Kocak tapi Bikin Emosi! Penumpang Pesawat Gagal Terbang Gara Gara Sopir Bawa Kabur Kunci Bus Bandara

Ket. Pesawat China Eastern Airlines

Doc: Instagram.com/china_eastern_airlines

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Lebih dari 100 penumpang China Eastern Airlines mengalami insiden tak terduga di Bandara Internasional Caojiabao, Xining, Provinsi Qinghai, pada 11 Juli 2025. Mereka gagal melanjutkan penerbangan ke Xi’an setelah terjebak di dalam bus antar-jemput bandara dalam kondisi pengap dan tanpa pendingin udara (AC).

Menurut laporan VN Express, insiden terjadi ketika seluruh calon penumpang telah naik ke dalam bus yang disiapkan untuk mengantar mereka ke pesawat yang terparkir cukup jauh dari gedung terminal.

Namun alih-alih segera mengantar penumpang, sopir bus menutup pintu otomatis lalu turun dari kemudi dan mencabut kunci kendaraan. Akibatnya, para penumpang terkurung di dalam bus tanpa ventilasi dan tidak bisa membuka pintu darurat.

Situasi Semakin Mencekam: Penumpang Panik dan Pecahkan Jendela

Dengan AC mati dan bus tertutup rapat, suhu di dalam kendaraan naik drastis. Beberapa penumpang mulai mengeluh sesak napas, pusing, dan mengalami gejala panik.

Dalam upaya darurat, beberapa orang memecahkan jendela bus menggunakan palu keselamatan yang tersedia untuk mendapatkan udara segar. Setelah jendela pecah, barulah sopir kembali ke bus dan menyalakan AC.

Tim medis bandara segera dipanggil ke lokasi. Sejumlah penumpang yang mengalami gangguan pernapasan mendapatkan penanganan. Seorang penumpang wanita bahkan harus dilarikan ke unit gawat darurat meski akhirnya dilaporkan dalam kondisi stabil. Ia dijadwalkan ulang untuk penerbangan keesokan harinya menuju Xi’an.

Insiden ini menyebabkan penerbangan tertunda lebih dari 30 menit dan memicu kekhawatiran atas standar keselamatan di bandara. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak maskapai atau pengelola bandara mengenai alasan sopir meninggalkan bus dalam kondisi terkunci.

Tidak diketahui apakah tindakan tersebut merupakan kelalaian, gangguan teknis, atau bentuk pelanggaran prosedur operasional.

Pihak Bandara Caojiabao menyampaikan bahwa penyelidikan internal tengah berlangsung untuk mengungkap kejadian sebenarnya. Mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan penumpang di lapangan serta meninjau ulang sistem keamanan pada layanan antar-jemput bandara.

Sorotan terhadap Standar Operasi Bandara dan Maskapai

Insiden ini menjadi sorotan publik dan media lokal di Tiongkok, memunculkan pertanyaan tentang standar keselamatan bandara regional, pelatihan staf, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

China Eastern Airlines, sebagai salah satu maskapai utama di negara tersebut, turut diminta bertanggung jawab atas pengalaman buruk yang dialami penumpang mereka.

Dalam industri penerbangan modern, keselamatan dan kenyamanan penumpang selama proses boarding menjadi bagian penting dari pelayanan. Kejadian seperti ini menunjukkan bahwa gangguan kecil pada operasional bandara dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan jadwal penerbangan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN