5 Tips Menjaga Pertemanan di Usia Dewasa agar Tetap Dekat meski Jarang Bertemu

Ket. 5 Tips Menjaga Pertemanan di Usia Dewasa agar Tetap Dekat meski Jarang Bertemu

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah merasa bahwa semakin dewasa, teman-teman yang dahulu selalu bersama saat sekolah atau kuliah perlahan mulai menjauh? Lingkup pertemanan semakin mengecil, komunikasi terasa canggung, bahkan kabar terbaru teman terkadang hanya diketahui melalui unggahan di media sosial.

Persahabatan dapat menjadi salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup. Menurut Mac Stanley Cazeau, LMHC, seorang terapis pasangan di New York City, dalam artikel WebMD, persahabatan memengaruhi suasana hati, rasa aman, pengalaman hidup, hingga kesehatan seseorang.

Namun, tuntutan pekerjaan dan keluarga sering kali membuat prioritas berubah. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga pertemanan tetap dekat di tengah kesibukan. Berikut tipsnya!

1. Sempatkan Saling Berkabar

Salah satu cara menjaga pertemanan adalah dengan mempertahankan komunikasi. Penelitian yang dilansir dari Simply Psychology menunjukkan bahwa menghubungi teman sekitar satu kali dalam sebulan dapat membantu mempertahankan kedekatan.

Di tengah kesibukan, meluangkan waktu untuk mengirim pesan dan menanyakan kabar bisa menjadi bentuk perhatian yang berarti. Tidak harus melalui percakapan panjang, pesan singkat untuk sekadar menyapa pun dapat menunjukkan bahwa kita masih peduli.

Karena itu, jangan ragu menghubungi teman terlebih dahulu untuk menjaga komunikasi tetap terjalin.

2. Saling Mendengarkan

Merasa diperhatikan, didengarkan, dan dipahami merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pertemanan. Penelitian Dunbar menemukan bahwa pengalaman tersebut berperan kuat dalam membangun hubungan persahabatan yang berkualitas.

Karena itu, jadilah tempat yang aman bagi teman untuk berbagi cerita tanpa takut dihakimi. Mac Stanley Cazeau menjelaskan bahwa memberikan ruang bagi teman untuk meluapkan perasaan penting bagi kesehatan mental mereka.

Saat teman menghadapi masalah, kita tidak harus selalu memberikan solusi. Terkadang, mereka hanya membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan dan memahami perasaannya.

3. Keterbukaan

Keterbukaan dapat membantu membangun persahabatan yang lebih dekat. Jika percakapan hanya berkisar pada kegiatan sehari-hari, hubungan pertemanan terkadang sulit berkembang menjadi lebih mendalam.

Cobalah berbagi cerita tentang pengalaman, perasaan, atau tantangan yang sedang dihadapi. Hal ini dapat membantu masing-masing pihak mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

Namun, keterbukaan tetap perlu dibangun secara bertahap sesuai kenyamanan. Ketika dilandasi rasa percaya dan sikap saling menghargai, pertemanan bisa menjadi tempat untuk berbagi kebahagiaan maupun menghadapi masa sulit.

4. Kendalikan Perasaan Kompetitif

Seiring bertambahnya usia, setiap orang memiliki pencapaian dan perjalanan hidup yang berbeda. Ada teman yang sukses dalam karier atau telah menikah, sementara yang lain mungkin masih berusaha mencapai tujuan hidupnya.

McCrink dalam artikel WebMD menyarankan agar seseorang tidak membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Alih-alih menganggap teman sebagai pesaing, jadilah pendukung yang tulus.

Setiap orang memiliki waktu dan prioritas berbeda. Keberhasilan teman bukan berarti mengurangi kesempatan kita untuk meraih keberhasilan sendiri.

Dengan belajar menerima perjalanan hidup masing-masing dan saling memberikan dukungan, hubungan pertemanan dapat tetap terjaga tanpa harus dibayangi persaingan.

5. Lakukan Kegiatan Rutin Bersama

Kesibukan sering membuat rencana berkumpul hanya menjadi wacana. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menjadwalkan kegiatan rutin bersama teman.

Kegiatannya tidak harus selalu berupa liburan. Makan malam setiap bulan, berjalan kaki setiap minggu, atau liburan bersama setiap tahun bisa menjadi pilihan.

Dengan jadwal yang jelas, setiap orang dapat menyesuaikan waktu di tengah kesibukan. Kegiatan rutin juga memberikan kesempatan untuk berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan menciptakan kenangan baru.

Ketika kebiasaan ini terbentuk, meluangkan waktu bersama bisa terasa lebih mudah sehingga hubungan pertemanan tetap terjaga.

Menjaga pertemanan di usia dewasa memang membutuhkan usaha. Kesibukan dan perubahan prioritas bisa mengurangi intensitas komunikasi, tetapi bukan berarti persahabatan harus merenggang.

Mulai dari menyempatkan diri untuk berkabar, menjadi pendengar yang baik, hingga membuat agenda rutin bersama, langkah sederhana dapat membantu mempertahankan hubungan yang bermakna.

Jangan menunggu momen khusus untuk menghubungi teman lama. Terkadang, satu pesan sederhana untuk menanyakan kabar bisa menjadi awal untuk kembali mendekatkan hubungan yang sempat merenggang.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN