Maulid Nabi di Tanah Arab Ternyata Beda, Ada Negara yang Tak Merayakannya
Minggu, 23 Agu 2026, 20:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peringatan keagamaan yang cukup populer di Indonesia dan biasanya diperingati setiap 12 Rabiul Awal. Momen ini umumnya diisi dengan pengajian, pembacaan selawat, ceramah agama, hingga berbagai tradisi daerah yang membuat suasananya semakin meriah.
Tradisi Maulid Nabi di Indonesia juga kerap disertai pembagian makanan, kegiatan sosial, arak-arakan, maupun acara keagamaan di lingkungan masyarakat. Namun, tahukah kamu bahwa peringatan Maulid Nabi ternyata tidak memiliki bentuk yang sama di seluruh negara Arab?
Sebagian negara Arab menjadikan Maulid Nabi sebagai momen penting yang dirayakan secara terbuka, bahkan menetapkannya sebagai hari libur resmi. Sementara itu, ada pula negara yang tidak menjadikan Maulid Nabi sebagai perayaan resmi karena adanya perbedaan pandangan keagamaan.
Lantas, bagaimana perayaan Maulid Nabi di berbagai negara Arab dan mengapa tradisinya bisa berbeda?
1. Arab Saudi Tidak Menjadikan Maulid Nabi sebagai Perayaan Resmi
Arab Saudi menjadi salah satu negara yang tidak menetapkan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari perayaan resmi. Hal ini berkaitan dengan pandangan keagamaan yang berkembang di negara tersebut dan banyak dipengaruhi oleh pemikiran Salafi.
Dalam pandangan tersebut, umat Islam dianjurkan berpegang pada Al-Qur'an dan sunah serta menghindari praktik keagamaan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Karena itu, peringatan Maulid Nabi oleh sebagian ulama Salafi dipandang sebagai bidah atau praktik baru dalam agama.
Meski demikian, bukan berarti seluruh masyarakat Arab Saudi sama sekali tidak mengenal tradisi Maulid Nabi. Di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Hijaz yang mencakup Makkah dan Madinah, masih terdapat sebagian masyarakat yang memperingatinya secara sederhana.
Kegiatan tersebut dapat berupa pembacaan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW, selawat, syair pujian, hingga berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Perbedaan pandangan mengenai Maulid Nabi pun masih ditemukan di antara para ulama, sehingga sikap terhadap peringatan tersebut tidak sepenuhnya seragam.
2. Mesir Merayakan Maulid Nabi dengan Meriah
Berbeda dengan Arab Saudi, Mesir dikenal sebagai salah satu negara Arab yang memiliki tradisi Maulid Nabi cukup kuat. Peringatan ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Suasana Maulid Nabi di Mesir biasanya diisi dengan pembacaan selawat, zikir, kasidah, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Tradisi tersebut juga memiliki kaitan panjang dengan sejarah Dinasti Fathimiyah yang turut memengaruhi perkembangan perayaan Maulid di Mesir.
Salah satu hal yang menarik adalah keberadaan makanan dan permen khas Maulid. Masyarakat Mesir mengenal halawet al-mawlid, termasuk permen berbentuk boneka atau arouset al-mawlid yang biasanya diberikan kepada anak-anak.
Pemerintah Mesir juga menetapkan Maulid Nabi sebagai hari libur resmi. Karena itu, peringatannya terasa seperti perpaduan antara kegiatan keagamaan, tradisi keluarga, dan perayaan budaya yang berlangsung di tengah masyarakat.
3. Maroko, Aljazair, dan Tunisia Turut Memperingati Maulid Nabi
Tradisi Maulid Nabi juga dapat ditemukan di sejumlah negara Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Peringatan tersebut biasanya dilakukan melalui pengajian, zikir, selawat, serta berbagai kegiatan masyarakat.
Di Maroko, Maulid Nabi bahkan memiliki nuansa budaya yang cukup kuat di sejumlah daerah. Kota Fez misalnya dikenal dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tradisi keagamaan dan musik sufi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Di negara-negara tersebut, Maulid Nabi juga dapat menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. Jadi, perayaannya tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.
4. Yordania hingga Lebanon Memperingati Maulid dengan Suasana Religius
Di kawasan Levant yang mencakup Yordania, Palestina, Suriah, dan Lebanon, Maulid Nabi juga diperingati oleh sebagian besar masyarakat Muslim. Suasananya cenderung lebih religius dengan berbagai kegiatan yang berpusat di masjid dan lingkungan komunitas.
Peringatan dapat diisi dengan ceramah agama, pembacaan kisah Nabi, selawat, serta zikir bersama. Acara tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenang kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Pemerintah di sejumlah negara juga dapat mengadakan kegiatan resmi untuk memperingati Maulid Nabi. Meski bentuk acaranya berbeda-beda, unsur keagamaan tetap menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut.
5. Irak dan Yaman Memiliki Tradisi Maulid yang Beragam
Irak dan Yaman juga termasuk negara yang memiliki masyarakat yang memperingati Maulid Nabi. Namun, bentuk perayaannya dapat berbeda karena adanya keberagaman kelompok dan tradisi keagamaan di masing-masing wilayah.
Di Yaman, misalnya, peringatan Maulid Nabi dapat berlangsung dalam skala besar dengan kegiatan seperti pawai, ceramah, zikir, dan berbagai acara keagamaan. Kelompok Houthi yang menganut tradisi Zaidiyah juga menjadikan Maulid Nabi sebagai salah satu momentum penting dalam kegiatan mereka.
Sementara itu, masyarakat Irak memiliki tradisi yang beragam sesuai dengan komunitas Sunni maupun Syiah. Perbedaan tersebut membuat bentuk peringatan Maulid Nabi di kedua negara tidak selalu sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
6. Negara-Negara Teluk Cenderung Memperingatinya Secara Terbatas
Berbeda dengan Mesir dan Maroko, sejumlah negara di kawasan Teluk memiliki cara yang lebih terbatas dalam memperingati Maulid Nabi. Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain misalnya tidak dikenal dengan perayaan Maulid Nabi dalam skala besar seperti yang ditemukan di beberapa negara Arab lainnya.
Di sejumlah komunitas, peringatan tetap dapat dilakukan melalui pengajian atau kegiatan keagamaan yang lebih sederhana. Acara semacam ini biasanya berlangsung di masjid atau lingkungan masyarakat tertentu dan tidak selalu berbentuk festival besar.
Oman menjadi salah satu pengecualian karena Maulid Nabi masih mendapatkan ruang yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Negara tersebut juga menetapkan Maulid Nabi sebagai salah satu hari libur resmi.
Maulid Nabi Tidak Dirayakan dengan Cara yang Sama
Dari berbagai negara tersebut, terlihat bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di dunia Arab memiliki bentuk yang sangat beragam. Ada negara yang merayakannya dengan festival dan tradisi kuliner, ada yang mengisinya dengan kegiatan keagamaan sederhana, sementara sebagian lainnya tidak menjadikannya sebagai perayaan resmi.
Perbedaan tersebut tidak terlepas dari sejarah, budaya, kondisi sosial, serta pandangan keagamaan yang berkembang di masing-masing negara. Karena itu, meskipun sama-sama berada di kawasan Arab dan memiliki mayoritas penduduk Muslim, cara memperingati Maulid Nabi tidak selalu seragam.
Di Indonesia sendiri, Maulid Nabi umumnya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Apa pun bentuk tradisinya, peringatan tersebut tetap menjadi bagian dari keberagaman praktik keagamaan yang berkembang di berbagai masyarakat Muslim.
- Maulid Nabi Muhammad
- Tradisi Maulid Nabi di Negara Lain
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.