Pola Asuh Yaya Suka Toyor hingga Ucapan Kasar ke Kamari Anak Jennifer Coppen Viral Lagi, Dulu Dianggap Lucu Kini Tuai Kontroversi

Minggu, 13 Sep 2026, 08:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Pola asuh Yaya, ibu dari alm Dali Wassink ke Kamari, putri Jennifer Coppen, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah perilaku dalam pengasuhan sang anak kembali dibahas di media sosial. 

Hal yang dahulu dianggap sebagian penggemar sebagai candaan kini justru memunculkan pertanyaan baru soal batas antara bercanda dan perilaku yang berpotensi tidak baik bagi anak.

Ket. Foto: Pola asuh Yaya kepada Kamari viral lagi. — Sumber: Istimewa

Dalam narasi yang beredar di media sosial, kondisi Kamari ketika masih kecil disebut pernah menjadi perhatian. Mulai dari kuku yang terlihat kotor, popok yang penuh, hingga rambut yang tampak kurang terawat. 

Saat itu, Jennifer Coppen sendiri diketahui harus menjalani kesibukan sebagai orang tua sekaligus tulang punggung keluarga.

Kamari pun tidak selalu berada di bawah pengawasan langsung sang ibu. Dalam kesehariannya, ia juga diasuh pengasuh serta neneknya.

Namun, yang kemudian menjadi perbincangan bukan sekadar kondisi fisik Kamari, melainkan sejumlah pola interaksi orang dewasa terhadap dirinya.

Beberapa potongan video lama kembali diungkit. Dalam video tersebut, Kamari disebut pernah mendapatkan perlakuan seperti ditoyor, dilempar atau dijatuhkan dalam konteks bercanda, bahkan disertai tawa. 

Sebagian penggemar pada saat itu justru menganggap tindakan tersebut sebagai sesuatu yang lucu dan bahkan disebut sebagai cara untuk membuat anak menjadi kuat.

Padahal, bagi sebagian netizen, persoalannya bukan mengenai anak kecil yang mengalami jatuh.

Anak memang bisa terjatuh ketika bermain. Hal tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang dan eksplorasi. Namun, netizen mempertanyakan apakah situasinya masih dapat disebut candaan apabila seorang anak sengaja diperlakukan secara kasar demi membuat orang lain tertawa atau menghasilkan konten.

Perhatian juga tertuju pada momen ketika Kamari bermain trampolin bersama neneknya. Setelah kejadian tersebut, Kamari disebut mengalami lebam. Potongan momen itu kemudian kembali dibahas dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan anak saat bermain.

Selain tindakan fisik, ucapan yang diberikan kepada anak juga ikut menjadi sorotan. Salah satu perilaku yang kembali diungkit adalah ketika Kamari disebut pernah dikatai “stupid” dalam sebuah interaksi.

Bagi sebagian orang, satu ucapan mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan berulang kali kepada anak yang masih berada dalam tahap belajar memahami lingkungan, perilaku tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi cara anak memandang komunikasi dan perilaku terhadap orang lain.

Anak belajar dengan meniru. Jika tindakan mengejek, membentak, atau menyakiti dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan candaan yang biasa dilakukan orang dewasa di sekitarnya, anak bisa saja menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang normal.

Bahkan, kekhawatiran serupa muncul ketika aktivitas mengasuh dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain seperti melakukan live TikTok. Dalam beberapa potongan video yang beredar, aktivitas bersama Kamari disebut berlangsung ketika sang pengasuh atau anggota keluarga sedang melakukan siaran langsung.

Hal ini kemudian memunculkan perdebatan lain, apakah membuat konten harus selalu berjalan bersamaan dengan waktu mengasuh anak?

Di sisi lain, publik juga kembali membahas perubahan sikap Jennifer Coppen terhadap pola pengasuhan di lingkungan keluarganya.

Jika sebelumnya Jennifer disebut kerap membela anggota keluarga yang mengasuh Kamari, kini sebagian netizen menilai dirinya mungkin semakin memahami tidak semua perilaku yang dahulu dianggap candaan merupakan pola pengasuhan yang tepat.

Terlepas dari siapa yang benar, penting untuk membedakan antara candaan yang membuat anak ikut tertawa dan perilaku yang membuat anak menjadi objek candaan orang dewasa.

Apalagi jika tindakan tersebut dilakukan berulang kali.

Perdebatan mengenai Kamari akhirnya bukan hanya soal satu video atau satu kejadian. Kasus ini kembali membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana orang dewasa seharusnya memperlakukan anak, terutama ketika kamera sedang menyala dan kehidupan keluarga menjadi konsumsi publik.

  • Kamari
  • Jennifer Coppen

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.