Jangan Asal Tumpuk Piring di Restoran, Niat Bantu Pelayan Malah Bikin Repot
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak orang merasa sudah melakukan hal yang tepat ketika selesai makan di restoran dengan cara menumpuk piring dan alat makan di atas meja. Tujuannya sederhana, membantu pelayan agar lebih cepat membereskan meja.
Namun, kebiasaan yang terlihat sepele tersebut ternyata tidak selalu dianggap sebagai bantuan. Di sejumlah restoran, terutama restoran dengan layanan penuh atau table service, menumpuk piring justru dapat membuat pekerjaan staf menjadi lebih rumit.
Lantas, bolehkah pelanggan menumpuk piring sendiri setelah selesai makan?
Mengutip All Recipes, jawabannya ternyata tidak sesederhana boleh atau tidak. Kebiasaan tersebut sangat bergantung pada konsep restoran, kondisi meja, serta sistem pelayanan yang diterapkan.
Niatnya Membantu, Tapi Bisa Bikin Pelayan Bingung
Bagi pelanggan, menumpuk piring mungkin terlihat seperti cara paling praktis untuk mempercepat proses bersih-bersih. Dengan piring yang sudah tersusun, staf dianggap hanya perlu mengangkat satu tumpukan sekaligus.
Namun, staf restoran memiliki cara tersendiri dalam membersihkan meja. Mereka biasanya sudah mendapatkan pelatihan mengenai cara membawa piring, menyusun peralatan makan, hingga menentukan urutan ketika melakukan clearing.
George Formaro, chef sekaligus partner Orchestrate Hospitality di Des Moines, Iowa, menjelaskan aturan tersebut sangat bergantung pada jenis restoran.
Untuk restoran fine dining, pelanggan justru disarankan membiarkan staf melakukan pekerjaannya. Pasalnya, konsep restoran semacam ini memang dirancang agar pelanggan dapat menikmati makanan dengan santai tanpa perlu memikirkan urusan membersihkan meja.
Heather Morrison, co-owner sekaligus hospitality director Restaurant Olivia di Denver, juga memahami pelanggan yang menumpuk piring sebenarnya memiliki niat baik.
Rekomendasi juga buat kamu:
Namun, tindakan tersebut dapat memberikan sinyal berbeda kepada staf. Alih-alih dianggap membantu, staf bisa saja bertanya-tanya apakah pelanggan merasa pelayanan mereka kurang cepat atau kurang maksimal.
Tumpukan Piring Bisa Jadi Sinyal Bagi Staf
Hal menarik lainnya diungkapkan Jared Giunta, general manager Georgie di Dallas.
Menurutnya, ketika staf melihat pelanggan mulai menumpuk piring sendiri, mereka justru dapat menganggapnya sebagai tanda ada sesuatu yang perlu diperiksa.
Staf bisa bertanya-tanya mengapa pelanggan melakukan hal tersebut, apakah pelayan yang bertugas sedang tidak terlihat, atau apakah pelanggan sedang terburu-buru.
Dalam beberapa restoran, tumpukan piring bahkan dapat dianggap sebagai semacam sinyal darurat. Staf mungkin langsung menghampiri meja untuk memastikan kondisi pelanggan sekaligus mengetahui apakah ada masalah dengan pelayanan.
Bukan hanya soal sistem kerja, keamanan peralatan makan juga menjadi alasan mengapa pelanggan sebaiknya tidak sembarangan menumpuk piring.
Piring Restoran Tidak Selalu Murah
Jangan mengira semua piring restoran memiliki harga murah dan mudah diganti.
Giunta menjelaskan sejumlah restoran justru mengeluarkan biaya besar untuk menyediakan peralatan makan. Ada piring tertentu yang dibuat secara khusus, bahkan dalam jumlah terbatas, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan penggantinya jika mengalami kerusakan.
Bentuk piring juga tidak selalu standar. Beberapa restoran menggunakan desain dengan bagian bibir piring yang unik sehingga staf membutuhkan pelatihan khusus agar dapat menumpuk dan membawanya dengan aman.
Karena itu, staf baru biasanya dilatih terlebih dahulu mengenai teknik membawa serta membersihkan piring sebelum benar-benar menangani meja pelanggan.
Menumpuk piring secara sembarangan justru berpotensi membuat pekerjaan tersebut semakin sulit.
Kapan Pelanggan Boleh Menumpuk Piring?
Meski demikian, bukan berarti pelanggan sama sekali tidak boleh menyusun piring.
Giunta menjelaskan situasi dan konsep restoran tetap menjadi faktor penting. Misalnya, ketika ruang meja sangat terbatas, menyusun beberapa piring kecil yang sudah kosong dapat membantu memberikan ruang tambahan untuk hidangan lainnya.
Di restoran fast-casual yang memang menerapkan sistem self-clear, pelanggan juga umumnya diperbolehkan mengembalikan atau menumpuk peralatan makan sesuai aturan yang tersedia.
Bahkan di restoran kasual dengan jumlah staf terbatas dan kondisi pelayanan sedang sangat sibuk, tindakan pelanggan menumpuk piring mungkin dapat menjadi bantuan kecil.
Namun, jika memang ingin melakukannya, ada cara yang lebih aman.
Piring berukuran besar sebaiknya diletakkan di bagian paling bawah, kemudian piring yang lebih kecil di atasnya. Alat makan dapat ditempatkan paling atas.
Satu hal yang sebaiknya jangan dilakukan adalah menumpuk piring yang masih berisi sisa makanan.
Pada akhirnya, membantu staf restoran tidak selalu berarti harus membereskan meja sendiri. Dalam banyak situasi, cara terbaik justru adalah membiarkan pelayan menjalankan tugas yang memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan mereka.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Jangan Asal Tumpuk Piring di Restoran, Niat Bantu Pelayan Malah Bikin Repot .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!