5 Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sebaiknya Jangan Diabaikan

Sabtu, 19 Sep 2026, 19:35 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam hubungan asmara, perkataan pasangan yang terdengar sepele ternyata bisa menjadi tanda komunikasi yang tidak sehat. Jika terus dibiarkan, beberapa kalimat tertentu<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> <?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> <?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> <?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> bahkan dapat merusak hubungan.

Rachel Glik, konselor profesional berlisensi<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> dan terapis pasangan berpengalaman lebih dari 30 tahun, menyebut pilihan kata maupun bahasa tubuh dapat menunjukkan sikap kurang menghargai pasangan.

Ket. Foto: 5 Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sebaiknya Jangan Diabaikan — Sumber: Istimewa

Berikut lima kalimat<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> yang dapat menjadi red flag dalam hubungan.

“Aku Nggak Salah Apa-apa”

Kalimat ini dapat menunjukkan sikap defensif ketika seseorang mendapat keluhan dari pasangannya.

Menurut psikolog klinis berlisensi Dr. Bailey Hanek, respons tersebut bisa terasa menyakitkan karena menunjukkan seseorang tidak berusaha memahami perasaan pasangannya dan justru langsung membela diri.

Dalam hubungan yang sehat, seseorang sebaiknya mampu mengesampingkan ego, mendengarkan keluhan, dan mencoba memahami alasan<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> pasangannya merasa terluka.

“Kamu Terlalu Sensitif”

Ucapan ini dapat membuat perasaan pasangan seolah dianggap berlebihan atau tidak valid. Jika terus diulang, pasangan bisa merasa tidak dihargai.

Glik menyebut hubungan yang sehat membutuhkan sikap saling menghormati perasaan, meskipun kedua pihak tidak selalu memiliki pandangan yang sama.

Ucapan tersebut juga berpotensi menjadi bentuk gaslighting karena membuat seseorang mer<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> agukan atau mempertanyakan kewajaran perasaannya sendiri.

“Aku Merasa Kamu Lagi Nyerang Aku”

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti bentuk komunikasi yang sehat karena menggunakan pernyataan mengenai perasaan diri sendiri. Namun, menurut Dr. Daisy Correa, ucapan tersebut juga dapat menjadi red flag.

Kalimat itu bisa digunakan untuk mengalihkan pembicaraan ketika seseorang mendapat kritik. Akibatnya, pasangan yang awalnya menyampaikan masalah justru dapat<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> merasa bersalah dan akhirnya meminta maaf.

“Kenapa, Sih, Kamu Selalu Nungkit Masa Lalu”

Ucapan ini dapat menjadi cara untuk menghindari pembahasan mengenai masalah atau peril<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> aku yang sebenarnya terus berulang.

Dr. Hanek menilai penting bagi pasangan untuk mampu mengenali pola yang bermasalah dan membicarakannya. Menghindari pembahasan masa lalu yang berkaitan dengan<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> <?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> <?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> pola berulang dapat membuat masalah serupa terus terjadi.

“Kalau Kamu Beneran Sayang Aku, Kamu Bakal...”

Kalimat ini merupakan bentuk tekanan emosional yang menjadikan rasa cinta sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu.

Glik menilai pola<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> komunikasi seperti ini tidak sehat karena dapat membuat pasangan merasa bersalah dan terdorong melakukan sesuatu demi membuktikan rasa cintanya.

Dalam hubungan yang sehat, rasa cinta se<?marker name="assistant-pending-bbb4ea54-1a49-4c73-a8d2-e4291186c834-pending-tail"?> harusnya tidak digunakan untuk mengontrol pasangan atau membuat mereka merasa harus mengabaikan batasan pribadi.

  • Kalimat Orang Red Flag
  • Tanda Orang Red Flag

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.