Tiket Termahal Konser BIGBANG Diprotes, Penonton Keluhkan Pandangan ke Panggung Terhalang

Ket. Tiket Termahal Konser BIGBANG Diprotes, Penonton Keluhkan Pandangan ke Panggung Terhalang

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konser BIGBANG 2026 WORLD TOUR IN GOYANG di Korea Selatan menyisakan persoalan bagi sejumlah penonton.

Bukan soal penampilan G-Dragon, Taeyang, dan Daesung, keluhan justru mencuat karena pandangan ke panggung utama terhalang meski harga tiket mencapai Rp2,9 juta. Masalah tersebut bahkan dilaporkan telah sampai ke Fair Trade Commission (FTC) Korea Selatan.

Kursi yang menjadi sorotan adalah area F1 dan F2 FLOOR R dalam konser BIGBANG yang digelar di Goyang Stadium pada 21-23 Agustus 2026. FLOOR R masuk kategori tiket termahal, yakni sekitar 253 ribu won atau setara Rp2,9 juta.

Berdasarkan denah yang dirilis YG Entertainment, posisi tersebut tampak menjanjikan karena berada di depan panggung utama. Namun, kondisi saat konser disebut berbeda.

Pandangan Penonton Terhalang Struktur Panggung

Keluhan bermula dari struktur panggung yang menghubungkan panggung utama dengan panggung tambahan. Struktur tersebut berada di jalur pandangan penonton FLOOR R menuju panggung utama.

Karena kursi FLOOR R berada di lantai, struktur itu disebut membuat pandangan semakin terbatas. Sejumlah penonton bahkan mengaku bagian besar panggung tertutup.

Foto dan video yang beredar setelah konser memperlihatkan kondisi tersebut. Saat member BIGBANG berada di panggung utama, penonton di beberapa kursi FLOOR R disebut kesulitan melihat penampilan mereka secara utuh.

Para member baru terlihat lebih jelas ketika menggunakan lift atau berpindah ke panggung tambahan. Kondisi ini kemudian memicu protes, terlebih harga tiket mencapai sekitar Rp2,9 juta.

Peringatan Restricted View Dipertanyakan

Penonton juga mempertanyakan informasi sebelum pembelian tiket. Saat informasi konser diumumkan YG Entertainment pada 15 Juni, tidak disebutkan secara khusus bahwa area FLOOR R berpotensi memiliki pandangan terbatas.

Peringatan mengenai kemungkinan restricted view baru muncul ketika YG Entertainment mengumumkan penjualan tiket tambahan pada 7 Juli.

Dalam pemberitahuan tersebut, calon pembeli diberi tahu bahwa beberapa kursi dapat memiliki keterbatasan pandangan atau suara akibat struktur panggung maupun perlengkapan konser.

YG Entertainment juga menyampaikan bahwa pembatalan, perubahan tiket, ataupun refund akibat masalah pandangan tidak dapat dilakukan pada hari konser. Hal ini kemudian menjadi salah satu poin yang dipersoalkan penonton yang merasa dirugikan.

Kursi Bermasalah Baru Dijual 3 Hari sebelum Konser

Persoalan lain adalah waktu penjualan sejumlah kursi FLOOR R. Beberapa kursi yang kini dipermasalahkan dikabarkan baru dijual pada 18 Agustus, hanya tiga hari sebelum konser dimulai.

Saat itu, pemasangan panggung sudah selesai dan desain panggung telah ditentukan. Penonton pun mempertanyakan apakah pandangan dari kursi-kursi tersebut sudah diperiksa secara langsung setelah struktur panggung terpasang.

Pertanyaan utamanya adalah apakah kondisi yang dilihat penonton sesuai dengan informasi saat membeli tiket.

Dalam aturan perlindungan konsumen untuk transaksi elektronik di Korea Selatan, konsumen dapat memiliki hak membatalkan pembelian apabila barang atau jasa yang diterima berbeda dari informasi yang diiklankan atau ketentuan yang disepakati.

Dibandingkan dengan Konser BLACKPINK

Kasus tiket BIGBANG juga dibandingkan dengan konser BLACKPINK di Goyang Stadium pada tahun sebelumnya.

Saat itu, YG Entertainment telah menandai kursi yang diperkirakan memiliki pandangan terbatas sebagai restricted-view seats. Harga tiket kategori tersebut juga disebut lebih rendah, yakni sekitar 99 ribu won.

Ketika masalah pandangan tak terduga terjadi di area N3 yang sebelumnya dijual sebagai kursi biasa, YG Entertainment disebut memberikan refund penuh kepada penonton terdampak.

Perbandingan tersebut membuat persoalan FLOOR R BIGBANG semakin ramai diperbincangkan. Penonton mempertanyakan apakah kursi yang berpotensi memiliki pandangan terhalang seharusnya diberi label restricted view sejak sebelum tiket dijual.

Kini, pengaduan terkait persoalan tersebut telah sampai ke Fair Trade Commission. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan akhir dari Fair Trade Commission mengenai kasus tersebut.

Kontroversi ini pun membuat harga tiket mahal menjadi sorotan. Penonton bukan hanya mempertanyakan nominal Rp2,9 juta, tetapi juga apakah pengalaman yang mereka terima sesuai dengan informasi yang diberikan saat pembelian tiket.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN