Benarkah Susu Picu Batu Ginjal? Awas, Kekurangan Kalsium Bisa Jadi Bumerang
Rabu, 28 Okt 2026, 10:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak orang langsung menghindari susu setelah mengalami batu ginjal. Alasannya terdengar masuk akal: jika batu ginjal mengandung kalsium, bukankah mengonsumsi susu yang kaya kalsium bisa membuat batu semakin besar atau muncul kembali?
Ternyata, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagi kebanyakan orang yang memiliki batu ginjal kalsium oksalat, mengurangi kalsium dari makanan secara berlebihan justru bukan langkah pencegahan yang dianjurkan. Kalsium dari makanan dapat mengikat oksalat di saluran pencernaan sehingga mengurangi jumlah oksalat yang diserap tubuh dan berpotensi mencapai ginjal. Hal ini sejalan dengan panduan European Association of Urology (EAU) mengenai pencegahan batu ginjal.
Informasi ini juga disoroti akun Instagram @ginjalpedia.org. Melalui unggahan yang mengingatkan masyarakat agar tidak langsung berhenti mengonsumsi susu hanya karena takut batu ginjal kambuh.
Lantas, bagaimana sebenarnya hubungan kalsium, susu, dan batu ginjal? Apa saja yang perlu diperhatikan agar risiko batu ginjal berulang bisa ditekan?
Benarkah Kalsium Bisa Membantu Mencegah Batu Ginjal?
Batu ginjal dapat terbentuk ketika mineral dan zat tertentu dalam urine berkumpul hingga membentuk kristal. Salah satu jenis yang paling umum adalah batu kalsium oksalat, yaitu batu yang terbentuk dari kombinasi kalsium dan oksalat.
Karena namanya mengandung kalsium, banyak orang mengira semua sumber kalsium harus dihindari. Padahal, kalsium yang dikonsumsi bersama makanan dapat berikatan dengan oksalat di usus. Ikatan ini membuat sebagian oksalat keluar melalui tinja, bukan diserap ke dalam darah dan kemudian dikeluarkan melalui urine.
Dengan kata lain, kalsium dari makanan dalam jumlah yang sesuai justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat. Sebaliknya, membatasi kalsium secara berlebihan dapat meningkatkan penyerapan oksalat dalam kondisi tertentu.
Karena itu, pedoman EAU menyarankan asupan kalsium tetap normal, sekitar 1.000â1.200 miligram per hari bagi orang dewasa yang sesuai dengan rekomendasi tersebut. Kebutuhan individu tetap dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi kesehatan.
Jadi, Penderita Batu Ginjal Boleh Minum Susu?
Jawabannya, umumnya boleh, terutama bagi orang yang memiliki riwayat batu kalsium oksalat dan tidak mempunyai kondisi medis lain yang mengharuskan pembatasan tertentu.
Susu merupakan salah satu sumber kalsium yang bisa membantu memenuhi kebutuhan harian. Selain susu, kalsium juga bisa diperoleh dari yoghurt, keju, tahu yang dibuat menggunakan garam kalsium, serta produk pangan yang diperkaya kalsium.
Namun, bukan berarti semakin banyak susu yang diminum, semakin baik pula hasilnya. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan kalsium secara wajar, bukan mengonsumsi kalsium secara berlebihan.
Penting juga membedakan kalsium dari makanan dengan suplemen kalsium. Suplemen tidak selalu diperlukan dan sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang pernah mengalami batu ginjal. Jika suplemen memang dibutuhkan, waktu konsumsinya juga dapat berpengaruh terhadap penyerapan oksalat.
Haruskah Memilih Susu Low Fat?
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penderita batu ginjal wajib memilih susu rendah lemak atau low-fat.
Pada dasarnya, susu rendah lemak bisa menjadi pilihan jika seseorang ingin mengurangi asupan lemak jenuh atau mengatur total kalori. Namun, susu low-fat bukan keharusan bagi semua penderita batu ginjal hanya karena mereka memiliki riwayat batu ginjal.
Dalam pencegahan batu ginjal, hal yang lebih penting adalah menjaga asupan kalsium tetap cukup, mengurangi konsumsi garam berlebihan, tidak mengonsumsi protein hewani secara berlebihan, serta memenuhi kebutuhan cairan.
Pilihan susu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Orang yang juga memiliki kolesterol tinggi, kelebihan berat badan, atau kondisi medis tertentu mungkin memperoleh manfaat dari pilihan rendah lemak. Sementara itu, penderita batu ginjal dengan kondisi khusus perlu mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Bukan Susu Saja, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Batu Ginjal Tidak Mudah Kambuh
Selain menjaga asupan kalsium, ada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko batu ginjal berulang.
1. Kurangi konsumsi garam berlebihan
Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Karena itu, batasi makanan tinggi garam, makanan olahan, camilan asin, serta penggunaan bumbu yang mengandung banyak natrium.
2. Jangan berlebihan mengonsumsi protein hewani
Daging merah, jeroan, dan sumber protein hewani lainnya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan. Konsumsi protein hewani secara berlebihan dapat memengaruhi komposisi urine dan meningkatkan risiko pembentukan batu pada sebagian orang.
3. Minum air putih yang cukup
Kecukupan cairan merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mencegah batu ginjal. Pedoman EAU menyarankan asupan cairan sekitar 2,5â3 liter per hari untuk membantu menghasilkan urine sekitar 2â2,5 liter per hari. Kebutuhan tersebut tidak berlaku sama untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki pembatasan cairan akibat penyakit ginjal atau jantung.
4. Kenali jenis batu ginjal yang pernah dialami
Tidak semua batu ginjal terbentuk dari bahan yang sama. Ada batu kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, dan jenis lainnya. Karena itu, pengaturan pola makan idealnya disesuaikan dengan jenis batu dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar mengikuti pantangan umum.
Jangan Asal Pantang, Pencegahan Batu Ginjal Perlu Disesuaikan
Berhenti minum susu karena takut batu ginjal kambuh belum tentu menjadi keputusan yang tepat. Bagi kebanyakan orang dengan batu kalsium oksalat, mempertahankan asupan kalsium dari makanan dalam jumlah normal justru menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Fokusnya bukan menghilangkan kalsium dari menu harian, melainkan menjaga pola makan seimbang, membatasi garam, menghindari konsumsi protein hewani berlebihan, dan memenuhi kebutuhan cairan sesuai kondisi tubuh.
Jika batu ginjal pernah kambuh, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis batu dan faktor risiko yang mendasarinya. Dengan begitu, pengaturan pola makan dapat dilakukan secara lebih tepat tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi tubuh.
Jadi, jangan buru-buru mencoret susu dari menu harian hanya karena takut batu ginjal. Yang penting adalah jumlah yang sesuai, pola makan seimbang, dan saran medis berdasarkan kondisi masing-masing.
- Kalsium
- batu ginjal
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.