Bercerai dari Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Singgung 6 Tipe Pria yang Tak Layak Dinikahi
Ket. Bercerai dari Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Singgung 6 Tipe Pria yang Tak Layak Dinikahi
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tasya Farasya membagikan pesan mengenai pentingnya memilih pasangan hidup setelah pernikahannya dengan Ahmad Assegaf kandas.
Melalui unggahan di Threads pada Minggu (25/10), ibu dua anak tersebut mengingatkan perempuan agar lebih cermat sebelum memutuskan menikah dengan seorang pria.
Rekomendasi juga buat kamu:
Dalam unggahannya, Tasya menguraikan enam karakter pria yang menurutnya perlu dihindari sebelum membangun rumah tangga. Karakter tersebut mencakup perilaku manipulatif, tidak memiliki pendirian, hingga kurang memahami tanggung jawab sebagai suami dan ayah.
Pesan tersebut menarik perhatian warganet karena membahas sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi keharmonisan hubungan dan kehidupan rumah tangga.

1. Pria yang Gemar Melakukan Gaslighting
Karakter pertama yang disoroti Tasya adalah pria yang gemar melakukan gaslighting. Istilah ini merujuk pada perilaku manipulatif yang dapat membuat seseorang meragukan ingatan, persepsi, atau penilaiannya sendiri.
Tasya mengingatkan perempuan agar tidak terburu-buru menikahi pria yang menunjukkan perilaku tersebut. Menurut pesan yang disampaikannya, manipulasi dalam hubungan merupakan hal yang perlu diwaspadai sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
2. Pria yang Tidak Punya Pendirian dan Terlalu Bergantung pada Ibu
Tasya juga menyoroti pria yang kesulitan mengambil keputusan sendiri dan terlalu bergantung pada ibunya. Ia menyebut karakter tersebut sebagai pria yang masih berperilaku seperti anak mama dan tidak memiliki pendirian.
Dalam membangun rumah tangga, kemampuan mengambil keputusan secara mandiri menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pasangan suami istri juga perlu mampu menentukan pilihan bersama dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
3. Pria yang Lebih Memilih Nongkrong daripada Bersama Keluarga
Karakter berikutnya adalah pria yang lebih mengutamakan waktu bersama teman-temannya dibandingkan berkumpul dengan istri dan anak. Tasya menyoroti kebiasaan pria yang memilih terus menghabiskan waktu di luar rumah hingga mengabaikan keluarga.
Menurut pesan yang disampaikannya, kebiasaan tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum menikah, terutama ketika pasangan nantinya memiliki tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dan anak.
4. Pria yang Sering Pulang Pagi Seolah Tidak Memiliki Keluarga
Selain kebiasaan nongkrong, Tasya turut menyinggung pria yang kerap pulang pagi seolah tidak memiliki keluarga di rumah.
Kebiasaan tersebut menjadi perhatian karena kehidupan pernikahan membutuhkan komunikasi, komitmen, serta pembagian waktu yang baik antara kehidupan pribadi dan keluarga.
Pesan Tasya menekankan pentingnya mempertimbangkan kebiasaan sehari-hari calon pasangan, termasuk bagaimana ia menempatkan keluarga dalam prioritas hidupnya.
5. Pria yang Menginginkan Status Suami dan Ayah, tetapi Mengabaikan Tanggung Jawab
Tasya kemudian menyoroti pria yang ingin mendapatkan status sebagai suami dan ayah, tetapi tidak memahami tanggung jawab yang menyertainya.
Menurut pesan yang disampaikannya, pernikahan bukan sekadar memperoleh pengakuan sebagai pasangan atau orang tua. Ada tanggung jawab yang perlu dijalankan, mulai dari memberikan perhatian kepada keluarga hingga terlibat dalam kehidupan dan pengasuhan anak.
Karena itu, kesiapan membangun rumah tangga tidak cukup hanya dilihat dari keinginan untuk menikah, tetapi juga dari kesadaran terhadap tanggung jawab setelah pernikahan berlangsung.
6. Pria yang Belum Dewasa dan Masih Harus Diajari Cara Bersikap
Karakter terakhir yang disoroti Tasya adalah pria yang belum menunjukkan kedewasaan dalam bersikap dan masih harus diajari bagaimana menjadi laki-laki dewasa.
Kedewasaan dalam hubungan dapat tercermin melalui kemampuan berkomunikasi, mengelola emosi, menghormati pasangan, serta bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Melalui pesannya, Tasya mengingatkan perempuan agar mempertimbangkan kematangan emosional calon pasangan sebelum memutuskan menikah.
Sebab, hubungan rumah tangga membutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak, bukan hanya satu orang yang terus-menerus mengarahkan pasangannya.
Akhiri Unggahan dengan Sindiran
Di akhir utasnya, Tasya menambahkan kalimat singkat bernada sindiran, yakni kicau mania. Unggahan tersebut kemudian menjadi sorotan karena memuat pandangannya mengenai karakter pasangan, kedewasaan, dan tanggung jawab dalam pernikahan.
Meski pesan itu dibagikan setelah pernikahannya dengan Ahmad Assegaf kandas, Tasya tidak secara eksplisit menyebut nama mantan suaminya dalam unggahan tersebut.
Karena itu, keenam karakter yang disampaikan Tasya dapat dipahami sebagai pandangannya mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah, tanpa menyimpulkan bahwa seluruh poin tersebut merujuk pada pengalaman pribadinya bersama Ahmad Assegaf.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Bercerai dari Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Singgung 6 Tipe Pria yang Tak Layak Dinikahi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!