Dulu Tak Percaya Pernikahan, Gofar Kini Berubah Pikiran: 'Harus Butuh, Bukan Sekadar Mau'

Ket. Dave Hendrik dan Gofar Hilman

Doc: YouTube Podcast Plourest

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gofar mengungkapkan pandangannya yang kini mulai berubah mengenai pernikahan. Jika sebelumnya ia mengaku tidak terlalu percaya dengan konsep menikah, kini pria yang dikenal gemar berbincang tersebut justru melihat pernikahan dari sudut pandang yang berbeda.

Hal itu disampaikan Gofar ketika berbincang dengan Dave. Dalam percakapan tersebut, Dave secara langsung menanyakan apakah Gofar percaya dengan pernikahan.

“Gua? Tadinya enggak,” jawab Gofar, dikutip dari kanal YouTube Podcast Plourest, Senin (31/08).

Namun, Gofar kemudian mengaku bahwa pemikirannya mengenai pernikahan kini mulai berubah. Baginya, keputusan untuk menikah seharusnya tidak hanya didasari oleh keinginan semata, tetapi juga karena adanya kebutuhan terhadap sosok yang benar-benar bisa menjadi pasangan hidup.

“Sekarang kayaknya oke deh. Kalau gue tebak, kebalik. Kalau nikah kan harus butuh dulu, bukan karena sekadar mau,” ujar Gofar.

Menurut Gofar, menikah sebenarnya bukan sesuatu yang sulit dilakukan apabila hanya berlandaskan keinginan. Ia merasa seseorang bisa saja memutuskan menikah kapan pun ketika memang hanya “mau”. Namun, menurutnya, persoalan yang lebih penting adalah apakah dirinya benar-benar membutuhkan kehadiran seseorang untuk menjalani kehidupan bersama.

“Ketika gue cuma mau nikah, kapan aja gue bisa. Tapi gue harus butuh,” katanya.

Gofar kemudian menjelaskan sosok seperti apa yang ia bayangkan sebagai pasangan hidup. Salah satu hal yang menurutnya paling penting adalah kemampuan untuk menjadi teman berbicara hingga usia tua.

Sebagai seseorang yang menyukai aktivitas ngobrol, Gofar merasa komunikasi akan menjadi bagian penting dalam kehidupan pernikahan. Ia bahkan membayangkan bahwa ketika usia semakin bertambah dan berbagai aspek dalam kehidupan mulai berubah, percakapan sederhana dengan pasangan justru bisa menjadi hal yang sangat berarti.

“Gue butuh orang yang sampai gue tua bisa ngobrolin apa pun itu tanpa harus menjadi orang lain,” tutur Gofar.

Ia menyadari bahwa kehidupan pasangan suami istri tidak selamanya berkutat pada hal-hal romantis. Seiring bertambahnya usia, menurutnya, yang tersisa justru hubungan sebagai dua orang yang bisa saling menemani dan berbagi cerita.

Gofar pun memberikan gambaran sederhana tentang kehidupan bersama pasangan di masa tua. Baginya, membicarakan hal-hal sepele seperti tetangga yang baru membeli kulkas pun bisa menjadi bentuk kebersamaan yang berharga.

“Ngobrol hal-hal penting dan nggak penting itu kayaknya ketika gue butuh, gue akan lakuin deh,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pandangan Gofar tentang pernikahan kini tidak lagi sekadar soal keinginan untuk memiliki pasangan. Ia justru melihat pernikahan sebagai pilihan yang akan dijalani ketika menemukan seseorang yang benar-benar dibutuhkan sebagai partner kehidupan, termasuk menjadi teman ngobrol sampai tua.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN