Megathrust Selat Sunda Picu Gempa M9 hingga Tsunami ke Jakarta-Jawa? Potensi Gelombang Capai 0,5 Meter!
Minggu, 13 Sep 2026, 08:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM â Kabar soal potensi gempa dahsyat yang disebut-sebut bakal mengguncang Indonesia sebelum akhir 2026 kembali membuat masyarakat khawatir. Perbincangan semakin ramai setelah seorang ahli meteorologi amatir asal Kanada, Frankie MacDonald, menyebut gempa dengan kekuatan sekitar M7,0 hingga M9,0 berpotensi terjadi.
Dalam tayangan di kanal YouTube miliknya, Frankie MacDonald secara khusus mengingatkan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di wilayah Jawa dan Jakarta, untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gempa besar yang disebut dapat menyebabkan kerusakan masif.
Pernyataan tersebut kemudian viral dan dikaitkan dengan sejumlah gempa yang sebelumnya pernah disinggung MacDonald. Namun, apakah benar Jakarta dan Pulau Jawa sedang berada di ambang bencana megathrust sebelum akhir 2026?
Jakarta Memang Berhadapan dengan Potensi Megathrust
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Indonesia memang berada di kawasan yang aktif secara tektonik sehingga memiliki sejumlah sumber gempa besar, termasuk zona megathrust.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 zona megathrust di Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki potensi magnitudo maksimum sangat besar, termasuk Megathrust Jawa yang diperkirakan dapat mencapai M9,1.
Sebagai informasi, Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024 mencatat ada 14 zona megathrust yang tersebar di Indonesia, yaitu:
1. Zona Megathrust Aceh-Andaman berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 9,2
2. Zona Megathrust Nias-Simelue berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,7
3. Zona Megathrust Batu berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 7,8
4. Zona Megathrust Mentawai-Siberut berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
4. Zona Megathrust Mentawai-Pagai berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
6. Zona Megathrust Enggano berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
7. Zona Megathrust Jawa berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 9,1
8. Zona Megathrust Jawa bagian barat berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
9. Zona Megathrust Jawa bagian timur berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
10. Zona Megathrust Sumba berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,9
11. Zona Megathrust Sulawesi Utara berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,5
12. Zona Megathrust Palung Cotobato berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,3
13. Zona Megathrust Filipina Selatan berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,2
14. Zona Megathrust Filipina Tengah berpotensi mengeluarkan gempa dengan magnitudo maksimal 8,1.
Khusus untuk Jakarta dan Jawa Barat, salah satu zona yang menjadi perhatian adalah Megathrust Selat Sunda atau Jawa bagian barat.
Wilayah tersebut juga dikaitkan dengan istilah seismic gap, yakni area sumber gempa aktif yang dalam waktu sangat lama belum mengalami gempa besar.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan bahwa kawasan selatan Banten dan Selat Sunda tercatat mengalami kekosongan gempa besar sejak 1757. Artinya, periode tersebut telah berlangsung selama ratusan tahun.
Sementara itu, wilayah Mentawai dan Siberut disebut mengalami seismic gap sejak 1797.
Namun, istilah seismic gap bukan berarti gempa besar pasti terjadi dalam waktu dekat.
Megathrust Selat Sunda Bisa Berdampak ke Jakarta?
Menurut Daryono, Megathrust Selat Sunda memang memiliki potensi memberikan dampak terhadap wilayah Jakarta dan Jawa Barat apabila terjadi gempa besar.
Potensi tsunami juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, besarnya tsunami tidak bisa ditentukan hanya dari keberadaan zona megathrust.
Kekuatan gempa, lokasi sumber, mekanisme pergeseran lempeng, kondisi dasar laut hingga karakteristik pantai akan memengaruhi tsunami yang terbentuk.
Berdasarkan pemodelan, tsunami akibat gempa megathrust di wilayah tertentu dapat menghasilkan gelombang dengan ketinggian lebih dari 3 meter ketika mencapai pesisir. Pada kondisi tertentu, tinggi gelombang bahkan dapat jauh lebih besar karena pengaruh bentuk dan kemiringan wilayah pantai.
BMKG Pantau Semua Zona 24 Jam
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan bahwa BMKG tidak hanya memantau satu segmen megathrust tertentu.
Seluruh sumber gempa di Indonesia menjadi perhatian, termasuk zona megathrust maupun sesar aktif.
BMKG juga melakukan pemantauan aktivitas kegempaan selama 24 jam setiap hari.
Untuk Megathrust Selat Sunda atau Jawa bagian barat, Pusgen 2024 memperkirakan potensi gempa maksimum mencapai M8,9.
Jika gempa tersebut terjadi, guncangan berpotensi dirasakan hingga Jakarta dengan intensitas V-VI MMI.
Sementara itu, dalam skenario pemodelan tertentu, tsunami minor berstatus waspada dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter dapat mencapai pesisir utara Jakarta sekitar tiga jam setelah gempa.
Jadi, Benarkah Gempa M9 Akan Terjadi Sebelum Akhir 2026?
Jawabannya, belum ada yang bisa memastikan.
BMKG menegaskan sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa secara tepat, termasuk menentukan tanggal, lokasi, dan kekuatan gempa sebelum kejadian.
Artinya, pernyataan mengenai gempa M7,0-9,0 yang disebut akan terjadi sebelum akhir 2026 tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian ilmiah.
Masyarakat tetap perlu waspada karena Indonesia memang memiliki risiko gempa tinggi. Namun, kewaspadaan tidak berarti harus panik setiap kali muncul prediksi di media sosial.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Langkah yang jauh lebih penting adalah memahami cara menyelamatkan diri saat gempa, mengetahui jalur evakuasi tsunami, memastikan bangunan memiliki konstruksi yang aman, serta mengenali titik kumpul di lingkungan masing-masing.
Untuk informasi resmi mengenai gempa dan peringatan dini tsunami, masyarakat disarankan mengikuti kanal resmi BMKG, termasuk website BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @infoBMKG.
- Jawa
- Jakarta
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.