Sering Dikonsumsi Setiap Hari, 4 Minuman Ini Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Jum'at, 30 Okt 2026, 13:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu setiap hari ternyata perlu diperhatikan. Meski terasa menyegarkan dan sudah menjadi bagian dari rutinitas, beberapa jenis minuman berpotensi mengganggu kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh pola tidur dan aktivitas fisik, tetapi juga asupan sehari-hari. Kandungan gula tambahan, kafein berlebih, hingga alkohol dalam minuman tertentu dapat memberikan dampak terhadap fungsi otak.

Ket. Foto: Sering Dikonsumsi Setiap Hari, 4 Minuman Ini Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan Otak — Sumber: Istimewa

Jika dikonsumsi tanpa batas, kebiasaan tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir, dan memproses informasi.

Dikutip dari VnExpress (23/10), terdapat empat jenis minuman yang sebaiknya dibatasi konsumsinya untuk membantu menjaga kesehatan otak. Berikut daftarnya.

1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda menjadi salah satu jenis minuman yang perlu diperhatikan konsumsinya. Selain memiliki rasa manis dan menyegarkan, minuman ini umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, tetapi minim nilai gizi.

Jika dikonsumsi setiap hari, minuman bersoda dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan metabolisme tubuh.

Gangguan metabolisme tersebut juga berpotensi memengaruhi kesehatan otak. Karena itu, konsumsi minuman manis sebaiknya dibatasi agar asupan gula harian tidak berlebihan.

Sebagai alternatif, masyarakat bisa lebih sering memilih air putih atau teh tanpa gula. Mengurangi tambahan gula pada minuman lain juga menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

2. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol juga termasuk jenis minuman yang perlu dibatasi karena dapat memengaruhi kesehatan otak, terutama jika dikonsumsi secara rutin atau berlebihan.

Alkohol bekerja pada sistem saraf. Paparan dalam jangka panjang dikaitkan dengan perubahan struktur otak dan peningkatan risiko gangguan kognitif.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, mengingat, hingga memproses informasi.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Tabriz University of Medical Sciences, Iran, menganalisis 17 studi yang melibatkan sekitar 80.000 orang pada 2004.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol lebih dari 30,5 gram per hari dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa konsumsi alkohol perlu diperhatikan karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ tubuh, tetapi juga fungsi otak.

3. Kopi dengan Pemanis Tambahan

Kopi sebenarnya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan otak, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tanpa tambahan gula berlebihan.

Konsumsi satu hingga dua cangkir kopi hitam sehari tampaknya tidak banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif.

Bahkan, kopi berkafein tanpa gula juga dikaitkan dengan risiko Alzheimer, demensia, dan Parkinson yang lebih rendah.

Namun, manfaat tersebut bisa berbeda ketika kopi ditambahkan banyak pemanis. Penggunaan gula, susu kental manis, sirup, hingga krimer dapat meningkatkan jumlah gula dan kalori dalam minuman.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, tambahan gula tersebut berpotensi mengurangi manfaat kopi bagi kesehatan.

Karena itu, para penikmat kopi disarankan memilih racikan dengan sedikit atau tanpa gula. Kebiasaan ini dapat membantu membatasi asupan gula tambahan sekaligus membuat konsumsi kopi menjadi lebih sehat.

4. Minuman Berenergi

Minuman berenergi sering dikonsumsi untuk mengatasi rasa kantuk dan membantu tubuh tetap terjaga. Minuman ini umumnya mengandung kafein dan gula yang dapat memberikan efek stimulan.

Kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi untuk sementara waktu. Namun, hal tersebut tidak berarti minuman berenergi baik untuk kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan.

Penelitian menemukan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan kemampuan mengendalikan pikiran dan memori kerja. Sementara itu, konsumsi glukosa saja tidak menunjukkan efek yang sama.

Oleh karena itu, minuman berenergi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan hanya untuk mengatasi kantuk atau mempertahankan konsentrasi.

Istirahat yang cukup tetap menjadi hal penting untuk menjaga fokus, daya ingat, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Batasi Konsumsi Minuman Manis dan Perhatikan Asupan Harian

Kesehatan otak perlu dijaga melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi.

Minuman bersoda, alkohol, kopi dengan pemanis tambahan, dan minuman berenergi merupakan empat jenis minuman yang perlu diperhatikan konsumsinya.

Bukan berarti semua minuman tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi jumlah dan frekuensi konsumsinya perlu dikendalikan.

Mengurangi gula tambahan, membatasi alkohol, memilih kopi tanpa banyak pemanis, serta tidak mengandalkan minuman energi untuk mengatasi kurang tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dengan air putih dan menerapkan pola hidup sehat juga penting untuk mendukung fungsi otak dalam jangka panjang.

  • Minuman Perusak Otak
  • Minuman Viral Berbahaya

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.