Mengenal Lebih Dekat Ayah 'Sleeping Prince' Pangeran Al Waleed, Tokoh Kerajaan dan Pebisnis Berpengaruh di Saudi
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar duka datang dari Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, yang dijuluki sebagai "Sleeping Prince", meninggal dunia pada usia 36 tahun setelah menjalani koma selama dua dekade. Koma panjang ini bermula dari kecelakaan yang dialaminya saat menempuh pendidikan militer di London, Inggris, pada tahun 2005.
Informasi wafatnya Pangeran Al-Waleed disampaikan langsung oleh ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter). Dalam unggahannya, Pangeran Khaled menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian putra tercintanya.
“Dengan penuh keimanan terhadap takdir dan ketetapan Allah, serta dengan rasa duka yang dalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Allah merahmatinya, yang telah berpulang hari ini,” tulisnya, dikutip Minggu (20/7).
Selama 20 tahun, Pangeran Khaled dikenal sebagai sosok ayah yang tak pernah menyerah. Ia telah melakukan segala upaya demi kesembuhan sang putra.
Meskipun Pangeran Al-Waleed hanya bertahan hidup melalui alat bantu kehidupan, sang ayah bersikukuh menolaknya untuk dicabut hingga akhirnya sang putra dinyatakan meninggal dunia secara resmi.
Pangeran Al-Waleed merupakan bagian dari keluarga kerajaan Saudi. Ia adalah cucu dari Raja Abdulaziz, pendiri Kerajaan Arab Saudi. Ia lahir di California, Amerika Serikat, dan berasal dari garis keturunan bangsawan yang berpengaruh di Saudi.
Ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, tak hanya berasal dari keluarga kerajaan, tetapi juga merupakan tokoh penting di dunia bisnis. Ia adalah pendiri dan CEO dari KBW Ventures, sebuah perusahaan yang terlibat aktif di berbagai sektor industri.
Di bidang properti, Pangeran Khaled menjabat sebagai Wakil Ketua Eksekutif sekaligus co-founder Arada, perusahaan pengembang real estate terkemuka yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Di sisi lain, kakek Pangeran Al-Waleed, yakni Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud, dikenal luas sebagai salah satu investor paling berpengaruh dari Arab Saudi.
Melalui Kingdom Holding Company yang merupakan perusahaan terbuka di bursa saham Arab Saudi—ia memiliki saham di berbagai perusahaan ternama dunia, termasuk jaringan hotel mewah Four Seasons.
Rekomendasi juga buat kamu:
Alwaleed juga tercatat sebagai investor besar dalam platform media sosial X (sebelumnya Twitter) dan perusahaan teknologi milik Elon Musk, yaitu xAI.
Di luar Kingdom Holding, kekayaannya mencakup berbagai sektor, termasuk kepemilikan properti di Arab Saudi, perusahaan hiburan berbahasa Arab Rotana, serta saham sebesar 1,5% di perusahaan media sosial Snap Inc.
Menurut laporan Forbes, pada tahun 2025 kekayaan Alwaleed bin Talal mencapai sekitar US$ 16,4 miliar, atau setara dengan Rp 266,68 triliun (kurs Rp 16.261).
Setelah sempat dicoret dari daftar Forbes pada tahun 2018, pada 2025 Alwaleed dan beberapa miliarder asal Saudi lainnya kembali dimasukkan dalam daftar tahunan Forbes Billionaires List.
Kepergian Pangeran Al-Waleed bin Khaled menutup kisah panjang perjuangan dan harapan keluarga kerajaan yang selama 20 tahun menggantungkan asa pada kesembuhannya. Kini, “Sleeping Prince” telah berpulang untuk selamanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Mengenal Lebih Dekat Ayah 'Sleeping Prince' Pangeran Al Waleed, Tokoh Kerajaan dan Pebisnis Berpengaruh di Saudi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!