Viral Tren Diet Ekstrem di China, Anak Muda Sengaja Ngemil Makanan Anjing!

Rabu, 16 Sep 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Cara menurunkan berat badan biasanya identik dengan mengurangi kalori, memperbanyak olahraga, atau memilih makanan yang lebih sehat. Namun, anak muda di China justru menemukan cara yang terbilang tidak biasa.

Alih-alih hanya menghitung jumlah kalori dalam makanan, mereka mulai memilih camilan bertekstur keras, alot, dan membutuhkan waktu lama untuk dikunyah. Tren tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan membuat berbagai makanan yang sebelumnya kurang populer kembali dilirik.

Ket. Foto: Ilustrasi makanan anjing. — Sumber: Istimewa

Melansir SCMP, sejumlah anak muda mencoba mengatasi keinginan ngemil dengan membuat mulut mereka terus bekerja. Makanan seperti dendeng sapi, roti kukus beku, biskuit bayi untuk tumbuh gigi hingga permen karet tanpa gula disebut menjadi pilihan.

Bagi mereka, persoalan utamanya bukan sekadar rasa makanan. Justru, semakin lama makanan dikunyah, semakin menarik bagi orang yang sedang berusaha mengontrol nafsu makan.

Bukan Cuma Hitung Kalori, Mengunyah Jadi Senjata Baru

Konsep di balik tren ini sebenarnya cukup sederhana. Seseorang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengunyah diharapkan tidak mudah mengambil camilan lainnya.

Mulut yang terus bergerak juga dianggap dapat mengalihkan perhatian dari keinginan untuk makan secara berlebihan.

Salah satu pengguna media sosial berusia 37 tahun asal Guangxi bahkan memilih dangshen, sejenis akar yang dikenal dalam pengobatan tradisional China. Ia menyebut bahan tersebut memiliki rasa sedikit manis sekaligus tekstur yang membuatnya bisa dikunyah cukup lama.

Ia tetap melakukan olahraga, tetapi mengaku masih mengalami kesulitan mengontrol keinginan makan. Karena itu, ia memilih camilan yang dapat membuat dirinya tetap sibuk ketika bekerja tanpa harus terus menambah asupan makanan.

Selain dangshen, ia juga sesekali mengonsumsi dendeng sapi tanpa bahan tambahan dan permen karet bebas gula.

Kue Keras Seperti Batu Ikut Diburu

Fenomena tersebut ternyata turut membuat makanan tradisional dengan tekstur keras kembali mendapatkan perhatian.

Salah satunya adalah Zhoushan hard cake dari Zhejiang. Kue berbahan ketan yang dikeringkan ini terkenal dengan teksturnya yang sangat keras. Bahkan, teksturnya kerap dianalogikan seperti batu bata.

Pada masa lalu, makanan tersebut memiliki keunggulan karena dapat disimpan dalam waktu lama. Kue ini bahkan dikaitkan dengan kebutuhan perjalanan militer maupun aktivitas melaut.

Bukan cuma Zhoushan hard cake, kue beras goreng dari Guangdong dan pancake khas Shandong juga ikut menjadi makanan yang menarik perhatian dalam tren tersebut.

Bagi pengikut pola makan ini, pengalaman makan pun berubah. Mereka tidak hanya memperhatikan berapa banyak kalori yang masuk, tetapi juga berusaha memperpanjang waktu yang dihabiskan untuk mengunyah.

Ada yang Sampai Mengunyah Camilan untuk Anjing

Yang lebih mengejutkan, sebagian pengguna media sosial dilaporkan mencoba cara yang jauh lebih ekstrem.

Salah seorang pengguna mengaku mengunyah dog chew stick atau batang kunyah yang memang dibuat untuk anjing ketika dirinya merasa cemas menjelang ujian.

Ia bahkan mengklaim dapat menghabiskan waktu hingga dua jam untuk mengunyah satu batang. Menurut pengakuannya, aktivitas tersebut membuatnya merasa lebih tenang sekaligus membantu menjaga kebersihan mulut.

Namun, produk yang dibuat untuk hewan tidak seharusnya dianggap sebagai makanan manusia. Kebiasaan tersebut juga tidak dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk menurunkan berat badan.

Benarkah Camilan Keras Bisa Bikin Cepat Kurus?

Tren camilan alot ini hanyalah salah satu cara yang sedang dicoba sebagian anak muda China untuk mengontrol berat badan.

Ada pula yang memilih makanan dengan indeks glikemik lebih rendah atau mengandalkan makanan sederhana seperti daging dan sayuran yang telah dipotong kemudian dibekukan.

Dibandingkan pola diet ekstrem yang memangkas asupan makanan secara drastis, pendekatan dengan makanan sederhana dan tetap memperhatikan nutrisi dinilai lebih masuk akal.

Aktivitas mengunyah sendiri juga pernah dikaitkan dengan pengelolaan stres mental dalam sejumlah penelitian. Sementara itu, dalam prinsip pengobatan tradisional China, makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik juga dianggap berkaitan dengan proses pencernaan.

Meski demikian, bukan berarti makanan yang semakin keras otomatis semakin ampuh untuk menurunkan berat badan.

Jadi, tren ini mungkin terlihat unik dan menarik untuk dibahas, tetapi jangan sampai keinginan cepat kurus justru membuat seseorang mencoba cara ekstrem yang berisiko bagi kesehatan.

  • diet
  • Diet Ekstrem

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.