Ube Jadi Dessert Paling Viral, Kenapa Ubi Ungu Sulit Ditemukan di Indonesia?

Senin, 24 Agu 2026, 09:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren kuliner di media sosial kembali melahirkan bahan makanan yang mendadak naik daun. Kali ini, giliran ube, umbi berwarna ungu khas Filipina, yang sukses mencuri perhatian. Warna ungunya yang mencolok dan cita rasanya yang khas membuat ube semakin sering muncul dalam berbagai kreasi dessert dan minuman kekinian.

Tidak heran jika sejumlah pelaku usaha makanan dan minuman atau FnB mulai berlomba menghadirkan menu berbahan ube. Mulai dari es krim, cake, pastry, hingga minuman kekinian, semuanya dibuat semakin menarik dengan tambahan ube.

Salah satu contohnya dapat ditemukan pada sebuah brand minuman matcha di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Brand tersebut memadukan matcha seremonial dengan pasta ube untuk menghasilkan minuman dengan perpaduan warna dan rasa yang unik. Tak berhenti di situ, bagian atas minuman juga diberi taburan ube crumble sehingga tampilannya semakin menggoda.

Namun, di balik popularitasnya yang meroket, muncul satu pertanyaan menarik: mengapa ube segar dalam bentuk umbi utuh justru sulit ditemukan di Indonesia?

Jika mencari produk ube di pasaran, konsumen biasanya lebih mudah menemukan ube dalam bentuk pasta, bubuk, puree, atau bahan siap olah lainnya. Sementara itu, ube segar berwarna ungu dalam bentuk umbi utuh relatif jarang terlihat.

Ternyata, kondisi tersebut bukan berarti tanaman ube tidak dapat tumbuh di Indonesia.

Ahli plant breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, menjelaskan ube sebenarnya sudah ada dan dapat tumbuh di Indonesia. Meskipun dikenal luas sebagai bahan pangan khas Filipina, tanaman ini juga ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, ube memang tidak seumum ubi jalar ungu sehingga keberadaannya di pasaran jauh lebih terbatas. Di Indonesia, tanaman yang secara ilmiah dikenal sebagai Dioscorea alata tersebut memiliki berbagai nama lokal, seperti uwi, huwi, ubi kelapa, hingga ubi alabio, tergantung daerah tempat tanaman itu ditemukan.

Hal lain yang sering membuat masyarakat keliru adalah anggapan ube sama dengan ubi jalar ungu. Padahal, keduanya merupakan tanaman yang berbeda. Ube berasal dari spesies Dioscorea alata, sedangkan ubi jalar ungu berasal dari Ipomoea batatas.

Perbedaan tersebut juga terlihat dari cara tumbuhnya. Ube merupakan tanaman yang tumbuh merambat sehingga proses budidayanya relatif lebih rumit dibandingkan ubi jalar yang tumbuh menjalar di permukaan tanah.

Karena itulah, jika yang dicari adalah “ube segar Filipina”, ketersediaannya di Indonesia kemungkinan memang lebih terbatas. Namun, bukan berarti umbi segar Dioscorea alata dengan daging berwarna ungu tidak ada di Tanah Air.

Menariknya lagi, budidaya tanaman tersebut sebenarnya sudah dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia. Hanya saja, skalanya belum sebesar komoditas seperti ubi jalar, singkong, maupun kentang yang jauh lebih populer dan memiliki pasar luas.

Budidaya kerabat lokal ube atau ubi kelapa bahkan masih dilakukan secara terbatas di beberapa daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Jadi, kelangkaan ube segar di Indonesia bukan semata-mata karena tanaman ini tidak bisa tumbuh di dalam negeri. Masalahnya lebih berkaitan dengan popularitas, skala budidaya, rantai pasok, serta permintaan pasar yang selama ini belum sebesar komoditas umbi lainnya.

Kini, ketika ube semakin viral berkat media sosial, bukan tidak mungkin permintaan terhadap bahan ini ikut meningkat. Jika tren tersebut terus bertahan, ube lokal berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dari petani maupun pelaku industri kuliner Indonesia.

Bisa jadi, beberapa tahun ke depan masyarakat tidak lagi harus mencari pasta ube impor untuk menikmati dessert berwarna ungu. Ube lokal dari Indonesia pun berpeluang menjadi bintang baru di industri kuliner Tanah Air.

  • Viral
  • makanan viral

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.