Abu Vulkanik Mulai Menyebar? Ini 5 Cara Melindungi Kesehatan Diri dan Keluarga
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik.
Kondisi ini tentu tidak bisa dikendalikan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa melakukan pencegahan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap kesehatan.
Abu vulkanik terdiri dari partikel sangat halus yang dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, maupun kulit. Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu mengetahui cara melindungi diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan saat abu vulkanik menyebar?
1. Gunakan Masker Berfiltrasi Tinggi Saat Keluar Rumah
Salah satu perlindungan paling penting ketika berada di area yang terpapar abu vulkanik adalah menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik.
Masker seperti N95 atau KN95 dapat menjadi pilihan ketika harus beraktivitas di luar rumah. Jenis masker tersebut dirancang untuk menyaring partikel berukuran kecil sehingga dapat membantu mengurangi jumlah abu yang terhirup.
Pastikan masker digunakan dengan benar dan menutupi hidung serta mulut secara rapat. Jangan membasahi atau memodifikasi masker karena hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan penyaringannya.
Jika harus berada di luar dalam waktu cukup lama, sebaiknya siapkan masker cadangan. Masker yang sudah kotor atau mengalami kerusakan perlu diganti agar perlindungan tetap optimal.
Yang tidak kalah penting, sebisa mungkin kurangi waktu beraktivitas di luar ketika konsentrasi abu vulkanik sedang tinggi.
Rekomendasi juga buat kamu:
2. Lindungi Mata dan Jangan Menguceknya
Selain saluran pernapasan, mata juga termasuk bagian tubuh yang rentan terkena partikel abu vulkanik.
Ketika harus berada di luar rumah, penggunaan kacamata pelindung dapat membantu mengurangi kemungkinan abu masuk ke mata.
Jika mata tidak sengaja terkena abu, hindari menguceknya.
Partikel abu yang bersifat abrasif dapat bergesekan dengan permukaan mata ketika digosok. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dan bahkan melukai kornea.
Sebagai gantinya, segera bilas mata menggunakan air bersih yang mengalir. Jangan mencoba mengeluarkan partikel dengan menyentuh atau menggosok mata secara langsung.
Apabila mata tetap terasa sakit, merah, sangat berair, atau penglihatan terganggu setelah dibilas, segera cari pertolongan medis.
3. Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Mengurangi paparan merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.
Jika tidak ada kebutuhan mendesak, pertimbangkan untuk menunda aktivitas di luar rumah sampai kondisi sebaran abu mulai membaik.
Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit atau gangguan pada saluran pernapasan.
Paparan abu vulkanik dapat memperburuk keluhan pernapasan pada sebagian orang. Karena itu, kelompok rentan sebaiknya mendapatkan perlindungan ekstra dan menghindari area dengan paparan abu yang tinggi.
Tetap berada di dalam ruangan selama kondisi belum aman dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan memaksakan diri melakukan aktivitas di luar.
4. Bersihkan Diri dan Rumah dengan Cara yang Benar
Abu vulkanik yang menempel pada rambut, kulit, pakaian, maupun sepatu dapat terbawa masuk ke dalam rumah.
Karena itu, setelah beraktivitas di luar area terdampak, segera bersihkan diri dan pakaian yang digunakan.
Tidak hanya tubuh, lingkungan rumah juga perlu dibersihkan. Namun, hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan di udara.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkan permukaan yang terdampak. Dengan begitu, partikel abu tidak mudah beterbangan dan terhirup.
Selama abu masih bertebaran, sebaiknya hindari menjemur pakaian di tempat terbuka. Pakaian yang sudah dicuci dapat kembali terpapar abu dan akhirnya perlu dibersihkan ulang.
5. Pastikan Tubuh Terhidrasi dan Siapkan Tas Darurat
Menjaga asupan cairan juga penting selama menghadapi kondisi udara yang dipenuhi abu vulkanik.
Minum air yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Cairan juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan yang terasa kering atau teriritasi.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi terdampak sebaiknya mulai menyiapkan perlengkapan darurat.
Beberapa barang yang dapat disiapkan antara lain:
- Masker cadangan.
- Kacamata pelindung.
- Air minum.
- Obat-obatan pribadi.
- Makanan ringan.
- Senter.
- Power bank.
- Telepon seluler.
- Dokumen penting.
Persiapan tersebut akan sangat membantu jika sewaktu-waktu kondisi memburuk dan masyarakat perlu berpindah dari rumah.
Jangan Panik, Tetap Ikuti Informasi Resmi
Ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, kepanikan justru dapat membuat situasi menjadi lebih sulit.
Tetap tenang dan pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan kondisi gunung api dan potensi sebaran abu melalui kanal resmi instansi terkait.
Hindari langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Abu Vulkanik Mulai Menyebar? Ini 5 Cara Melindungi Kesehatan Diri dan Keluarga .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!