First Date Jadi Makin Asyik, 6 Topik Obrolan Ini Bikin Klik

Ket. Tips Kencan Pertama.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - First date sering kali menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bikin gugup, terutama ketika dua orang baru pertama kali bertemu. Selain menentukan tempat dan outfit, salah satu hal yang kerap membuat panik adalah memikirkan bahan obrolan agar suasana tidak terasa canggung.

Padahal, percakapan saat kencan pertama tidak harus dipenuhi pertanyaan yang sudah dipersiapkan sejak awal. Topik sederhana seperti makanan favorit, hobi, atau rencana liburan justru bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal satu sama lain secara lebih natural.

Kunci utamanya adalah tidak menjadikan percakapan seperti sesi wawancara. Selain bertanya, kamu juga perlu ikut berbagi cerita agar lawan bicara merasa nyaman dan percakapan dapat berkembang dua arah.

1. Makanan dan Tempat Kuliner

Makanan bisa menjadi topik pembuka yang ringan dan mudah dibicarakan saat first date. Kamu dapat memulai dengan pertanyaan sederhana seperti, "Kalau lagi pengin makan enak, biasanya kamu cari makanan apa?"

Dari pertanyaan tersebut, pembicaraan bisa berkembang ke restoran favorit, makanan yang belum pernah dicoba, atau pengalaman kuliner yang paling berkesan. Menurut The Gottman Institute, topik ringan seperti kesukaan dan hobi dapat menjadi awal percakapan sebelum pembahasan berkembang menjadi lebih personal.

Pertanyaan terbuka juga bisa membuat lawan bicara memiliki ruang lebih luas untuk bercerita. Jadi, daripada hanya bertanya apakah dia suka makanan tertentu, coba tanyakan alasan atau pengalaman di balik kesukaannya.

2. Hobi dan Hiburan

Hobi menjadi pilihan topik lain yang relatif aman untuk dibicarakan saat baru mengenal seseorang. Kamu bisa menanyakan kegiatan yang biasanya dilakukan ketika sedang memiliki waktu luang.

Jawabannya bisa membawa percakapan ke berbagai hal, mulai dari film, musik, olahraga, game, buku, hingga aktivitas jalan-jalan. Jika menemukan kesamaan, topik tersebut bahkan dapat menjadi bahan obrolan yang lebih panjang dan membuat kalian semakin mudah menemukan koneksi.

Jangan berhenti setelah mendapatkan jawaban singkat dari lawan bicara. Berikan pertanyaan lanjutan yang masih berkaitan dengan jawabannya agar percakapan terasa mengalir dan tidak seperti sedang membaca daftar pertanyaan.

3. Perjalanan dan Liburan

Cerita tentang perjalanan juga bisa menjadi bahan obrolan menarik saat kencan pertama. Salah satu pertanyaan yang bisa digunakan adalah, "Kalau bisa liburan sekarang, kamu pengin pergi ke mana?"

Dari satu pertanyaan tersebut, percakapan dapat berkembang ke tempat yang pernah dikunjungi, makanan khas, budaya, pengalaman lucu, atau destinasi yang ingin didatangi. Kamu juga bisa ikut menceritakan pengalaman perjalananmu sehingga pembicaraan terasa lebih seimbang.

Membahas pengalaman baru dan petualangan dapat membantu mengenal seseorang tanpa harus langsung masuk ke pertanyaan yang terlalu pribadi. Bahkan, cerita tentang perjalanan sering kali membuka kesempatan untuk mengetahui karakter, minat, dan cara seseorang menikmati waktu luangnya.

4. Pengalaman Menarik

Daripada langsung bertanya, "Kamu orangnya seperti apa?", coba minta lawan bicara menceritakan pengalaman tertentu. Misalnya, kamu bisa bertanya, "Apa hal paling seru yang pernah kamu lakukan?"

Pertanyaan seperti itu memberi kesempatan bagi seseorang untuk bercerita berdasarkan pengalaman pribadi. Setelah dia selesai bercerita, kamu bisa membagikan pengalamanmu sendiri yang memiliki kaitan dengan cerita tersebut.

Cara ini membuat percakapan terasa lebih alami karena pembahasan berkembang berdasarkan jawaban yang diberikan. Pertanyaan lanjutan juga dapat membantu mengetahui cara seseorang berpikir, menghadapi situasi, dan memandang pengalaman yang pernah dialaminya.

5. Pekerjaan dan Hal yang Sedang Ditekuni

Pekerjaan juga dapat menjadi topik yang menarik jika dibahas dengan cara yang tepat. Daripada berhenti pada pertanyaan "Kerja di mana?", kamu bisa mencoba menanyakan bagian pekerjaan yang paling disukai atau hal yang sedang dikerjakan belakangan ini.

Pembicaraan tersebut dapat memberikan gambaran tentang aktivitas sehari-hari sekaligus hal yang membuat seseorang bersemangat. Menurut The Gottman Institute, pekerjaan termasuk salah satu topik yang dapat membantu pasangan mengenal cara seseorang memandang pekerjaannya dan masa depannya.

Namun, usahakan tidak membuat percakapan terdengar seperti wawancara kerja. Berikan ruang untuk bercerita dan jangan langsung melontarkan banyak pertanyaan secara berturut-turut.

6. Impian dan Hal yang Ingin Dicapai

Topik tentang impian tidak harus selalu dimulai dengan pembicaraan serius mengenai pernikahan atau rencana hidup. Kamu bisa memulainya dengan pertanyaan ringan seperti, "Ada sesuatu yang ingin banget kamu capai beberapa tahun ke depan?"

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa beragam, mulai dari target pekerjaan, pendidikan, bisnis, traveling, keluarga, hingga keinginan sederhana yang ingin diwujudkan. Dari sini, kamu dapat mengetahui hal-hal yang dianggap penting oleh lawan bicara tanpa membuat suasana menjadi terlalu serius.

Harapan dan impian juga dapat menjadi pembicaraan bermakna ketika hubungan mulai berkembang. Namun, kedalaman topik tetap perlu disesuaikan dengan tingkat kenyamanan masing-masing agar first date tetap terasa menyenangkan.

Topik yang Sebaiknya Tidak Dibahas Terlalu Dalam

Bukan berarti semua topik sensitif harus menjadi pantangan ketika first date. Pembicaraan mengenai mantan, politik, agama, keuangan, atau nilai hidup tetap bisa muncul, terutama jika tujuan kencan adalah mencari pasangan untuk hubungan serius.

Meski demikian, cara dan waktunya perlu diperhatikan agar lawan bicara tidak merasa tertekan. Misalnya, membahas mantan secara mendalam dengan menanyakan alasan putus, membandingkan diri dengan mantan, atau meminta detail hubungan masa lalu bisa membuat suasana menjadi kurang nyaman.

Hal yang sama berlaku ketika membicarakan politik, agama, maupun keuangan. Jika topik tersebut muncul secara alami, pembahasannya dapat dilakukan dengan saling menghargai tanpa memaksakan pandangan kepada lawan bicara.

Yang tidak kalah penting, hindari membuat first date terasa seperti sesi interogasi. Terlalu banyak bertanya tanpa ikut berbagi cerita dapat membuat orang yang diajak bicara merasa sedang diperiksa.

Menurut The Gottman Institute, percakapan yang bermakna sebaiknya dibangun melalui rasa ingin tahu dan suasana yang membuat kedua pihak merasa aman untuk berbagi. Karena itu, biarkan pembicaraan berkembang secara bertahap mengikuti respons dan kenyamanan masing-masing.

Pada akhirnya, first date tidak harus berjalan sempurna agar bisa meninggalkan kesan baik. Dengan memilih topik ringan, mendengarkan secara aktif, memberikan pertanyaan lanjutan, serta ikut berbagi cerita, obrolan bisa terasa lebih santai dan membuka kesempatan untuk mengenal satu sama lain lebih jauh.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN