Kronologi Skandal Utang Orang Tua Aijing A2O LITE Terbongkar, Mantan Karyawan Bongkar Gaji Tertahan hingga Miliaran Rupiah

Ket. Aijing A2O LITE.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aijing A2O LITE, menjadi sorotan publik di tengah popularitasnya setelah debut di Korea Selatan. Bukan hanya pencapaian musik yang membuat grup ini ramai diperbincangkan, tetapi juga kontroversi yang menyeret orang tua Aijing terkait dugaan penunggakan gaji mantan karyawan perusahaan pendidikan yang mereka kelola.

Persoalan tersebut mencuat bertepatan dengan debut A2O LITE pada 13 Oktober 2026. Sejumlah mantan karyawan dilaporkan mulai mengungkap pengalaman mereka, termasuk klaim mengenai gaji yang belum dibayarkan sejak 2024. Mereka juga menyoroti kesepakatan pembayaran bertahap yang disebut tidak berjalan sesuai harapan.

Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah muncul klaim mengenai utang perusahaan yang mencapai jutaan yuan. Di tengah sorotan publik, ibu Aijing akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Namun, permintaan maaf tersebut belum menghentikan perbincangan mengenai hak para mantan karyawan yang disebut masih belum terpenuhi.

Berawal dari Mantan Karyawan yang Berani Speak Up

Mengutip laporan Allkpop, kontroversi ini bermula ketika beberapa mantan karyawan mengaku belum menerima gaji mereka sejak 2024. Mereka disebut sempat mendapatkan kesepakatan pembayaran secara bertahap dari orang tua Aijing, tetapi pembayaran tersebut diklaim hanya berlangsung selama tiga bulan.

Salah satu mantan karyawan bahkan mengungkapkan bahwa hak gajinya yang belum dibayarkan mencapai sekitar 40.000 yuan. Dalam materi yang beredar, nominal tersebut disebut setara dengan sekitar Rp170 juta.

Tak hanya itu, perusahaan pendidikan yang dikaitkan dengan orang tua Aijing juga dilaporkan memiliki persoalan utang dengan nilai mencapai 3,45 juta yuan atau sekitar Rp7,5 miliar.

Besarnya nominal yang disebut dalam laporan tersebut membuat kasus ini semakin menyita perhatian. Terlebih, pengungkapan masalah berlangsung ketika Aijing tengah memulai karier sebagai idol bersama A2O LITE.

Namun, angka-angka tersebut merupakan klaim dan laporan yang beredar, sehingga perlu dibedakan dari jumlah kewajiban yang telah diverifikasi secara independen.

Mantan Karyawan Klaim Gaji Belum Dibayar untuk Kebutuhan Mendesak

Kontroversi semakin menuai simpati setelah seorang mantan karyawan mengaku pernah meminta pembayaran gaji yang tertunda untuk membantu membiayai pemakaman ayahnya.

Menurut pengakuan yang beredar, ia hanya menerima 1.000 yuan. Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot karena menyangkut hak pekerja yang diklaim belum terpenuhi ketika mereka menghadapi kebutuhan keluarga yang mendesak.

Bagi para pekerja, gaji bukan sekadar angka dalam laporan keuangan perusahaan. Penghasilan tersebut menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar tagihan, hingga menghadapi situasi darurat.

Meski demikian, detail mengenai permintaan pembayaran dan jumlah yang benar-benar diterima masih perlu ditelusuri melalui sumber yang dapat diverifikasi. Pengakuan mantan karyawan tetap perlu diperlakukan sebagai klaim sampai terdapat bukti pendukung yang memadai.

Ibu Aijing Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf

Pada 14 Oktober 2026, seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu Aijing menyampaikan permintaan maaf melalui platform media sosial Weibo. Dalam pernyataannya, ia mengakui adanya persoalan pembayaran gaji dan menjelaskan bahwa perusahaan pendidikan yang pernah dikelolanya mengalami kesulitan keuangan.

Ia menyebut memburuknya kondisi operasional perusahaan serta perubahan dalam industri pendidikan sebagai faktor yang membuat penyelesaian masalah berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Meski memberikan penjelasan mengenai kondisi perusahaan, ibu Aijing tetap mengakui bahwa kegagalan membayar gaji karyawan tepat waktu merupakan kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan.

Ia juga menyatakan tengah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas kemungkinan penyelesaian. Dalam pernyataan tersebut, ia menegaskan tidak akan menghindari tanggung jawab dan akan terus berupaya menyelesaikan persoalan yang ada.

Salah satu bagian yang turut menarik perhatian adalah penegasannya bahwa Aijing tidak terlibat dalam bisnis maupun perselisihan utang tersebut.

Menurut pernyataan sang ibu, tanggung jawab atas persoalan itu berada di tangan orang tua sebagai pihak yang menjalankan bisnis. Karena itu, kontroversi yang menyangkut perusahaan keluarga tersebut tidak semestinya secara otomatis dibebankan kepada Aijing sebagai anggota A2O LITE.

Kontroversi Berlanjut, Agensi Belum Beri Pernyataan Resmi

Walaupun permintaan maaf telah disampaikan, laporan mengenai pengakuan mantan karyawan lainnya masih beredar. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Allkpop, hingga 18 Oktober 2026, A2O Entertainment belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai dugaan penunggakan gaji tersebut.

Situasi ini membuat publik masih menantikan kejelasan mengenai perkembangan penyelesaian kewajiban kepada para mantan karyawan. Permintaan maaf di media sosial memang menjadi bentuk pengakuan atas persoalan yang disampaikan, tetapi penyelesaian hak pekerja tetap membutuhkan tindak lanjut yang nyata.

Di sisi lain, penting untuk membedakan tanggung jawab pihak yang menjalankan bisnis dengan karier Aijing sebagai idol. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Aijing terlibat dalam persoalan perusahaan hanya karena ia merupakan anak dari pihak yang dituduh.

A2O LITE Justru Cetak Prestasi di Awal Debut

Di tengah kontroversi yang menyeret keluarga salah satu anggotanya, A2O LITE juga mencatat sejumlah pencapaian sejak debut. Lagu perdana mereka, NEON, dilaporkan mendapatkan perhatian di sejumlah platform musik, termasuk Melon dan Spotify Korea Selatan.

Berdasarkan informasi yang diberikan, lagu tersebut disebut berhasil menempati posisi pertama Melon Top 100 sekitar 29 jam setelah dirilis dan meraih posisi teratas di tangga lagu Spotify Korea Selatan.

Pencapaian grup ini berlanjut di program musik televisi Korea. Pada 20 Oktober 2026, A2O LITE dilaporkan meraih kemenangan pertama di The Show, hanya tujuh hari setelah debut. Mereka kemudian memenangkan Show Champion pada 21 Oktober dan M Countdown pada 22 Oktober.

Prestasi tersebut membuat perjalanan awal A2O LITE di industri K-pop berlangsung bersamaan dengan kontroversi yang menjadi perhatian publik. Namun, keberhasilan grup di panggung musik dan dugaan persoalan bisnis keluarga merupakan dua hal berbeda yang perlu dinilai berdasarkan informasi masing-masing.

Kini, sorotan terhadap kasus tersebut tertuju pada perkembangan penyelesaian klaim gaji mantan karyawan serta kejelasan dari pihak-pihak terkait. Publik juga menantikan apakah akan ada pembaruan resmi mengenai persoalan yang mencuat di tengah awal karier Aijing bersama A2O LITE.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN