32 Film Terbaik Sepanjang Masa dengan Rating Tertinggi: Ada The Godfather, The Invisible Guest hingga Parasite

Ket. Rekomendasi film dengan rating tinggi.

Doc: IMDb

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menonton film bukan sekadar aktivitas untuk mengusir rasa bosan. Lebih dari itu, film bisa menjadi sarana hiburan sekaligus media untuk memahami berbagai sisi kehidupan. Mulai dari kisah perjuangan, cinta, persahabatan, konflik keluarga, hingga sejarah kelam manusia, semuanya bisa dinikmati melalui layar.

Kritikus film legendaris Roger Ebert pernah menggambarkan film sebagai jendela sekaligus tembok yang memungkinkan seseorang memasuki dunia kehidupan orang lain. Menurutnya, film merupakan salah satu bentuk seni paling kuat untuk membangun empati.

Mulai dari film kriminal legendaris, thriller penuh plot twist, animasi Jepang yang menguras air mata, sampai fiksi ilmiah dengan visual spektakuler, berikut 32 rekomendasi film terbaik sepanjang masa yang wajib masuk daftar tontonanmu!

1. The Godfather Trilogy (1972, 1974, 1990)

Bagi pencinta film kriminal, The Godfather merupakan tontonan yang tidak boleh dilewatkan. Karya sutradara Francis Ford Coppola ini mengangkat kehidupan keluarga mafia Corleone yang dipimpin Vito Corleone (Marlon Brando).

Vito ingin mewariskan kekuasaannya kepada anak-anaknya, tetapi Michael Corleone (Al Pacino) justru awalnya tidak tertarik meneruskan bisnis keluarga tersebut. Konflik kekuasaan, pengkhianatan, dan loyalitas keluarga menjadi daya tarik utama film ini.

Film pertamanya meraih tiga Piala Oscar, termasuk Best Picture dan Best Actor. Trilogi ini menjadi salah satu standar emas film gangster Hollywood.

2. The Silence of the Lambs (1991)

Ingin menonton thriller psikologis yang bikin merinding? The Silence of the Lambs wajib masuk watchlist.

Film ini mengikuti Clarice Starling (Jodie Foster), seorang calon agen FBI yang diminta membantu penyelidikan pembunuh berantai. Untuk mengungkap identitas pelaku, ia harus meminta bantuan Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins), seorang psikiater sekaligus pembunuh kanibal yang sangat manipulatif.

Percakapan antara Clarice dan Hannibal menjadi salah satu bagian paling ikonis dalam sejarah film thriller. Film ini mendapatkan rating 8,6 di IMDb dan berhasil menyapu lima kategori utama Oscar, termasuk Best Picture, Best Director, Best Actor, dan Best Actress.

3. Schindler's List (1993)

Buat kamu yang menyukai film sejarah dengan kisah menyentuh, Schindler's List merupakan pilihan yang tepat.

Disutradarai Steven Spielberg, film ini terinspirasi dari kisah nyata Oskar Schindler (Liam Neeson), seorang pengusaha Jerman yang berusaha menyelamatkan ribuan orang Yahudi dari kekejaman Holocaust pada Perang Dunia II.

Melalui bisnisnya, Schindler mempekerjakan banyak orang Yahudi untuk melindungi mereka dari ancaman pembantaian Nazi. Film berdurasi lebih dari tiga jam ini menggambarkan sisi kemanusiaan di tengah tragedi perang.

Kisahnya begitu emosional dan berhasil membuat film ini meraih tujuh Piala Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director.

4. The Shawshank Redemption (1994)

Sering disebut sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa, The Shawshank Redemption menawarkan cerita tentang harapan, persahabatan, dan perjuangan menghadapi ketidakadilan.

Film adaptasi karya Stephen King ini mengikuti Andy Dufresne (Tim Robbins), seorang bankir yang dihukum penjara seumur hidup atas tuduhan membunuh istri dan kekasihnya. Meski terus menyatakan dirinya tidak bersalah, Andy harus menjalani kehidupan keras di penjara Shawshank.

Di sana, ia berteman dengan Ellis Boyd Redding atau Red (Morgan Freeman). Persahabatan keduanya berkembang di tengah berbagai konflik dan pengalaman pahit di balik jeruji besi.

Dengan rating 9,3 di IMDb, film ini menjadi tontonan yang mampu memberikan perspektif baru tentang arti kebebasan dan harapan.

5. Forrest Gump (1994)

Forrest Gump merupakan film drama komedi yang mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar impian.

Tom Hanks memerankan Forrest, seorang pria dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata yang justru mengalami berbagai peristiwa luar biasa sepanjang hidupnya.

Mulai dari menjadi atlet, mengikuti perang, hingga membangun bisnis udang bersama kenangan sahabatnya, Bubba. Di balik semua pencapaian tersebut, Forrest tetap menjadi sosok sederhana yang selalu mencintai Jenny.

Film arahan Robert Zemeckis ini mendapatkan rating 8,8 di IMDb dan enam Piala Oscar. Salah satu pesan paling membekas adalah tentang bagaimana kehidupan bisa berjalan di luar perkiraan manusia.

6. Saving Private Ryan (1998)

Penggemar film perang wajib menyaksikan Saving Private Ryan. Film garapan Steven Spielberg ini mengambil latar Perang Dunia II dan mengikuti misi penyelamatan seorang tentara bernama James Francis Ryan.

Kapten John Miller (Tom Hanks) memimpin delapan prajurit untuk menemukan Ryan yang kehilangan tiga saudara laki-lakinya dalam perang. Misi tersebut ternyata jauh lebih berbahaya daripada yang mereka bayangkan.

Salah satu adegan paling terkenal adalah pembukaan pendaratan pasukan Sekutu di Pantai Omaha pada 6 Juni 1944. Penggambaran perangnya begitu realistis dan intens hingga membuat penonton seolah berada langsung di medan pertempuran.

7. Spirited Away (2001)

Jangan mengira film animasi hanya cocok untuk anak-anak. Spirited Away justru menjadi salah satu karya animasi Jepang yang diakui dunia.

Film garapan Hayao Miyazaki ini mengikuti petualangan Chihiro, seorang anak perempuan yang terjebak di dunia roh setelah kedua orang tuanya berubah menjadi babi.

Untuk menyelamatkan keluarganya, Chihiro harus bekerja di pemandian milik penyihir bernama Yubaba. Dalam perjalanannya, ia bertemu berbagai makhluk ajaib dan menghadapi tantangan yang menguji keberaniannya.

Dengan visual yang memukau dan cerita penuh makna, Spirited Away berhasil memenangkan Oscar kategori Best Animated Feature pada 2003.

8. Memories of Murder (2003)

Pencinta film kriminal Korea Selatan wajib memasukkan Memories of Murder ke dalam daftar tontonan.

Film karya Bong Joon Ho ini terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang pernah menggemparkan Korea Selatan.

Ceritanya mengikuti sejumlah detektif yang berusaha mengungkap identitas pelaku pembunuhan perempuan di sebuah wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan teknologi investigasi dan kurangnya bukti membuat penyelidikan berjalan sangat sulit.

Ketegangan semakin meningkat karena para detektif terus menghadapi jalan buntu. Film ini bukan hanya menyajikan misteri, tetapi juga kritik terhadap sistem investigasi dan penegakan hukum.

9. Parasite (2019)

Parasite menjadi salah satu film Korea Selatan yang berhasil menciptakan sejarah di industri perfilman dunia.

Film arahan Bong Joon Ho ini mengisahkan keluarga Kim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Mereka kemudian perlahan masuk ke kehidupan keluarga Park yang kaya raya dengan menyamar sebagai pekerja profesional.

Awalnya, strategi tersebut berjalan mulus. Namun, situasi berubah menjadi semakin rumit ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap.

Menggabungkan komedi gelap, thriller, dan kritik sosial, Parasite berhasil memenangkan Palme d'Or di Festival Film Cannes serta empat Piala Oscar, termasuk Best Picture. Film ini juga memiliki rating 8,5 di IMDb.

10. Avengers: Endgame (2019)

Penggemar Marvel tentu tidak boleh melewatkan Avengers: Endgame. Film ini menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan Marvel Cinematic Universe (MCU).

Melanjutkan peristiwa Avengers: Infinity War, para pahlawan yang masih bertahan harus menghadapi kehancuran besar akibat tindakan Thanos.

Iron Man, Captain America, Thor, Black Widow, dan anggota Avengers lainnya berusaha mencari cara untuk mengembalikan kehidupan orang-orang yang telah lenyap.

Film berdurasi lebih dari tiga jam ini menyajikan pertarungan spektakuler sekaligus penutup emosional bagi sejumlah karakter ikonis Marvel. Dengan rating 8,4 di IMDb, Avengers: Endgame menjadi tontonan wajib bagi penggemar superhero.

11. Us (2019)

Kalau kamu menyukai film horor yang penuh teka-teki, Us bisa menjadi pilihan menarik.

Film garapan Jordan Peele ini mengikuti keluarga Adelaide Wilson yang sedang menikmati liburan di rumah masa kecil sang ibu. Namun, suasana menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk ketika sekelompok orang misterius menyerang mereka.

Yang membuat situasi semakin mengerikan, para penyerang ternyata memiliki wajah yang sangat mirip dengan anggota keluarga Wilson.

Dibintangi Lupita Nyong'o, Winston Duke, dan Elisabeth Moss, film ini menggabungkan horor psikologis dengan kritik sosial. Ceritanya juga menyimpan berbagai simbol dan petunjuk yang membuat penonton penasaran hingga akhir.

12. Split (2016)

James McAvoy menunjukkan kemampuan akting luar biasa dalam film thriller psikologis berjudul Split.

Ia memerankan Kevin Wendell Crumb, seorang pria dengan gangguan identitas disosiatif yang memiliki 23 identitas berbeda. Suatu hari, Kevin menculik tiga remaja perempuan dan mengurung mereka di sebuah ruangan bawah tanah.

Ketiga korban harus mencari cara untuk melarikan diri sebelum identitas Kevin yang paling berbahaya muncul.

Film garapan M. Night Shyamalan ini berhasil meraih kesuksesan komersial dengan pendapatan global sekitar US$278 juta. Perubahan karakter James McAvoy yang begitu meyakinkan menjadi salah satu alasan film ini menarik untuk ditonton.

13. The Invisible Guest (2016)

Buat kamu yang menyukai film dengan plot twist tidak terduga, The Invisible Guest wajib masuk watchlist.

Film misteri asal Spanyol ini mengikuti Adrian Doria, seorang pengusaha sukses yang dituduh membunuh kekasih gelapnya, Laura Vidal.

Adrian bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. Untuk menghadapi persidangan, ia bekerja sama dengan seorang pengacara berpengalaman yang mencoba menyusun kembali kronologi kejadian.

Namun, semakin banyak detail yang terungkap, semakin rumit pula misteri yang harus dipecahkan.

Film ini memiliki rating sekitar 8,0 di IMDb dan terkenal karena alur ceritanya yang penuh kejutan. Jangan sampai melewatkan detail kecil karena semuanya bisa menjadi petunjuk penting.

14. Searching (2018)

Bagaimana jika seluruh misteri kehilangan seseorang harus dipecahkan melalui jejak digital? Itulah konsep unik yang ditawarkan Searching.

Film ini mengisahkan David Kim, seorang ayah yang panik setelah putrinya, Margot, tiba-tiba menghilang. Karena tidak menemukan petunjuk yang jelas, David mulai menelusuri akun media sosial, pesan, dan berbagai aktivitas digital sang anak.

Menariknya, hampir seluruh cerita ditampilkan melalui layar komputer, ponsel, dan perangkat digital lainnya.

Konsep pengambilan gambar yang tidak biasa membuat penonton ikut merasa seperti sedang melakukan investigasi. Film thriller ini cocok untuk kamu yang menyukai misteri modern dengan alur cepat.

15. Missing (2023)

Masih berkaitan dengan konsep Searching, film Missing menghadirkan misteri kehilangan seseorang dengan pendekatan teknologi digital.

Cerita berpusat pada June Allen (Storm Reid), seorang remaja yang berusaha mencari keberadaan ibunya setelah sang ibu menghilang ketika sedang berlibur di Kolombia bersama kekasih barunya.

Karena pencarian melalui jalur resmi tidak memberikan hasil, June memutuskan melakukan investigasi sendiri menggunakan berbagai teknologi digital.

Namun, semakin jauh ia menelusuri jejak sang ibu, semakin banyak rahasia mengejutkan yang ditemukan.

Film ini cocok bagi pencinta thriller yang senang menebak-nebak jalan cerita dan mencari petunjuk tersembunyi.

16. Manchester by the Sea (2016)

Siapkan tisu sebelum menonton Manchester by the Sea. Film drama ini mengangkat kisah kehilangan, trauma, dan perjuangan seseorang untuk berdamai dengan masa lalu.

Lee Chandler (Casey Affleck) harus kembali ke kampung halamannya setelah sang kakak meninggal dunia. Ia kemudian mengetahui bahwa dirinya ditunjuk sebagai wali bagi keponakannya, Patrick.

Keputusan tersebut membuat Lee harus berhadapan kembali dengan kenangan pahit yang selama ini berusaha ia hindari.

Film ini memiliki pendekatan cerita yang tenang, tetapi emosinya begitu kuat. Penampilan Casey Affleck bahkan mengantarkannya meraih Oscar kategori Best Actor.

17. 12 Years a Slave (2013)

12 Years a Slave merupakan film sejarah yang mengangkat sisi kelam perbudakan di Amerika Serikat.

Terinspirasi dari kisah nyata Solomon Northup, film ini menceritakan seorang pria kulit hitam merdeka yang diculik dan dijual sebagai budak.

Selama 12 tahun, Solomon harus menghadapi kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak manusiawi. Meski begitu, ia tidak pernah berhenti berharap bisa kembali mendapatkan kebebasannya.

Disutradarai Steve McQueen dan dibintangi Chiwetel Ejiofor, film ini menyajikan kisah yang emosional sekaligus membuka mata tentang sejarah rasisme. 12 Years a Slave berhasil memenangkan tiga Piala Oscar, termasuk Best Picture.

18. There Will Be Blood (2007)

Film drama karya Paul Thomas Anderson ini mengangkat ambisi manusia terhadap kekayaan dan kekuasaan.

Daniel Day-Lewis memerankan Daniel Plainview, seorang pengusaha minyak yang membangun bisnisnya melalui kerja keras sekaligus cara-cara manipulatif.

Ketika menemukan cadangan minyak di sebuah wilayah, Daniel harus berhadapan dengan Eli Sunday (Paul Dano), seorang pengkhotbah yang memiliki pengaruh besar di daerah tersebut.

Persaingan keduanya berkembang menjadi konflik yang semakin brutal. Film ini menyajikan kritik tentang keserakahan, kapitalisme, dan ambisi yang tidak mengenal batas.

Penampilan Daniel Day-Lewis membuatnya memenangkan Oscar kategori Best Actor.

19. Summer of Soul (2021)

Jika bosan dengan film fiksi, Summer of Soul bisa menjadi alternatif menarik.

Film dokumenter garapan Questlove ini mengangkat Harlem Cultural Festival yang berlangsung pada 1969 di Mount Morris Park, New York.

Festival tersebut dihadiri sekitar 300 ribu orang dan menampilkan sejumlah musisi legendaris. Melalui rekaman arsip, wawancara, dan dokumentasi panggung, penonton diajak melihat bagaimana musik menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat kulit hitam Amerika.

Film ini bukan hanya membahas pertunjukan musik, tetapi juga menggambarkan kondisi sosial dan politik pada masa tersebut.

Summer of Soul berhasil memenangkan Oscar kategori Best Documentary Feature pada 2022.

20. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Bagi pencinta film romantis dengan cerita tidak biasa, Eternal Sunshine of the Spotless Mind wajib ditonton.

Film ini mengikuti Joel Barish (Jim Carrey) dan Clementine Kruczynski (Kate Winslet), pasangan yang memutuskan menghapus seluruh kenangan tentang hubungan mereka setelah mengalami perpisahan menyakitkan.

Namun, ketika proses penghapusan memori berlangsung, Joel justru menyadari bahwa dirinya masih ingin mempertahankan kenangan bersama Clementine.

Dengan alur yang melompat-lompat antara realitas dan ingatan, film ini mengajak penonton mempertanyakan apakah kenangan menyakitkan benar-benar perlu dihapus.

Karya ini berhasil memenangkan Oscar kategori Best Original Screenplay.

21. Inception (2010)

Pencinta film fiksi ilmiah wajib menyaksikan Inception, salah satu karya Christopher Nolan yang terkenal dengan alur cerita kompleks.

Film ini mengikuti Dom Cobb (Leonardo DiCaprio), seorang pencuri profesional yang memiliki kemampuan memasuki alam bawah sadar seseorang melalui mimpi.

Alih-alih mencuri informasi, Cobb mendapat misi untuk menanamkan sebuah ide ke dalam pikiran targetnya. Tugas tersebut dikenal sebagai inception.

Namun, perjalanan ke dunia mimpi ternyata menyimpan banyak risiko. Batas antara kenyataan dan imajinasi pun semakin sulit dibedakan.

Dibintangi sejumlah aktor ternama, termasuk Joseph Gordon-Levitt, Tom Hardy, dan Elliot Page, film ini meraih rating 8,8 di IMDb.

22. Interstellar (2014)

Interstellar menjadi salah satu film fiksi ilmiah yang menawarkan pengalaman visual spektakuler sekaligus cerita emosional.

Mengambil latar masa depan ketika Bumi semakin sulit dihuni akibat krisis lingkungan dan gagal panen, film ini mengikuti Cooper (Matthew McConaughey), mantan pilot NASA yang mendapat misi mencari planet baru untuk manusia.

Bersama timnya, Cooper melakukan perjalanan melintasi ruang angkasa melalui lubang cacing. Namun, perjalanan tersebut membuatnya harus menghadapi konsekuensi besar, termasuk perbedaan waktu yang memisahkannya dari keluarga.

Film ini juga dibintangi Anne Hathaway dan Jessica Chastain. Dengan visual luar biasa dan musik Hans Zimmer yang ikonis, Interstellar memiliki rating 8,7 di IMDb.

23. The Green Mile (1999)

Satu lagi film yang siap menguras emosi adalah The Green Mile.

Tom Hanks memerankan Paul Edgecomb, seorang sipir penjara yang bertugas mengawasi narapidana hukuman mati di Cold Mountain Penitentiary.

Kehidupan Paul berubah setelah kedatangan John Coffey (Michael Clarke Duncan), seorang pria bertubuh besar yang dituduh melakukan kejahatan berat. Meski terlihat menakutkan, John ternyata memiliki kepribadian lembut dan kemampuan misterius untuk menyembuhkan orang sakit.

Seiring berjalannya waktu, Paul mulai meragukan kebenaran tuduhan terhadap John.

Film adaptasi novel Stephen King ini menyajikan kisah tentang keadilan, kemanusiaan, dan prasangka yang sangat menyentuh.

24. Joker (2019)

Pernah penasaran bagaimana seseorang bisa berubah menjadi penjahat yang begitu ditakuti? Film Joker mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui kisah Arthur Fleck.

Diperankan Joaquin Phoenix, Arthur merupakan seorang komedian yang mengalami berbagai tekanan hidup. Ia berjuang menghadapi kondisi kesehatan mental, kesulitan ekonomi, dan perlakuan buruk masyarakat.

Ketika terus-menerus mengalami penolakan dan penghinaan, Arthur perlahan berubah menjadi sosok Joker yang penuh kekerasan.

Film garapan Todd Phillips ini menawarkan pendekatan psikologis yang gelap terhadap karakter ikonis DC. Penampilan Joaquin Phoenix bahkan mengantarkannya meraih Oscar kategori Best Actor.

25. The Dark Knight Rises (2012)

Penggemar superhero juga tidak boleh melewatkan The Dark Knight Rises, film penutup trilogi Batman garapan Christopher Nolan.

Cerita berlangsung delapan tahun setelah peristiwa The Dark Knight. Bruce Wayne (Christian Bale) sudah lama meninggalkan identitas Batman dan menjalani kehidupan tertutup.

Namun, kemunculan Bane (Tom Hardy), seorang teroris bertopeng yang ingin menghancurkan Gotham City, membuat Bruce harus kembali menghadapi masa lalunya.

Dengan adegan aksi spektakuler dan konflik yang menegangkan, film ini menjadi penutup yang epik bagi perjalanan Batman versi Christopher Nolan.

26. American Beauty (1999)

American Beauty merupakan film drama komedi gelap yang mengangkat sisi tersembunyi kehidupan keluarga kelas menengah Amerika.

Kisahnya berpusat pada Lester Burnham (Kevin Spacey), seorang pria paruh baya yang merasa terjebak dalam kehidupan rumah tangga dan pekerjaannya.

Di tengah krisis identitas, Lester mulai mempertanyakan kebahagiaan, hubungan keluarga, dan makna hidup yang selama ini dijalaninya.

Film garapan Sam Mendes ini membahas berbagai isu, mulai dari materialisme, hubungan orang tua dan anak, hingga krisis paruh baya.

American Beauty berhasil memenangkan lima Piala Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director.

27. Gladiator (2000)

Pencinta film aksi sejarah wajib memasukkan Gladiator ke dalam daftar tontonan.

Film arahan Ridley Scott ini mengikuti Maximus Decimus Meridius (Russell Crowe), seorang jenderal Romawi yang dikhianati dan kehilangan keluarganya setelah perebutan kekuasaan di istana.

Dijadikan budak dan dipaksa menjadi gladiator, Maximus berjuang untuk bertahan hidup sekaligus merencanakan balas dendam terhadap Commodus (Joaquin Phoenix).

Pertarungan gladiator yang epik, kostum megah, dan konflik politik membuat film ini begitu memikat.

Gladiator berhasil membawa pulang lima Piala Oscar, termasuk Best Picture dan Best Actor untuk Russell Crowe.

28. 12 Angry Men (1957)

Meski hanya berfokus pada ruang diskusi, 12 Angry Men mampu menghadirkan ketegangan yang luar biasa.

Film klasik garapan Sidney Lumet ini menceritakan 12 anggota juri yang harus menentukan nasib seorang remaja terdakwa pembunuhan ayahnya.

Sebagian besar juri awalnya meyakini bahwa terdakwa bersalah. Namun, seorang anggota juri justru mengajak mereka mempertimbangkan kembali bukti-bukti yang tersedia.

Perdebatan pun semakin memanas ketika berbagai prasangka dan keraguan mulai muncul.

Film ini membuktikan bahwa cerita yang kuat tidak selalu membutuhkan banyak lokasi atau adegan aksi. 12 Angry Men bahkan mendapatkan skor sempurna 100 persen di Rotten Tomatoes.

29. Moonlight (2016)

Moonlight merupakan film drama yang mengangkat perjalanan seorang pria dalam mencari identitas dan menerima dirinya sendiri.

Cerita berpusat pada Chiron, seorang anak laki-laki kulit hitam yang tumbuh di lingkungan keras di Miami. Kehidupannya dibagi menjadi tiga fase, yaitu masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa.

Dalam setiap fase, Chiron menghadapi persoalan keluarga, perundungan, diskriminasi, hingga konflik mengenai identitas dan hubungan personal.

Film garapan Barry Jenkins ini menghadirkan cerita yang intim dan emosional. Moonlight juga mencatat sejarah setelah memenangkan Oscar kategori Best Picture pada 2017.

30. Gone Girl (2014)

Kalau kamu menyukai misteri dengan plot twist yang sulit ditebak, Gone Girl wajib ditonton.

Film garapan David Fincher ini mengisahkan Nick Dunne (Ben Affleck), seorang pria yang melaporkan hilangnya sang istri, Amy Dunne (Rosamund Pike), tepat pada perayaan ulang tahun pernikahan mereka.

Awalnya, Nick terlihat sebagai suami yang sedang berusaha mencari istrinya. Namun, berbagai bukti dan kejanggalan justru membuat dirinya menjadi tersangka utama.

Seiring penyelidikan berlangsung, sisi lain kehidupan rumah tangga mereka mulai terungkap.

Film adaptasi novel karya Gillian Flynn ini dipenuhi manipulasi, rahasia, dan kejutan yang membuat penonton terus mempertanyakan siapa sebenarnya korban dan pelaku.

31. The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001)

Buat penggemar dunia fantasi, The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring merupakan tontonan yang tidak boleh dilewatkan.

Diadaptasi dari novel karya J.R.R. Tolkien, film ini mengikuti perjalanan Frodo Baggins, seorang Hobbit yang mendapat tugas menghancurkan cincin milik penguasa kegelapan, Sauron.

Cincin tersebut memiliki kekuatan besar yang dapat menguasai siapa pun yang memilikinya. Karena itu, Frodo harus membawanya menuju Mount Doom untuk menghancurkannya.

Dalam perjalanan berbahaya tersebut, ia ditemani delapan anggota Fellowship dengan latar belakang dan kemampuan berbeda.

Film garapan Peter Jackson ini memiliki rating 8,9 di IMDb dan menjadi awal dari trilogi fantasi yang sangat populer di seluruh dunia.

32. Grave of the Fireflies (1988)

Terakhir, ada film animasi Jepang yang terkenal mampu membuat penontonnya menangis, yaitu Grave of the Fireflies.

Film produksi Studio Ghibli ini mengikuti perjuangan dua bersaudara, Seita dan Setsuko, yang berusaha bertahan hidup di tengah kehancuran Jepang akibat Perang Dunia II.

Setelah kehilangan tempat tinggal dan keluarga, keduanya harus menghadapi kelaparan serta kerasnya kehidupan tanpa perlindungan orang dewasa.

Cerita film ini terinspirasi dari pengalaman penulis Akiyuki Nosaka selama masa perang. Karena itu, penggambaran penderitaan dan kehancuran akibat perang terasa begitu menyayat hati.

Meski berbentuk animasi, Grave of the Fireflies justru menghadirkan pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Film ini cocok bagi kamu yang ingin menyaksikan cerita perang dari sudut pandang anak-anak.

Jadi, dari 32 film tersebut, mana yang sudah kamu tonton dan mana yang paling ingin kamu saksikan?

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN