Atlet BAB Saat HYROX Beijing Tetap Lanjut hingga Juara, Dokter Ungkap Bahayanya
Ket. Atlet Australia Joanna Wietrzyk BAB saat HYROX Beijing 2026 dan tetap melanjutkan lomba hingga finis.
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang HYROX Beijing 2026 menjadi sorotan setelah atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk, mengalami inkontinensia fekal atau kondisi tidak mampu menahan buang air besar (BAB) saat bertanding. Meski mengalami gangguan tersebut, Wietrzyk tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis dan berhasil menjadi juara.
Insiden tersebut terjadi dalam kompetisi HYROX Beijing pada Sabtu (12/9/2026). Wietrzyk tampil di kategori HYROX Pro Women dan tetap menjalani rangkaian tantangan meski mengalami masalah pencernaan di tengah pertandingan.
Kejadian itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu perdebatan di berbagai negara. Sebagian warganet mempertanyakan keputusan sang atlet untuk terus bertanding, sementara kritik lainnya diarahkan kepada penyelenggara karena perlombaan tidak langsung dihentikan.
Mengapa Insiden Ini Jadi Sorotan?
HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fungsional. Format perlombaan tersebut terdiri dari delapan kali lari sejauh 1 kilometer yang masing-masing diselingi satu jenis latihan fungsional.
Dengan format tersebut, atlet menggunakan sejumlah area dan peralatan selama perlombaan. Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian karena gangguan pencernaan yang dialami seorang atlet berpotensi berdampak pada kebersihan fasilitas yang digunakan bersama.
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. Ayman Alatas, menyoroti insiden tersebut dari sisi kesehatan. Menurutnya, feses berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit dan dapat mencemari permukaan yang digunakan peserta lainnya.
"Yang jadi concern-ku adalah feses berpotensi bawa patogen (norovirus, E. coli, Shigella) dan matras/sled/track jadi fomite untuk transmisi fekal-oral ke peserta lain," tulis Ayman melalui akun Threads pribadinya @aymanalatas, dikutip Senin (14/9/2026).
Fomite merupakan benda atau permukaan yang telah terkontaminasi dan berpotensi menjadi media perpindahan agen infeksi. Dalam kompetisi yang melibatkan banyak peserta dan penggunaan fasilitas bersama, kontaminasi pada permukaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Dokter Soroti Risiko Penularan
Rekomendasi juga buat kamu:
Ayman menilai insiden tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan atlet yang mengalaminya. Menurutnya, terdapat potensi risiko penularan apabila permukaan atau peralatan yang terkontaminasi kembali digunakan peserta lain tanpa penanganan yang memadai.
Karena itu, Ayman berpendapat pertandingan semestinya dihentikan ketika insiden tersebut terjadi. Ia juga mendorong adanya aturan khusus mengenai penanganan kejadian yang berpotensi menimbulkan kontaminasi biologis dalam kompetisi olahraga.
"Risiko penularan infeksi, harusnya langsung dihentikan. Mungkin HYROX harus buat regulasi biohazard dari kasus ini," ujarnya.
Dokter Catherine Soebroto turut memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut. Ia mengingatkan atlet yang mengalami gangguan pencernaan saat berolahraga agar tidak memaksakan diri melanjutkan pertandingan.
"Buat yang lagi HYROX atau olahraga apa pun, kalau sakit perut please stop dan ke WC dulu, jangan poop di celana dan masih lanjut race," tulis Catherine melalui akun media sosialnya.
Menurut Catherine, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kondisi atlet yang bersangkutan. Feses yang menempel pada karpet atau peralatan olahraga berpotensi mengenai peserta lain yang menggunakan fasilitas serupa setelahnya.
HYROX Beri Respons soal Kontroversi
HYROX kemudian mengeluarkan pernyataan resmi menyusul kontroversi yang muncul setelah insiden di Beijing. Penyelenggara mengakui kejadian tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan yang perlu ditanggapi dan dievaluasi.
HYROX menyatakan sebenarnya telah memiliki prosedur medis serta penanganan biokontaminan. Namun, kejadian tersebut memperlihatkan adanya situasi yang tidak sepenuhnya diperkirakan sebelumnya, terutama terkait penerapan protokol antara kompetisi elite dan perlombaan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.
Penyelenggara juga mengakui insiden tersebut memunculkan rasa frustrasi, pertanyaan, hingga kritik keras dari komunitas HYROX. Menurut mereka, kekhawatiran yang muncul merupakan hal yang sah dan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki penanganan kejadian serupa.
Meski demikian, HYROX meminta komunitas tidak menjadikan kontroversi tersebut sebagai alasan untuk menyerang atlet. Penyelenggara menegaskan ancaman kekerasan maupun ajakan untuk menyakiti atlet tidak dapat dibenarkan.
"Tidak ada tempat dalam komunitas kami untuk ancaman kekerasan atau dorongan untuk menyakiti seorang atlet," demikian pernyataan HYROX.
HYROX menyatakan peserta yang terbukti melakukan ancaman, baik melalui komentar, pesan langsung maupun media sosial, dapat dilarang secara permanen mengikuti seluruh acara HYROX. Penyelenggara juga menyebut proses peninjauan dan identifikasi terhadap pihak-pihak yang melakukan ancaman tengah dilakukan.
Area Terdampak Ditutup dan Didisinfeksi
Sebelumnya, HYROX China menyatakan area serta lintasan yang terdampak insiden telah ditutup dan menjalani proses disinfeksi. Peralatan yang berkaitan dengan area tersebut juga dikeluarkan dari arena, sedangkan limbah ditangani sesuai prosedur pengelolaan sampah setempat.
Setelah seluruh pertandingan selesai, penyelenggara juga berencana mengganti karpet serta melakukan disinfeksi menyeluruh di lokasi pertandingan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan area kompetisi tetap aman digunakan.
HYROX menyatakan akan terus mengevaluasi kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran. Penyelenggara menegaskan kesejahteraan serta martabat atlet akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Atlet BAB Saat HYROX Beijing Tetap Lanjut hingga Juara, Dokter Ungkap Bahayanya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!