Demo 28 Oktober di Bundaran HI Berakhir Bak Jakarta Fashion Week, Polisi Catwalk di Bawah Gerimis hingga Mahasiswa Joget!

Rabu, 28 Okt 2026, 23:20 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Aksi demonstrasi memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026), menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Di tengah aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung hingga malam hari, suasana di depan Sinar Mas Land Plaza sempat terlihat bak peragaan busana Jakarta Fashion Week.

Alih-alih hanya diwarnai orasi dan ketegangan antara massa dengan aparat, sejumlah momen unik justru mencuri perhatian. Polisi terlihat berjalan layaknya sedang melakukan catwalk di bawah gerimis, sementara mahasiswa tampak berjoget di tengah suasana demonstrasi.

Ket. Foto: Momen mahasiswa asyik joget di depan polisi. — Sumber: jonathansimamoraa

Pemandangan tersebut menjadi kontras dengan situasi aksi yang sempat memanas di sejumlah titik kawasan Bundaran HI. Momen polisi yang berjalan di tengah hujan dan mahasiswa yang berjoget menghadirkan suasana berbeda di tengah demonstrasi yang membawa berbagai tuntutan kepada pemerintah.

Meski demikian, aksi tersebut bukan sekadar keramaian di jalanan. Ada sederet persoalan yang disuarakan mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari bencana ekologis, kesejahteraan ekonomi, pendidikan, hingga penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Polisi Catwalk, Mahasiswa Joget, Demo Sumpah Pemuda Jadi Sorotan

20261028231752_1000501287.jpg

Dok. jonathansimamoraa

Demonstrasi besar-besaran ini dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR). Aksi tersebut juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk buruh dan petani.

Kawasan Bundaran HI menjadi salah satu titik berkumpulnya massa untuk menyampaikan aspirasi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Momen polisi yang berjalan layaknya model di atas catwalk di bawah gerimis menjadi pemandangan yang kontras dengan suasana demonstrasi. Di sisi lain, mahasiswa yang berjoget turut menghadirkan dinamika tersendiri di tengah aksi.

Namun, suasana yang sempat terlihat santai itu tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kondisi demonstrasi. Hingga Rabu malam, situasi di sekitar Jalan M.H. Thamrin sempat memanas, khususnya di depan Gedung UOB.

Sejumlah massa dilaporkan masih bertahan meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Situasi semakin tegang ketika terjadi aksi pembakaran di lokasi.

5 Tuntutan Utama Demo #IndonesiaSadar yang Disuarakan Massa

20261028231833_1000501283.jpg

Dok. jonathansimamoraa

Di balik momen yang menjadi perhatian, aksi #IndonesiaSadar membawa lima sektor tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah.

1. Mendesak Penetapan Status Bencana Nasional

Pada sektor lingkungan, massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional terhadap berbagai bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan, Sumatera, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tuntutan ini menyoroti pentingnya penanganan bencana yang lebih serius, termasuk perlindungan masyarakat terdampak dan lingkungan hidup.

2. APBN Harus Berpihak pada Kesejahteraan Rakyat

Dalam sektor ekonomi, massa meminta agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dioptimalkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

Pengelolaan anggaran negara menjadi salah satu isu yang disorot, terutama terkait kebutuhan publik dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

3. Pendidikan Terjangkau dan Lapangan Kerja Diperluas

Persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Massa menuntut akses pendidikan yang lebih terjangkau sekaligus perluasan kesempatan kerja.

Tuntutan ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak serta peluang mendapatkan pekerjaan di tengah tantangan ekonomi.

4. Reformasi Hukum dan Pemberantasan KKN

Pada sektor hukum, demonstran mendesak reformasi hukum yang berkeadilan serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) secara menyeluruh.

Massa menempatkan penegakan hukum sebagai salah satu persoalan penting yang membutuhkan perhatian pemerintah.

5. Perlindungan HAM dan Kebebasan Berpendapat

Terakhir, massa meminta jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Tuntutan ini menekankan pentingnya ruang demokrasi yang aman bagi warga negara untuk menyuarakan kritik dan aspirasi.

14.324 Personel Gabungan Dikerahkan, Pengamanan Tuai Kritik

Untuk mengawal demonstrasi di Jakarta, sebanyak 14.324 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan.

Besarnya jumlah personel pengamanan turut menjadi perhatian. Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan kritik terhadap keterlibatan aktif personel militer dalam penanganan demonstrasi sipil.

Di tengah situasi tersebut, Menko Polkam Dudung Abdurachman menyampaikan pemerintah menghormati penyampaian aspirasi sebagai hak konstitusional warga negara, selama aksi berlangsung tertib dan mematuhi ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, di kawasan Malioboro, Yogyakarta, aksi serupa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda juga dilaporkan berujung kerusuhan dan bentrokan dengan aparat keamanan.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Pertanyaannya, mampukah suara yang menggema dalam aksi #IndonesiaSadar ini mendorong perubahan nyata bagi masyarakat?

  • Polisi
  • catwalk

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.