Komedo di Hidung Tak Kunjung Hilang? Ini Cara Ampuh dan Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari

Ket. Potret komedo membandel di hidung.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Komedo di hidung mungkin terlihat seperti masalah kulit sepele. Namun, bintik-bintik hitam kecil yang muncul di hidung atau dagu ternyata bisa sangat sulit ditaklukkan. Tak sedikit orang yang akhirnya memilih jalan pintas dengan memencetnya menggunakan kuku, menggosok wajah sekuat tenaga, atau memakai alat penyedot pori.

Alih-alih membuat kulit mulus, kebiasaan tersebut justru bisa memicu iritasi bahkan memperparah kondisi kulit.

Karena itu, sebelum buru-buru menghilangkan komedo, penting untuk memahami apa sebenarnya yang menyebabkan bintik hitam tersebut muncul.

Kenapa Komedo Bisa Muncul?

Komedo bukan sekadar kotoran yang menempel di permukaan wajah. Bintik tersebut terbentuk ketika sebum, minyak kulit, sel kulit mati, dan kemungkinan bakteri penyebab jerawat C. acnes menumpuk di dalam folikel rambut.

Ketika sumbatan tersebut terbuka dan terkena udara, terjadi proses oksidasi yang membuatnya berubah menjadi warna gelap. Inilah yang kemudian terlihat sebagai komedo hitam atau blackheads.

Produksi minyak berlebih juga dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal dan genetik. Sementara itu, pori-pori yang tampak lebih besar dapat berkaitan dengan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang.

Dalam kondisi yang lebih ekstrem, kerusakan akibat sinar ultraviolet bahkan dapat berhubungan dengan Favre-Racouchot, yaitu kondisi ketika komedo berukuran besar muncul terutama di area sekitar mata.

Cara Mencegah Komedo Makin Parah

Salah satu langkah penting untuk mencegah penyumbatan pori adalah menggunakan bahan aktif yang membantu mengatur pergantian sel kulit. Retinoid topikal menjadi salah satu pilihan yang sering digunakan, termasuk tretinoin yang umumnya membutuhkan resep dokter.

Pada kasus jerawat komedonal yang berat, dokter kulit juga dapat mempertimbangkan retinoid oral seperti isotretinoin. Namun, obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan dan harus berada di bawah pengawasan tenaga medis.

Cara Terbaik Menghilangkan Komedo

1. Andalkan Salicylic Acid

Jika komedo sudah muncul, salicylic acid dapat menjadi salah satu bahan aktif yang layak dipertimbangkan. Kandungan ini termasuk beta hydroxy acid atau BHA yang dapat membantu bekerja di dalam pori dan mengangkat penumpukan minyak serta sel kulit mati.

Produk dengan salicylic acid, termasuk pembersih wajah dengan konsentrasi yang sesuai, dapat digunakan secara rutin untuk membantu mengurangi penyumbatan pori.

Namun, jangan langsung menggunakannya secara berlebihan. Terlalu banyak eksfoliasi justru dapat membuat kulit iritasi dan mengganggu skin barrier.

2. Tambahkan Retinoid

Retinoid bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit sekaligus membantu mencegah sel-sel kulit mati menumpuk dan menyumbat folikel.

Untuk pilihan tanpa resep, adapalene sering digunakan dalam perawatan jerawat. Sementara itu, tretinoin umumnya memerlukan konsultasi dan resep dokter.

Pada awal penggunaan, kulit bisa mengalami kemerahan, kering, atau tampak mengalami peningkatan jerawat. Karena itu, penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai petunjuk.

3. Coba AHA

Alpha Hydroxy Acids atau AHA seperti glycolic acid dan lactic acid juga dapat menjadi pilihan untuk membantu proses eksfoliasi kulit. Meski demikian, untuk komedo yang berada di dalam pori, salicylic acid umumnya lebih relevan karena sifatnya yang dapat bekerja lebih dekat dengan sumbatan minyak.

4. Pertimbangkan Perawatan Klinik

Jika komedo sulit ditangani dengan skincare rumahan, konsultasi ke dokter kulit dapat menjadi pilihan. Beberapa prosedur seperti laser tertentu, microneedling, atau perawatan berbasis regenerasi kulit dapat dipertimbangkan sesuai kondisi masing-masing.

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Ini!

1. Jangan Menggosok dengan Scrub Kasar

Merasa komedo harus “dikikis” agar hilang? Justru ini bisa menjadi bumerang. Scrub dengan butiran kasar dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu lapisan pelindung kulit.

Eksfoliasi yang terlalu agresif juga dapat membuat kulit kehilangan minyak alaminya sehingga justru berpotensi memicu produksi minyak berlebih.

2. Jangan Asal Pencet Komedo

Memencet komedo menggunakan jari atau kuku memang memberikan sensasi seolah-olah masalah langsung teratasi. Padahal, tekanan yang salah dapat membuat folikel mengalami trauma dan memicu peradangan.

Dalam kondisi tertentu, kebiasaan tersebut bahkan dapat memperburuk jerawat dan meningkatkan risiko munculnya bekas pada kulit.

3. Hati-Hati dengan Alat Penyedot Pori

Alat vacuum pore yang banyak beredar memang terlihat menjanjikan. Akan tetapi, penggunaan dengan tekanan berlebihan berisiko melukai kulit, terutama pada area hidung yang relatif sensitif.

Penggunaan yang tidak tepat bahkan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil terlihat atau pecah.

Pada akhirnya, menghilangkan komedo bukan soal siapa yang paling kuat menggosok atau memencet wajah. Justru, perawatan yang konsisten dengan bahan aktif yang tepat jauh lebih masuk akal dibandingkan mencari hasil instan.

Jika komedo terus muncul, terasa meradang, atau tidak membaik meski sudah menggunakan skincare dengan benar, konsultasi dengan dokter kulit bisa menjadi langkah yang lebih aman. Dengan begitu, perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit tanpa mempertaruhkan kesehatan skin barrier.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN