Kisah Barbara Palvin Mengidap Endometriosis hingga Hamil dan Melahirkan Anak Pertama
Rabu, 21 Okt 2026, 16:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Model asal Hungaria, Barbara Palvin, dikenal sebagai sosok yang ceria dan memiliki aura positif.
Namun, di balik kehidupannya yang terlihat menyenangkan, istri aktor Dylan Sprouse ini ternyata pernah berjuang menghadapi kondisi kesehatan yang cukup menyiksa, yakni endometriosis.
Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dinding rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini diperkirakan dialami setidaknya 10 persen perempuan di dunia dan dapat menimbulkan berbagai keluhan, terutama saat menstruasi.
Penderita endometriosis umumnya mengalami masalah ketika datang bulan. Meski demikian, tidak semua orang terbuka mengenai kondisi yang dialaminya, termasuk Barbara Palvin yang sempat menjalani kehidupan bertahun-tahun dengan rasa sakit sebelum akhirnya mendapatkan diagnosis.
Berikut kisah perjuangan Barbara Palvin menjalani hidup dengan endometriosis hingga akhirnya hamil dan melahirkan anak pertamanya.
1. Gejala Luar Biasa yang Dialami Barbara Palvin
Barbara Palvin merupakan model asal Hungaria yang juga telah membintangi sejumlah film. Di tengah kesibukannya menjalani karier di dunia hiburan, ia harus menghadapi hari-hari yang cukup menyiksa akibat endometriosis.
Barbara diketahui mengalami sejumlah gejala berat, mulai dari nyeri menstruasi yang luar biasa, perdarahan menstruasi dalam jumlah banyak, hingga kelelahan.
Keluhan tersebut dialaminya setiap kali menstruasi dan terkadang berlangsung cukup lama. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-harinya menjadi lebih berat karena ia harus menghadapi rasa sakit yang berulang.
2. Ada Kalanya Melewatkan Malam di Lantai Kamar Mandi
Penderita endometriosis tentu memahami betapa menyakitkannya kondisi yang dapat muncul saat menstruasi. Hal serupa juga dialami Barbara Palvin.
Ia mengaku kerap melewatkan malam di lantai kamar mandi karena mengalami sakit perut yang luar biasa. Rasa sakit tersebut bahkan membuatnya kesulitan beristirahat dengan nyaman.
Pengalaman ini menjadi salah satu gambaran beratnya gejala yang dialami Barbara sebelum mengetahui penyebab pasti dari rasa sakit yang terus berulang.
3. Sempat Menganggap sebagai Kondisi Haid yang Biasa Saja
Nyeri menstruasi merupakan hal yang umum dialami banyak perempuan. Barbara Palvin pun sempat berpikir bahwa rasa sakit yang dirasakannya merupakan bagian biasa dari siklus menstruasi.
Ketika mengalami nyeri hebat saat datang bulan, ia mengira perempuan lain juga mengalami kondisi serupa.
Meski demikian, Barbara tidak tinggal diam. Ia telah mendatangi sejumlah dokter kandungan untuk mencari tahu apakah rasa sakit yang dialaminya masih tergolong normal atau merupakan tanda masalah kesehatan tertentu.
Sayangnya, setelah berkonsultasi selama bertahun-tahun, ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan mengenai penyebab keluhannya.
Pengalaman tersebut juga menggambarkan kesulitan yang dapat dialami penderita endometriosis. Sebagian orang harus menjalani berbagai pemeriksaan dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum akhirnya mengetahui diagnosis yang tepat.
4. Menjalani Operasi pada 2025
Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya ada dokter yang mengetahui bahwa kondisi Barbara bukan sekadar nyeri menstruasi biasa. Ia kemudian didiagnosis mengalami endometriosis.
Dalam upayanya memulihkan kesehatan, Barbara menjalani operasi untuk menangani endometriosis dan adenomiosis pada 2025.
Setelah operasi, ia mengaku merasa jauh lebih segar dan sehat. Kualitas hidupnya juga meningkat seiring berkurangnya nyeri menstruasi dan gejala lain yang berkaitan dengan endometriosis.
Perubahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Barbara karena ia akhirnya dapat merasakan perbedaan setelah bertahun-tahun menghadapi keluhan yang mengganggu aktivitasnya.
5. Mendapat Dukungan dari Sang Suami
Barbara Palvin telah menjadi model Victoria's Secret selama bertahun-tahun. Dalam perjalanan menghadapi endometriosis, ia juga mendapatkan dukungan dari sang suami, Dylan Sprouse.
Pada 2025, Dylan menunjukkan dukungan kepada istrinya dalam acara Victoria's Secret Fashion Show. Ia terlihat mengenakan pita kuning saat menghadiri acara karpet merah tersebut.
Pita kuning itu merupakan simbol kesadaran terhadap endometriosis. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Dylan terhadap perjuangan Barbara dalam menghadapi kondisi kesehatannya.
Kehadiran dukungan dari pasangan menjadi bagian penting dalam perjalanan Barbara, terutama ketika ia harus menjalani pengobatan dan pemulihan setelah operasi.
6. Pengumuman Kehamilan Anak Pertama
Setelah melewati perjuangan menghadapi endometriosis dan menjalani operasi, Barbara Palvin mengumumkan kehamilan anak pertamanya.
Perjalanan Barbara dalam mencari tahu penyebab nyeri menstruasi yang selama ini dianggapnya biasa akhirnya membawanya pada diagnosis yang tepat. Setelah menjalani penanganan, ia kemudian mendapatkan kabar bahagia mengenai kehamilannya.
Barbara melahirkan anak perempuan pertamanya dengan selamat pada 7 September 2026.
Hanya sekitar satu bulan setelah melahirkan, Barbara kembali mencuri perhatian publik dengan tampil di panggung Victoria's Secret Fashion Show 2026. Penampilannya tersebut menjadi sorotan setelah ia melewati perjalanan panjang menghadapi masalah kesehatan dan menjalani kehamilan.
Kisah Barbara Palvin menunjukkan bahwa endometriosis merupakan kondisi yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan dan membutuhkan perhatian medis. Meski dapat berkaitan dengan masalah kesuburan, diagnosis endometriosis tidak selalu berarti seseorang tidak bisa hamil.
Pengalaman Barbara juga menjadi pengingat agar perempuan tidak mengabaikan nyeri menstruasi yang sangat berat atau perdarahan berlebihan. Jika mengalami keluhan tersebut, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
- Barbara Palvin
- Endometriosis
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.