Daftar Kebijakan Kontroversial Purbaya Yudhi Sadewa yang Berujung Pencopotan oleh Presiden Prabowo: Dari Isu Pajak Selat Malaka hingga Ancaman Bekukan Bea Cukai
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Panggung politik nasional diwarnai kejutan setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026).
Purbaya tercatat lengser setelah mengemban tugas selama 1 tahun 5 hari sejak dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.
Selama masa kepemimpinannya di Kemenkeu, sejumlah kebijakan fiskal dan pernyataan kontroversialnya kerap menjadi sorotan tajam publik, mulai dari pengambilalihan utang mega proyek hingga wacana pembekuan institusi Bea Cukai.
Deretan Kebijakan Kontroversial Purbaya Yudhi Sadewa Selama Menjabat Menkeu
-
Pengalihan Utang KCIC: Purbaya memutuskan penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dialihkan dari Danantara Indonesia ke Kementerian Keuangan, dengan skema khusus di luar APBN yang disiapkan pemerintah.
-
Suntik Dana SAL Rp200 Triliun ke Himbara: Menggelontorkan dana Sisa Anggaran Lebih kepada bank pelat merah untuk memacu likuiditas dan menurunkan suku bunga pinjaman domestik.
Rekomendasi juga buat kamu:
-
Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH): Memangkas DBH untuk pemerintah daerah hingga 69,5 persen dalam APBN 2026 demi mengendalikan defisit anggaran di bawah 3 persen, yang sempat menuai protes sebelum akhirnya dijanjikan dibayar bertahap.
-
Gurauan Pajaki Kapal Selat Malaka: Sempat melontarkan ide kontroversial untuk mengenakan bea bagi kapal asing yang melintasi Selat Malaka seperti yang dilakukan Iran, yang langsung memicu penolakan dari Malaysia dan Singapura.
-
Ancaman Bekukan Bea Cukai: Memberikan ultimatum keras dan ancaman pembekuan terhadap Ditjen Bea Cukai menyusul sorotan publik atas buruknya kinerja pengawasan, seperti kasus di bandara IMIP hingga penyelundupan beras ilegal di Sabang.
-
Wacana Pembatasan Pertalite: Merencanakan pembatasan subsidi BBM jenis Pertalite secara bertahap bagi masyarakat kelas atas (desil 9-10) untuk menekan beban anggaran negara.
Lengsernya Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan menandai babak baru perombakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di mana posisinya kini digantikan oleh Suahasil Nazara.
Berbagai kebijakan kontroversial yang telah digulirkan, mulai dari tata kelola utang strategis hingga penertiban institusi, tentu akan menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kepemimpinan keuangan selanjutnya.
Bagaimana tanggapan Cantiks melihat dinamika pergantian Menteri Keuangan yang terjadi pasca-reshuffle ini? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar!
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Daftar Kebijakan Kontroversial Purbaya Yudhi Sadewa yang Berujung Pencopotan oleh Presiden Prabowo: Dari Isu Pajak Selat Malaka hingga Ancaman Bekukan Bea Cukai .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!