7 Manfaat Bawang Putih Mentah untuk Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Turunkan Berat Badan!

Ket. Potret bawang putih.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bawang putih selama ini dikenal sebagai salah satu bumbu dapur andalan yang mampu membuat masakan terasa lebih gurih dan harum. Namun, siapa sangka rempah yang mudah ditemukan di dapur ini juga menyimpan berbagai senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh?

Menariknya, bawang putih mentah dapat menghasilkan lebih banyak allicin aktif dibandingkan bawang putih yang langsung dipanaskan. Meski begitu, manfaatnya tetap bergantung pada jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, serta pola hidup secara keseluruhan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bawang putih berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung sistem kekebalan tubuh, hingga mengontrol kadar gula darah. Namun, bahan alami ini bukan pengganti obat atau perawatan medis yang telah direkomendasikan dokter.

Lantas, apa saja manfaat bawang putih mentah jika dikonsumsi secara rutin? Berikut tujuh manfaat yang menarik untuk diketahui!

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat bawang putih mentah yang banyak diteliti adalah potensinya dalam mendukung kesehatan jantung. Mengutip berbagai penelitian kesehatan, senyawa aktif dalam bawang putih dapat membantu memperbaiki sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Konsumsi bawang putih diketahui berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Pada sebagian orang, bawang putih juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika sebelumnya memiliki tekanan darah tinggi.

Efek tersebut diduga berkaitan dengan senyawa sulfur yang membantu mendukung fungsi pembuluh darah. Meski demikian, hasil penelitian dapat berbeda pada setiap orang.

Bawang putih tetap tidak bisa menggantikan obat kolesterol maupun obat hipertensi. Untuk menjaga kesehatan jantung, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan tetap menjadi langkah utama.

2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Mudah terserang flu atau mengalami gangguan kesehatan tentu dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Karena itu, menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi bagian penting dari pola hidup sehat.

Bawang putih mengandung senyawa sulfur dan berbagai komponen alami yang memiliki aktivitas antioksidan serta menunjukkan potensi antimikroba dalam penelitian laboratorium.

Senyawa tersebut menarik perhatian peneliti karena berpotensi membantu tubuh menghadapi mikroorganisme tertentu. Beberapa penelitian juga telah mengkaji kemungkinan bawang putih membantu mengurangi kejadian atau durasi gejala infeksi saluran pernapasan.

Namun, bukti bahwa bawang putih mentah secara langsung mampu mencegah flu atau menyembuhkan infeksi masih terbatas. Mengonsumsinya tidak berarti seseorang akan kebal terhadap penyakit.

Untuk mendukung daya tahan tubuh, tetap prioritaskan asupan protein, sayuran, buah-buahan, tidur cukup, serta aktivitas fisik secara teratur.

3. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kesehatan pencernaan juga menjadi salah satu aspek yang berpotensi mendapatkan manfaat dari kandungan alami bawang putih.

Bawang putih mengandung karbohidrat tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri usus. Kandungan tersebut berpotensi mendukung keseimbangan mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang berperan dalam proses pencernaan dan kesehatan tubuh.

Senyawa dalam bawang putih juga menunjukkan aktivitas antimikroba dalam sejumlah penelitian. Meski demikian, efeknya terhadap bakteri baik dan bakteri berbahaya di dalam usus tidak sesederhana sekadar membasmi bakteri jahat.

Perlu diketahui, bawang putih mentah justru dapat memicu perut kembung, rasa panas, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang. Penderita sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), misalnya, mungkin lebih sensitif terhadap kandungan fruktan dalam bawang putih.

Jadi, perhatikan respons tubuh ketika mengonsumsinya dan jangan memaksakan diri jika muncul ketidaknyamanan.

4. Berpotensi Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah, bawang putih juga menarik untuk diperhatikan. Sejumlah penelitian terhadap suplemen bawang putih menemukan potensi penurunan kadar gula darah puasa pada sebagian orang dengan diabetes tipe 2.

Manfaat tersebut diduga berkaitan dengan senyawa sulfur yang dapat memengaruhi proses metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Akan tetapi, penelitian yang tersedia menggunakan berbagai bentuk dan dosis bawang putih, sehingga hasilnya tidak dapat langsung disamakan dengan konsumsi bawang putih mentah dalam masakan sehari-hari.

Bawang putih bukan obat diabetes dan tidak boleh digunakan untuk menggantikan insulin maupun obat penurun gula darah.

Jika memiliki diabetes, penting untuk tetap mengikuti anjuran dokter, memantau kadar gula darah, serta menjaga pola makan. Konsumsi bawang putih sebagai bagian dari makanan sehari-hari dapat dipertimbangkan selama sesuai dengan kondisi tubuh dan tidak mengganggu pengobatan.

5. Berpotensi Melindungi Sel Otak dari Kerusakan

Tak hanya kesehatan jantung, bawang putih juga diteliti karena kandungan antioksidannya yang berpotensi mendukung kesehatan otak.

Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari stres oksidatif, yakni kondisi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya. Stres oksidatif menjadi salah satu faktor yang dikaji dalam kaitannya dengan proses penuaan dan sejumlah penyakit neurodegeneratif.

Beberapa penelitian praklinis menunjukkan bahwa senyawa dalam bawang putih berpotensi memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi yang berkaitan dengan perlindungan jaringan saraf.

Meski terdengar menjanjikan, bukti bahwa mengonsumsi bawang putih mentah secara rutin dapat mencegah penyakit Alzheimer atau demensia pada manusia masih belum memadai.

Untuk menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia, pola makan seimbang, olahraga, tidur berkualitas, dan aktivitas yang merangsang kemampuan berpikir tetap penting dilakukan.

6. Berpotensi Membantu Mengurangi Kelelahan saat Berolahraga

Bagi kamu yang rutin berolahraga, bawang putih juga pernah diteliti terkait daya tahan dan performa fisik.

Sejumlah penelitian mengkaji senyawa dalam bawang putih untuk mengetahui potensinya dalam mendukung fungsi pembuluh darah, metabolisme, dan respons tubuh terhadap aktivitas fisik.

Ada pula penelitian yang meneliti sediaan bawang putih tertentu terhadap kelelahan akibat olahraga. Namun, hasil penelitian tersebut belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa konsumsi bawang putih mentah secara langsung dapat meningkatkan stamina atau membuat seseorang berolahraga lebih lama.

Jika ingin meningkatkan performa fisik, kebutuhan cairan, asupan karbohidrat dan protein, waktu istirahat, serta program latihan yang sesuai tetap menjadi faktor utama.

Bawang putih boleh menjadi bagian dari menu makanan sehat, tetapi jangan mengandalkannya sebagai suplemen peningkat stamina tanpa bukti yang memadai.

7. Mendukung Pengelolaan Berat Badan

Sedang berusaha menurunkan berat badan? Bawang putih juga kerap dikaitkan dengan metabolisme lemak dan pengelolaan berat badan.

Sejumlah penelitian awal, terutama penelitian pada hewan dan studi menggunakan suplemen tertentu, menemukan kemungkinan efek bawang putih terhadap metabolisme lemak dan berat badan. Namun, bukti pada manusia masih terbatas dan belum cukup untuk memastikan bahwa bawang putih mentah dapat membakar lemak secara langsung.

Meski begitu, bawang putih tetap bisa menjadi tambahan yang bermanfaat dalam menu diet seimbang. Aromanya yang kuat dapat memperkaya rasa masakan sehingga makanan tetap terasa nikmat tanpa harus bergantung pada tambahan garam atau saus berlebihan.

Untuk menurunkan berat badan, fokuslah pada pengaturan porsi makan, konsumsi protein dan serat yang cukup, aktivitas fisik, serta pola tidur yang baik. Tidak ada satu bahan makanan yang dapat menggantikan kebiasaan tersebut.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN