Ibu Aijing A2O LITE Terseret Dugaan Kelas Pseudoscience, Biaya Pelatihan Tembus Rp83 Juta!

Jum'at, 23 Okt 2026, 18:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ibu Aijing A2O LITE, kembali menjadi sorotan di tengah kontroversi yang menyeret keluarganya. Kali ini, isu yang beredar bukan hanya soal dugaan penunggakan gaji karyawan, tetapi juga dugaan keterlibatan dalam platform edukasi bernama Ai Neng yang menawarkan pelatihan dengan metode yang dipertanyakan secara ilmiah.

Laporan yang dikaitkan dengan media Tiongkok, termasuk NetEase Entertainment, disebut menyoroti persoalan tersebut. Bahkan, dugaan praktik kelas pseudoscience ini dinilai menjadi isu serius karena menyangkut biaya pelatihan yang mahal serta klaim kemampuan luar biasa yang ditawarkan kepada anak-anak.

Namun, berbagai tuduhan tersebut tetap perlu ditelusuri melalui sumber dan dokumen yang dapat diverifikasi. Informasi yang beredar di media maupun kesaksian pihak tertentu tidak serta-merta menjadi bukti bahwa setiap dugaan telah terbukti secara hukum.

Biaya Pelatihan Ai Neng Disebut Capai Rp83 Juta

20261023174026_HVTWdIqbwAASjL3.jpg

Ket. Foto: Kontroversi Aijing A20 LITE. — Sumber: Istimewa

Dok. Weibo

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tarif program pelatihan Ai Neng. Berdasarkan informasi yang beredar, keluarga peserta disebut harus membayar hingga 38.000 yuan atau sekitar Rp83 juta untuk mengikuti program selama tiga hari.

Angka tersebut tentu terbilang fantastis, terlebih jika dibandingkan dengan durasi pelatihannya yang relatif singkat. Biaya besar itu pun memunculkan pertanyaan mengenai materi yang diajarkan, dasar ilmiah metode pelatihan, serta manfaat nyata yang dijanjikan kepada peserta.

Program tersebut dikabarkan menawarkan berbagai kemampuan yang terdengar tidak biasa. Anak-anak disebut dapat dilatih untuk menebak warna tanpa melihat objek secara langsung, membaca tulisan pada kartu yang dibalik hanya melalui sentuhan, hingga melakukan telekinesis atau memindahkan benda tanpa menyentuhnya secara fisik.

Klaim semacam ini perlu diperiksa secara kritis. Hingga ada bukti ilmiah yang kuat dan dapat diuji secara independen, kemampuan tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai hasil pelatihan yang telah terbukti.

Ibu Aijing Disebut Punya Peran Penting

20261023174218_WhatsApp-Image-2026-10-23-at-17.42.03.jpeg

Dok. Weibo

Sorotan lain tertuju pada dugaan posisi ibu Aijing dalam platform Ai Neng. Materi promosi lama yang disebut beredar di dunia maya diklaim menampilkan dirinya bukan sekadar sebagai staf, melainkan sebagai pengajar utama sekaligus sosok yang mempromosikan teori Ai Neng.

Jika materi tersebut autentik dan konteksnya sesuai dengan laporan yang beredar, informasi itu dapat menjadi bagian penting untuk memahami peran yang pernah dijalankannya dalam program tersebut.

Meski begitu, jabatan atau posisi seseorang dalam sebuah platform tidak otomatis membuktikan keterlibatan dalam tindakan melanggar hukum. Penilaian yang lebih akurat memerlukan pemeriksaan terhadap dokumen asli, struktur organisasi, isi program, serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

Orang Tua Peserta Diduga Diberi Tekanan untuk Membayar Lagi

20261023174237_HVTWh5JaYAAlcug.jpg

Dok. Weibo

Selain materi pelatihan, metode perekrutan peserta juga menjadi perhatian. Sejumlah kesaksian yang disebut beredar menuding bahwa orang tua dipisahkan dari anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Dalam dugaan tersebut, anak-anak mengikuti kelas, sementara orang tua berada di ruangan lain dan mendapatkan penjelasan yang diarahkan untuk mendorong mereka melanjutkan program berbayar.

Praktik seperti ini, apabila terbukti terjadi, dapat menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi penyelenggara dan cara mereka menawarkan layanan kepada keluarga peserta. Terlebih jika keputusan membayar program lanjutan dibuat karena tekanan psikologis, bukan berdasarkan informasi yang lengkap dan objektif.

Meski demikian, klaim mengenai manipulasi atau tekanan psikologis perlu didukung bukti yang jelas. Kesaksian peserta dan orang tua penting untuk ditelusuri, tetapi tetap perlu diperiksa bersama dokumen pembayaran, materi promosi, serta tanggapan penyelenggara.

Klaim Kemampuan di Luar Nalar Kembali Jadi Perdebatan

20261023174254_HVTWjzeasAAe3qd.jpg

Dok. Weibo

Kontroversi Ai Neng juga mengingatkan publik agar lebih berhati-hati terhadap program yang menjanjikan kemampuan luar biasa, terutama jika dibanderol dengan biaya tinggi. Klaim seperti membaca tanpa melihat atau memindahkan benda tanpa kontak fisik membutuhkan bukti yang dapat diuji secara objektif, bukan sekadar demonstrasi promosi atau testimoni.

Jika suatu program ditujukan kepada anak-anak, orang tua perlu memastikan bahwa metode pengajarannya memiliki dasar yang jelas, biaya dan ketentuannya transparan, serta manfaatnya tidak dibangun dari janji yang sulit dibuktikan.

Di tengah ramainya isu yang menyeret keluarga Aijing A2O LITE, penting untuk memisahkan fakta yang telah terkonfirmasi dari tuduhan yang masih memerlukan pembuktian. Publik berhak mempertanyakan program yang dinilai meragukan, tetapi kesimpulan mengenai tanggung jawab seseorang tetap harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi tersedia, dugaan keterlibatan ibu Aijing dalam platform Ai Neng sebaiknya dipahami sebagai isu yang masih perlu ditelusuri, bukan sebagai kesimpulan hukum yang sudah final.

  • a20 lite
  • Aijing A2O LITE

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.