Bikin Haru! Evan Ungkap Perjuangan Melawan Kanker Saat Masih Anak-Anak

Ket. Evan ternyata pernah menderita sakit kanker

Doc: h_evva_n

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Evan, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung ENHYPEN, untuk pertama kalinya membuka kisah perjuangannya melawan kanker ketika masih anak-anak.

Penyanyi yang kini berusia 24 tahun tersebut mengungkap bahwa dirinya pernah didiagnosis menderita limfoma ganas atau malignant lymphoma saat duduk di kelas 4 sekolah dasar.

Pengakuan itu disampaikan Evan dalam sebuah wawancara terbaru yang dipublikasikan pada 3 September. Selama menjalani karier sebagai penyanyi, ia mengaku belum pernah menceritakan pengalaman tersebut secara terbuka kepada publik.

Kisah itu bermula ketika Evan mengalami batuk yang awalnya ia kira hanya flu biasa. Namun, kondisi kesehatannya kemudian memburuk secara tiba-tiba. Saat sedang bermain sepak bola, ia baru berjalan sekitar empat atau lima langkah sebelum mengalami kesulitan bernapas.

Evan kemudian menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Dari pemeriksaan tersebut, dokter menemukan bahwa dirinya mengidap kanker.

Masa pengobatan yang harus dilaluinya bukanlah perjalanan mudah bagi seorang anak. Meski demikian, Evan berusaha terlihat kuat karena melihat sang ibu yang selalu berada di sisinya. Kehadiran sang ibu menjadi salah satu sumber kekuatan ketika ia harus menghadapi berbagai proses pengobatan.

Sejak berusia enam tahun, Evan sebenarnya telah memiliki impian untuk menjadi penyanyi. Namun, ketika menghadapi kanker, cita-cita tersebut untuk sementara menghilang dari pikirannya. Pada saat itu, keinginannya jauh lebih sederhana, yakni bisa bertahan hidup dan kembali ke rumah.

“Aku melihat teman-temanku meninggal dan terus berpikir, ‘Aku sangat ingin hidup. Aku ingin pulang ke rumah,’” kenangnya.

Evan akhirnya berhasil menyelesaikan pengobatan dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kembali ke lingkungan sekolah ternyata menghadirkan tantangan tersendiri. Tubuhnya masih belum memiliki banyak energi, sementara rambutnya baru mulai tumbuh kembali setelah menjalani kemoterapi.

Penampilannya yang berubah bahkan membuat Evan menjadi sasaran ejekan teman-teman. Rambutnya yang mulai tumbuh kembali disamakan dengan rumput, sementara penampilannya juga disebut mirip seorang biksu.

Pengalaman tersebut secara perlahan turut memengaruhi kepribadiannya. Evan mengaku menjadi sosok yang lebih introvert setelah melewati masa sulit tersebut.

Kini, pengalaman masa kecil itu justru menjadi bagian penting dari perjalanan emosionalnya sebagai seorang seniman. Melalui lagu “Noise” dalam mini album solo pertamanya, Death of Me, Evan berusaha menyampaikan pesan tentang harapan.

Baginya, seberat apa pun keadaan yang sedang dihadapi seseorang, selalu ada kemungkinan untuk melewati masa sulit tersebut. Hari-hari yang lebih baik, pada akhirnya, akan datang.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN