditemukan.
Polisi mencatat bahwa HP milik ADP terakhir aktif di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Setelah itu, perangkat tersebut dinonaktifkan, menyulitkan proses pelacakan oleh penyidik.
“HP terakhir aktif di Grand Indonesia dan setelah itu mati. Itu menjadi kendala kami dalam pelacakan,” jelas Kombes Wira.
Korban diketahui memiliki lebih dari satu perangkat ponsel. Satu unit ditemukan di lokasi kejadian dan telah diamankan polisi. Namun, ponsel tersebut disebut tidak aktif digunakan saat kejadian.
Perjalanan Terakhir dan Jejak Digital
Rekomendasi juga buat kamu:
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa setelah meninggalkan mal, korban sempat memesan taksi dan berniat menuju suatu lokasi. Namun, sekitar 5 menit dalam perjalanan, ia meminta sopir untuk mengubah arah dan kembali menuju kantor Kemlu.
“Korban keluar dari Grand Indonesia, naik taksi. Sekitar 200–300 meter perjalanan, korban meminta untuk kembali arah ke Kemlu,” tambah Wira. Dugaan sebelumnya bahwa ADP hendak menuju bandara telah ditepis oleh pihak kepolisian.
Meskipun satu perangkat ponsel belum ditemukan, penyidik telah berhasil mendapatkan rekam jejak digital berupa percakapan pesan instan dan email dari perangkat elektronik korban yang lain, termasuk laptop.
“Bukti digital tetap bisa kami akses karena ada email dan WhatsApp yang tersinkronisasi dengan perangkat lain milik korban,” kata AKBP Reonald Simanjuntak dari Subbid Penmas Polda Metro Jaya.
Isi percakapan korban telah disesuaikan dan dibandingkan dengan percakapan para saksi, termasuk istri, atasan, dan rekan kerja korban yang sempat bersama ADP saat berada di mal.
Barang Bukti dan Temuan Sensitif
Polisi menyita total 103 barang bukti yang dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar yakni dari kantor korban, dari kamar kos, serta dari keluarga dan saksi-saksi lain.
Dalam konferensi pers, beberapa barang bukti diperlihatkan, di antaranya lakban kuning, laptop, buku karya korban berjudul Diplomat Pertama: Sebuah Pencapaian Cita-Cita, alat kontrasepsi, pelumas, serta satu unit DVR dan perlengkapan pribadi lainnya.
Terkait alat kontrasepsi, Kombes Wira menjelaskan bahwa barang tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda di kamar kos korban dan di dalam tas yang ditinggalkan di lantai 12 gedung Kemlu.
“Alat kontrasepsi itu ditemukan di dua tempat, yaitu di kamar dan tas gendong korban. Untuk kegunaannya, kami belum dapat menyimpulkan,” katanya.
Selain mengamankan bukti fisik dan digital, pihak kepolisian juga telah memeriksa sopir taksi yang terakhir mengantar ADP. Sopir tersebut mengonfirmasi perubahan arah yang diminta korban dan telah memberikan keterangan lengkap kepada penyidik.
Kasus kematian ADP hingga kini masih ditangani intensif oleh kepolisian, meskipun hasil awal menunjukkan tak ada unsur pidana dari pihak lain.
Polisi tetap melanjutkan pencarian ponsel yang hilang dan mendalami seluruh jejak digital untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana dalam Kematian Diplomat ADP, Misteri HP Hilang Belum Terpecahkan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!