Sempat Kirim Foto Baju, Ini Percakapan Terakhir Arya Daru Pangayunan Sebelum Ditemukan Meninggal

Ket. Ilustrasi kematian Arya Daru Pangayunan

Doc: X.com/ybaindonesia

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, yang dilaporkan meninggal dunia secara mendadak belum lama ini.

Kabar kepergiannya tak hanya mengejutkan keluarga, tetapi juga kolega serta rekan-rekan sejawat yang mengenal Arya sebagai sosok rendah hati dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Komunikasi terakhir antara Arya dan sang istri terjadi pada Rabu malam, 9 Juli 2025, pukul 21.00 WIB, saat Arya memberi kabar bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang dari Grand Indonesia, Jakarta, usai membeli pakaian untuk persiapan tugas diplomatik ke Finlandia. Suasana hati Arya saat itu tampak antusias, seperti diceritakan oleh pihak keluarga.

Menurut keterangan Meta Bagus, kakak ipar almarhum, Arya bahkan sempat mengirimkan foto-foto beberapa pilihan baju dan meminta pendapat istrinya melalui aplikasi chat.

“Komunikasi terakhirnya pukul 9 malam, bilang mau pulang dari GI. Setelah itu, nggak bisa dihubungi lagi,” ujar Meta.

Kekhawatiran mulai muncul ketika sang istri tidak menerima video call rutin seperti biasanya. Keluarga menyebut bahwa Arya dan istrinya memiliki kebiasaan berkomunikasi dua kali sehari, yakni sebelum tidur dan setelah bangun pagi, untuk sekadar bertukar kabar dan menyapa anak-anak mereka.

“Istrinya nggak tidur semalaman, terus coba hubungi berkali-kali. Karena biasanya memang selalu video call, nanya kabar anak-anak,” ujar seorang anggota keluarga.

Pagi harinya, Arya masih belum bisa dihubungi. Keluarga semakin panik, hingga akhirnya kabar duka itu datang, Arya telah ditemukan meninggal dunia. Kondisi kematian Arya yang tragis menambah kedukaan yang dirasakan keluarga dan rekan-rekannya.

Ia ditemukan dalam keadaan mengenaskan, dengan seluruh wajah tertutup lakban, menimbulkan tanda tanya besar mengenai penyebab pasti kematiannya. Situasi ini membuat keluarga sangat terpukul, terlebih mengingat tidak adanya tanda-tanda bahwa Arya sedang mengalami tekanan atau persoalan pribadi.

Keseharian Arya dikenal stabil, penuh semangat menyongsong tugas barunya sebagai diplomat di Finlandia. Kematian mendadak dengan kondisi yang tidak wajar ini kini menjadi perhatian serius dan tengah dalam penanganan aparat berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN