- Home
-
- Entertainment
-
- Korban Bongkar Kronologi...
Korban Bongkar Kronologi Betrand Peto Lakukan Kekerasan Seksual, Dipaksa Berhubungan Badan di Depan Toilet!
Senin, 14 Sep 2026, 09:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto atau Onyo tengah menjadi perhatian publik. Laporan polisi terkait dugaan tindak pidana tersebut disebut dibuat pada 12 September 2026.
Pihak korban melalui kuasa hukumnya mengungkap Betrand Peto menjadi pihak yang dilaporkan dalam perkara tersebut. Laporan itu berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi di sebuah klub di kawasan SCBD.
Kronologi Kekerasan Seksual Menurut Korban
"Pada tanggal 12 September sudah ada laporan polisi terhadap BP," ujar kuasa hukum korban saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menurut kuasa hukum, Betrand dilaporkan atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual. Pasal yang disangkakan dalam laporan tersebut yakni Pasal 473 Undang-Undang KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
"Di sini yang terlapor adalah Betrand Peto yang mana diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual dengan pasal yang kami sangkakan Pasal 473 Undang-Undang KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," jelasnya.
Salah seorang korban berinisial AW kemudian menyampaikan versinya mengenai kejadian yang disebut berlangsung pada 12 September 2026. Ia mengaku berada di sebuah klub di kawasan SCBD pada dini hari bersama seorang teman.
AW mengatakan dirinya tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, ia mengaku datang untuk bersenang-senang dan bertemu dengan sejumlah teman. Menurut pengakuannya, suasana awalnya berjalan seperti malam hiburan biasa dan tidak ada hal yang membuatnya merasa curiga.
Namun, situasi tersebut disebut berubah setelah seorang staf klub menghampirinya. AW mengaku ditawari untuk ikut meramaikan sebuah ruangan yang disebut sebagai room milik Betrand Peto.
"Tiba-tiba ada salah satu staf dari klub tersebut yang bilang, 'Mau enggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?'" tutur AW, Senin (14/9/2026).
AW mengaku tidak langsung menaruh kecurigaan terhadap tawaran tersebut. Ia kemudian mengikuti staf klub menuju ruangan yang dimaksud. Menurutnya, saat itu ia juga mendapat kesan kondisi di dalam ruangan tersebut aman.
"Awal-awal si waiter ini take over ke temannya satu lagi cowok juga. Dan si temannya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman," ungkap AW.
Setelah berada di lokasi, AW mengaku mengalami kejadian yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Ia mengatakan Betrand tiba-tiba menarik tangannya.
"Tiba-tiba BP narik tangan saya. Saya enggak pernah ada pikiran negatif," kata AW.
AW menyebut dirinya sempat mengira Betrand hendak mengajaknya menemui atau mengecek seseorang yang berada di sekitar toilet. Ia mengaku tidak menyangka akan mengalami dugaan pelecehan di lokasi tersebut.
"Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet. Kenapa lama sekali? Ternyata di depan pintu toilet tersebut saya dilecehin," ujar AW.
Selain menceritakan kronologi versi dirinya, pihak korban melalui kuasa hukum juga disebut menunjukkan sejumlah bukti untuk mendukung laporan tersebut. Salah satunya adalah hasil visum.
Menurut kuasa hukum korban, dokumen hasil pemeriksaan tersebut mencatat adanya sejumlah luka pada bagian tubuh korban. Bukti tersebut nantinya menjadi bagian dari proses hukum untuk mengungkap secara lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi.
Kasus ini pun masih menjadi sorotan karena muncul bersamaan dengan beragam informasi yang beredar di media sosial. Di sisi lain, tuduhan yang disampaikan korban masih perlu dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Penting untuk dicatat Betrand Peto dalam perkara ini masih berstatus sebagai pihak yang dilaporkan berdasarkan keterangan pihak korban. Fakta mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut belum dapat dinyatakan terbukti sebelum adanya hasil penyelidikan, alat bukti yang sah, serta keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
Perkembangan laporan tersebut kini dinantikan publik untuk mengetahui bagaimana proses penyelidikan berjalan dan bagaimana pihak Betrand Peto merespons tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
- kekerasan seksual
- Betrand Peto
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.