Karhutla Menggila! Korban Terdampak di Indonesia Tembus 10 Juta Orang, ISPA Ikut Melonjak

Jum'at, 28 Agu 2026, 16:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia semakin mengkhawatirkan. Bukan hanya hutan dan lahan yang terdampak, jutaan masyarakat kini ikut merasakan dampaknya. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah warga yang terdampak karhutla mencapai sekitar 10 juta orang.

Angka tersebut mengalami lonjakan drastis hanya dalam waktu satu pekan. Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla semakin meluas dan mulai menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai daerah.

Data Kemenkes yang dihimpun hingga 27 Agustus 2026 mencatat terdapat tujuh provinsi yang masuk dalam wilayah terdampak. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan jumlah warga terdampak paling tinggi, yakni mencapai 3.367.704 orang.

Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Tengah dengan 2.765.310 orang, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 2.116.717 orang. Sementara itu, jumlah warga terdampak di Riau tercatat mencapai 1.214.710 orang, Jambi 814.228 orang, Sumatera Selatan 395.094 orang, dan Kalimantan Timur 436 orang.

Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 10 juta orang. Angka fantastis ini menjadi gambaran besarnya efek karhutla terhadap masyarakat di wilayah terdampak.

Lebih dari 100 Orang Harus Dirawat

Dampak karhutla tidak berhenti pada gangguan aktivitas sehari-hari. Masalah kesehatan juga mulai bermunculan. Kemenkes mencatat lebih dari 100 orang terdampak membutuhkan perawatan lanjutan atau rawat inap akibat luka berat.

Selain itu, terdapat dua kasus luka ringan yang mendapatkan penanganan melalui rawat jalan.

Namun, persoalan kesehatan yang paling banyak menjadi perhatian adalah gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang memburuk.

Kasus ISPA Makin Ngebut

Ket. Foto: Potret kebakaran hutan yang tengah dipadamkan. — Sumber: Antara

Paparan asap karhutla membuat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ikut mengalami peningkatan. Hingga 27 Agustus 2026, tercatat 4.082 kasus ISPA baru.

Dengan tambahan tersebut, jumlah kasus ISPA secara kumulatif mencapai 13.449 kasus yang tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak karhutla.

ISPA bukan satu-satunya gangguan kesehatan yang ditemukan. Masyarakat di wilayah terdampak juga dilaporkan mengalami berbagai keluhan lain, mulai dari sakit mata, diare akut, hingga masalah kulit. Keluhan kulit yang muncul antara lain rasa gatal hingga penyakit seperti kudis.

Kondisi ini memperlihatkan dampak asap dan kondisi lingkungan akibat karhutla dapat memengaruhi kesehatan masyarakat dalam berbagai bentuk.

Wamenkes Ingatkan Bahaya PM2,5

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara di sekitar wilayah yang dilanda karhutla.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah particulate matter (PM) 2,5, yaitu partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dante menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan dengan kualitas udara buruk mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan masker.

Pemerintah juga melakukan langkah perlindungan bagi masyarakat. Kemenkes dilaporkan membagikan sekitar 5,3 juta masker kepada warga di wilayah terdampak karhutla.

Selain pembagian masker, pemerintah berencana meningkatkan pemeriksaan serta pengobatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya mereka yang terdampak ISPA.

Lonjakan jumlah warga terdampak hingga sekitar 10 juta orang menjadi sinyal karhutla bukan lagi sekadar persoalan lingkungan. Asap dan polusi yang ditimbulkan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan kondisi yang masih perlu diwaspadai, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan menggunakan perlindungan yang sesuai. Terutama ketika konsentrasi polusi meningkat, mengurangi paparan asap menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan.

  • Kalimantan
  • karhutla

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.