Terdesak Tarif AS, Indonesia dan Uni Eropa Sepakat Percepat Pakta Dagang Raksasa!

Ket. Indonesia dan Uni Eropa capai kesepakatan penting percepat CEPA

Doc: thediplomat.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah ancaman tarif besar-besaran dari Amerika Serikat, Indonesia dan Uni Eropa resmi sepakat mempercepat finalisasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), pakta dagang ambisius yang telah dinegosiasikan sejak 2016. 

Kesepakatan ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dua kekuatan besar dunia di tengah guncangan global yang semakin tak terduga.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Brussel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa kedua belah pihak sudah mencapai “kesepakatan politik” untuk mempercepat perjanjian tersebut. 

"Di tengah dunia yang semakin tak pasti, kami memilih jalur keterbukaan, kemitraan, dan kemakmuran bersama," tegas von der Leyen. 

Lebih lanjut, von der Leyen juga mengungkap CEPA akan membuka akses pasar baru, memperkuat rantai pasok bahan baku penting bagi sektor teknologi hijau dan industri baja Eropa. 

Sementara itu, Prabowo menyambut antusias kesepakatan ini yang menurutnya akan membantu pertumbuhan industri Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut hadir di Brussel, menyebut kesepakatan ini sebagai “tonggak sejarah.” 

Dia mengungkapkan penandatanganan resmi CEPA ditargetkan pada kuartal ketiga 2025, menunggu pengumuman formal dari Presiden Prabowo.

Perjanjian CEPA mencakup 21 bidang kerja sama, termasuk perdagangan barang dan jasa, investasi, digitalisasi, prosedur bea cukai, hingga pertumbuhan berkelanjutan. 

Meski sempat tersendat akibat isu proteksionisme Indonesia dan regulasi deforestasi Eropa yang menghantam ekspor sawit, ancaman tarif besar dari Amerika justru jadi pemantik penting untuk menyatukan langkah.

Indonesia baru-baru ini dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh pemerintahan Trump yang kembali agresif terhadap mitra dagangnya. 

Trump bahkan mengisyaratkan tarif ini bisa berubah jika Indonesia mau mencabut hambatan dagang yang ada. 

Padahal, Jakarta sudah menawarkan investasi hingga US$34 miliar ke AS, termasuk pembelian produk pertanian, energi, dan pesawat Boeing.

Uni Eropa juga terkena imbas serupa dengan tarif ekspor 30 persen ke AS mulai 1 Agustus. 

Tak heran jika kedua pihak kini melihat kerja sama ini sebagai pelampung ekonomi sekaligus strategi jangka panjang melawan tekanan global.

Kesepakatan Indonesia Uni Eropa ini bisa jadi bukti kebijakan tarif AS malah mendorong lahirnya aliansi dagang baru yang justru berpotensi menggeser dominasi Washington di pentas global.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN