Benarkah Uang Kerja Rodi Daendels Dikorupsi Bupati Hingga Tak Sampai ke Rakyat? Nilainya fantastis!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Buku-buku sejarah di sekolah mempelajari dan menjelaskan tentang kerja rodi yang dilakukan oleh pribumi pada saat pembangunan jalan Anyer-Panarukan sejauh 1.000 Km.
Disebutkan jika pekerja yang saat itu dilakukan oleh warga lokasl dilakukan tanpa menerima upah bahkan tak diberikan makan hingga menimbulkan kelaparan dan kematian.
Namun siapa sangka jika kisah tragis tersebut, perlahan kini kebenarannya mulai terungkap. Konon apa yang sebenarnya terjadi tidak sesuai kenyataan. Seperti apa? Simak ulasan berikut.
Kerja rodi Anyer-Panarukan
Dalam laman Wikipedia, kerja rodi adalah salah satu bentuk eksploitasi tenaga kerja paksa yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Sistem ini berlangsung selama periode penjajahan, terutama pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811) dan era tanam paksa (cultuurstelsel) pada abad ke-19.
Jalan Anyer-Panarukan, yang juga dikenal sebagai De Grote Postweg (Jalan Raya Pos), adalah salah satu proyek infrastruktur paling monumental di masa penjajahan Belanda.
Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811), jalan ini membentang sejauh sekitar 1.000 kilometer dari Anyer di ujung barat Pulau Jawa hingga Panarukan di ujung timur. Proyek ini dilakukan dengan kerja rodi, yang melibatkan rakyat Indonesia sebagai tenaga kerja.
Pembangunan ini merupakan satu proyek terkenal yang membentang dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur ini diinisiasi oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels untuk memperkuat kendali militer dan mempercepat komunikasi antarwilayah di Pulau Jawa.
Catatan keuangan pembayaran ditemukan
Namun kini diketahui jika Daendels diduga kuat telah membayar para pekerja dalam kesehariannya. Tak main-main, uang tersebut sebesar 30 ribu Ringgit atau setara dengan Rp105 juta pada tahun 1808.
Rekomendasi juga buat kamu:
Namun uang tersebut disebutkan tidak pernah sampai ke tangan para pekerja. Data memperlihatkan pembukuan keuangan milik Daendels tertata rapih dan terdapat rincian keuangan yang diberikannya pada Bupati setempat untuk kemudian diminta disalurkan pada pekerja.
Namun tidak ditemukan data yang diberikan oleh Bupati setempat pada para pekerha. Hal ini pun menuai kecurigaan.
"Daendels itu udah ngasih dana 30 ribu Ringgit buat mandor, pekerja, alat, konsumsi, kalau sekarang sih 30 ribu Ringgit itu sekitar Rp105 juta tapi inget ini tahunnya tahun 1808, zaman dulu duit segede gitu gede banget," ujar kreator di akun Instagram @papasyahnas.
"Nah dana 30 ribu Ringgit ini dikasih ke Bupati buat diurus, Bupatinya orang Indonesia tapi gak tahu siapa," sambungnya.
"Bukti kwitansi penyerahan dana dari Daendels ke Bupati ada, tapi bukti penyerahan dari Bupati ke pekerja nih yang gak ada, padahal catatan keuangan Daendels tentang pengeluaran ini lumayan lengkap."
Namun hingga kini belum diketahui kemana perginya uang dalam jumlah tersebut dan siapa Bupati pemerintahan setempat yang dimaksud.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Benarkah Uang Kerja Rodi Daendels Dikorupsi Bupati Hingga Tak Sampai ke Rakyat? Nilainya fantastis! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!