7 Wanita Paling Berbahaya di Dunia, Ada Pembunuh Berantai hingga Ratu Kartel Narkoba!

Ket. Wanita paling berbahaya di dunia.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia kriminal kerap identik dengan sosok pria yang dikenal kejam dan memiliki pengaruh besar. Namun, sejarah membuktikan bahwa sejumlah wanita juga pernah menjadi tokoh yang ditakuti karena tindakan kriminal, kekerasan, hingga keterlibatan mereka dalam jaringan kejahatan terorganisasi.

Nama-nama mereka tercatat dalam berbagai kisah kriminal terkenal. Ada bangsawati yang dituduh menyiksa gadis-gadis muda, pembunuh berantai yang menggemparkan Amerika Serikat, hingga perempuan yang memiliki peran penting dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

Sebagian dari mereka menjadi sorotan karena kekejaman kejahatannya, sementara yang lain dikenal melalui keterlibatan dalam perampokan, pembajakan kapal, dan aktivitas kriminal bersama kelompoknya.

Meski demikian, tidak semua kisah yang beredar mengenai tokoh-tokoh tersebut sepenuhnya terbukti. Sejumlah cerita juga berkembang menjadi legenda, sehingga perlu dibedakan antara fakta sejarah, tuduhan, dan mitos yang muncul kemudian.

Lantas, siapa saja wanita yang namanya tercatat dalam sejarah kriminal dunia? Berikut tujuh sosok yang dikenal karena kasus kejahatan dan reputasi mereka yang kontroversial.

1. Elizabeth Bathory, Bangsawati yang Dijuluki The Blood Countess

Nama Elizabeth Bathory menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah kriminal Eropa. Bangsawati Hungaria yang hidup pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17 ini dikenal dengan julukan The Blood Countess atau Countess Berdarah.

Báthory dituduh melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap sejumlah perempuan muda yang berada di bawah kekuasaannya. Kisahnya kemudian berkembang menjadi legenda mengerikan yang menghubungkan dirinya dengan kepercayaan bahwa darah perempuan muda dapat mempertahankan kecantikan dan membuat seseorang tetap awet muda.

Namun, cerita tersebut perlu disikapi dengan hati-hati. Sejumlah detail mengenai jumlah korban dan ritual yang dikaitkan dengannya masih diperdebatkan oleh para sejarawan. Meski begitu, kasus Báthory tetap menjadi salah satu kisah kriminal paling terkenal dalam sejarah Eropa.

Namanya bahkan terus muncul dalam buku, film, dan berbagai karya populer yang mengangkat kisah bangsawan dengan sisi gelap.

2. Aileen Wuornos, Pembunuh Berantai yang Menggemparkan Amerika

Aileen Wuornos merupakan salah satu pembunuh berantai perempuan paling terkenal dalam sejarah kriminal Amerika Serikat.

Antara 1989 dan 1990, Wuornos membunuh sedikitnya tujuh pria di Florida. Ia mengaku melakukan pembunuhan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri terhadap pria yang menurutnya berusaha menyerangnya ketika ia bekerja sebagai pekerja seks komersial.

Namun, kasus tersebut berujung pada proses hukum dan vonis pidana. Wuornos akhirnya dieksekusi mati pada 2002.

Kisah hidupnya kemudian diangkat ke layar lebar melalui film Monster yang dirilis pada 2003. Aktris Charlize Theron memerankan Wuornos dalam film tersebut dan memenangkan Academy Award untuk kategori Aktris Terbaik.

Kasus Wuornos terus menjadi bahan pembahasan karena mempertemukan persoalan kejahatan, kekerasan, dan latar belakang kehidupan pelaku. Meski begitu, pengalaman hidup seseorang tidak menghapus pertanggungjawaban atas tindak kriminal yang terbukti dilakukan.

3. Ma Barker, Sosok di Balik Geng Kriminal Keluarganya

Kate Barker, yang lebih dikenal sebagai Ma Barker, merupakan tokoh yang namanya dikaitkan dengan dunia kriminal Amerika Serikat pada era Depresi Besar, sekitar 1930-an.

Ia dikenal melalui hubungannya dengan putra-putranya yang terlibat dalam berbagai aksi kriminal, termasuk perampokan dan penculikan. Kelompok tersebut menjadi salah satu sasaran penegak hukum di Amerika Serikat pada masa itu.

Pada 1935, Ma Barker tewas dalam baku tembak dengan agen FBI di sebuah tempat persembunyian di Florida.

Meski namanya kerap digambarkan sebagai otak utama di balik aktivitas geng keluarga Barker, sejauh mana peran langsungnya dalam setiap kejahatan masih menjadi bahan perdebatan. Sejumlah penggambaran populer juga memperkuat citranya sebagai pemimpin kriminal yang kejam.

Kisah Ma Barker memperlihatkan bagaimana hubungan keluarga dapat menjadi bagian dari sejarah kelompok kriminal yang pernah diburu aparat penegak hukum.

4. Sandra Avila Beltran, Ratu Pasifik dalam Dunia Kartel Narkoba

Dari sejarah kriminal Amerika pada era 1930-an, perhatian beralih ke dunia perdagangan narkoba internasional melalui sosok Sandra Avila Beltran.

Perempuan asal Meksiko ini dikenal dengan julukan La Reina del Pacífico, yang berarti Ratu Pasifik. Namanya dikaitkan dengan jaringan perdagangan narkoba dan hubungan antara kelompok kriminal di Meksiko serta Kolombia.

Avila Beltran menjadi perhatian publik karena dugaan perannya dalam jaringan penyelundupan kokain lintas negara. Kasusnya juga memperlihatkan bagaimana perdagangan narkoba internasional melibatkan jaringan yang kompleks, dengan berbagai peran mulai dari pemasok hingga penghubung antarkelompok.

Pada 2007, ia ditangkap di Meksiko. Kasus hukumnya kemudian berkembang hingga ia diekstradisi ke Amerika Serikat dan menjalani proses hukum terkait tindak pidana narkoba.

Julukan yang melekat padanya membuat Avila Beltran menjadi salah satu perempuan paling dikenal dalam pemberitaan mengenai kartel narkoba Meksiko.

5. Anne Bonny, Bajak Laut Perempuan yang Ditakuti di Karibia

Jauh sebelum jaringan kriminal modern berkembang, Anne Bonny sudah dikenal melalui aktivitas pembajakan kapal pada abad ke-18.

Bonny merupakan bajak laut perempuan yang beroperasi di kawasan Karibia bersama John Rackham, yang dikenal dengan julukan Calico Jack. Mereka terlibat dalam pembajakan kapal dagang pada masa ketika jalur laut menjadi bagian penting perdagangan internasional.

Pada 1720, Bonny ditangkap bersama sejumlah anggota kelompoknya. Ia kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati.

Namun, pelaksanaan hukumannya ditangguhkan karena ia diketahui sedang hamil. Nasib Bonny setelah itu tidak tercatat secara pasti dalam sejarah.

Kisahnya semakin populer berkat catatan sejarah bajak laut dan berbagai karya fiksi. Anne Bonny juga menjadi simbol perempuan yang menentang norma sosial pada zamannya, meskipun reputasinya terutama dibangun melalui keterlibatannya dalam aktivitas pembajakan.

6. Myra Hindley, Terlibat dalam Kasus Moors Murders

Nama Myra Hindley menjadi salah satu yang paling kelam dalam sejarah kriminal Inggris. Bersama kekasihnya, Ian Brady, ia terlibat dalam serangkaian penculikan dan pembunuhan anak-anak serta remaja pada 1960-an.

Kasus tersebut dikenal sebagai Moors Murders, merujuk pada kawasan tempat sejumlah korban ditemukan di sekitar Manchester, Inggris.

Hindley dan Brady terbukti terlibat dalam pembunuhan lima anak dan remaja. Kasus mereka mengejutkan masyarakat karena para korban masih berusia muda dan mengalami kejahatan yang sangat serius.

Hindley ditangkap dan diadili bersama Brady. Ia kemudian menjalani hukuman penjara seumur hidup hingga meninggal dunia pada 2002.

Kasus ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Inggris. Hingga kini, Moors Murders masih menjadi salah satu kasus kriminal yang paling dikenal di negara tersebut.

7. Belle Starr, Bandit Perempuan di Amerika pada Abad ke-19

Belle Starr dikenal sebagai salah satu perempuan yang namanya melekat dalam sejarah bandit dan kehidupan perbatasan Amerika Serikat pada abad ke-19.

Lahir dengan nama Myra Maybelle Shirley, Starr dikaitkan dengan lingkungan kriminal dan sejumlah tokoh bandit terkenal pada masanya. Ia juga dikenal memiliki hubungan dengan para buronan serta pernah terlibat dalam perkara kriminal, termasuk pencurian kuda.

Kehidupannya kemudian berkembang menjadi cerita populer yang menggambarkannya sebagai perempuan pemberani sekaligus sosok kontroversial di wilayah perbatasan Amerika.

Belle Starr tewas ditembak pada 1889. Hingga kini, identitas orang yang membunuhnya masih menjadi misteri.

Seperti sejumlah tokoh kriminal dari masa lalu, kisah Starr juga bercampur dengan legenda. Karena itu, gambaran mengenai dirinya dalam budaya populer tidak selalu sepenuhnya sesuai dengan fakta sejarah.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN