Sinopsis Film Lobang Buaya, Tentang Pembunuhan Sadis 1964 yang Siap Bikin Merinding

Ket. Official poster Lobang Buaya.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebuah desa tiba-tiba diteror pembunuhan misterius. Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan dan punggung berlubang, sementara rumor tentang sosok “Hantu Bolong” mulai menghantui warga. Misteri inilah yang menjadi cerita utama film horor terbaru Lobang Buaya garapan sutradara Hanung Bramantyo.

Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut telah merilis official trailer dan final poster menjelang penayangannya di bioskop. Mengambil latar Indonesia pada 1964, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

Namun, Lobang Buaya bukan sekadar film horor yang mengandalkan penampakan makhluk gaib. Hanung Bramantyo mencoba memasukkan persoalan sosial, kekuasaan, ketidakadilan, hingga penindasan ke dalam cerita.

Pembunuhan Misterius Terjadi Setiap Tanggal 30

Cerita Lobang Buaya berlatar satu tahun sebelum peristiwa kelam 1965. Desa Lobang Buaya mendadak dilanda teror setelah sejumlah tokoh masyarakat ditemukan tewas secara mengenaskan.

Yang membuat kasus tersebut semakin mengerikan adalah kondisi tubuh para korban. Punggung mereka ditemukan berlubang dan dihiasi sayatan berbentuk kata-kata sindiran seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”.

Pembunuhan yang terus terjadi setiap tanggal 30 membuat warga semakin ketakutan. Di tengah situasi tersebut, muncul cerita mengenai sosok misterius yang kemudian dikenal sebagai Hantu Bolong.

Rumor tersebut membuat ketegangan di desa semakin sulit dikendalikan. Warga mulai dihantui ketakutan, sementara pertanyaan mengenai siapa pelaku sebenarnya justru semakin sulit dijawab.

Letnan Soegeng Turun Tangan

Untuk mengungkap rangkaian pembunuhan tersebut, Letnan Soegeng, yang diperankan Baskara Mahendra, ditugaskan melakukan penyelidikan.

Soegeng harus mengumpulkan berbagai petunjuk dan mencari tahu siapa sebenarnya dalang di balik kematian para korban. Namun, penyelidikannya tidak berjalan mudah karena masyarakat sudah terlanjur dicekam ketakutan dan berbagai rumor mengenai kekuatan gaib.

Baskara Mahendra mengungkap bahwa penonton akan diajak mengikuti perjalanan Soegeng dalam membongkar satu per satu misteri yang ada.

Semakin banyak petunjuk ditemukan, semakin besar pula pertanyaan yang muncul. Bukan hanya soal siapa pembunuhnya, tetapi juga siapa yang sebenarnya berdosa dalam kisah tersebut?

Istri Soegeng Ikut Diteror

Teror ternyata tidak hanya terjadi di desa.

Istri baru Soegeng, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset, mulai mengalami gangguan dari arwah seorang perempuan. Sosok tersebut bahkan disebut menuntut agar bagian tubuhnya dikembalikan.

Arum kemudian mendengar panggilan yang menyebut dirinya sebagai “Ronggeng”. Sejak saat itu, misteri yang awalnya berpusat pada pembunuhan berantai mulai berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar.

Gangguan supernatural tersebut perlahan membuka rahasia mengenai ritual gelap yang ternyata memiliki kaitan dengan berbagai peristiwa di sekitar mereka.

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam ke Film Horor

Hanung Bramantyo sengaja menggunakan horor sebagai medium untuk membicarakan ketakutan yang lebih luas.

Menurut Hanung, ada bagian dari sejarah Indonesia yang selama bertahun-tahun dianggap tabu untuk dibicarakan. Perasaan takut ketika masyarakat berhadapan dengan sejarah tersebut kemudian ia terjemahkan melalui genre horor.

Karena itu, kengerian dalam Lobang Buaya tidak hanya berasal dari hantu maupun pembunuhan. Film ini juga mencoba memperlihatkan bagaimana kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, dan penindasan dapat menciptakan ketakutan dalam kehidupan manusia.

Pendekatan tersebut membuat Lobang Buaya memiliki lapisan cerita yang lebih kompleks. Penonton tidak hanya diajak mencari tahu siapa sosok di balik teror, tetapi juga diajak mempertanyakan alasan di balik berbagai tindakan para karakter.

Siap Dibikin Merinding?

Dengan latar Indonesia tahun 1964, pembunuhan berantai, sosok Hantu Bolong, ritual misterius, hingga konflik sosial yang berkaitan dengan sejarah, Lobang Buaya menawarkan horor dengan pendekatan yang berbeda.

Official trailer dan final posternya juga semakin memperkuat nuansa misterius film ini. Terlebih, visual seorang perempuan dengan tangan misterius yang seolah menembus punggung berlubang menjadi salah satu gambaran mengerikan mengenai teror yang akan muncul.

Bagi pencinta film horor sekaligus cerita misteri berlatar sejarah, Lobang Buaya patut masuk daftar tontonan.

Lobang Buaya dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Siap mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan misterius setiap tanggal 30?

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN