Kena Semprot Ariana Grande Lagi, Video Propaganda Donald Trump di TikTok Terpaksa Di-Mute

Minggu, 23 Agu 2026, 08:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Musisi pop papan atas dunia, Ariana Grande, kembali menyampaikan kritik pedas terhadap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta tim kampanye politiknya.

Langkah tegas ini diambil sang pelantun 7 Rings usai tim media sosial Trump nekat memanfaatkan karya musik miliknya sebagai lagu latar (soundtrack) video propaganda tanpa izin resmi. Gesekan ini menegaskan sikap konsisten para musisi global dalam melindungi hak cipta serta menolak karya seni mereka dikaitkan dengan agenda politik tertentu.

Ket. Foto: Ariana Grande. — Sumber: Istimewa

Penggunaan Lagu We Can't Be Friends dan Pemblokiran Audio TikTok

Ketegangan terbaru ini bermula ketika akun TikTok resmi Team Trump mengunggah konten video pada Kamis (20/8). Video tersebut memperlihatkan momen Donald Trump berjalan menuju podium dengan membubuhkan tagar narasi politik.

Video itu diiringi lagu hits terbaru milik Ariana Grande, We Can't Be Friends (Wait For Your Love), serta memuat teks tulisan bernada provokatif terkait isu gender.

Tidak tinggal diam, Ariana Grande melayangkan teguran terbuka di kolom komentar video tersebut. Grande menegaskan agar pihak Trump tidak pernah lagi menggunakan musik karya dirinya, sekaligus membantah klaim narasi yang diusung dalam video propaganda itu.

Tak butuh waktu lama setelah respon keras sang penyanyi, audio pada unggahan video Team Trump langsung dibisukan (mute) oleh pihak platform akibat klaim pelanggaran hak cipta dari pihak pemilik lagu.

Insiden Berulang dan Gelombang Penolakan Musisi Dunia

Aksi protes ini menjadi kali kedua bagi Ariana Grande dalam kurun waktu dua bulan terakhir terhadap kubu Trump. Pada Juni 2026 lalu, Gedung Putih juga sempat memakai lagu Bye milik Grande untuk video penangkapan oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE), yang saat itu langsung disemprot oleh sang penyanyi karena dianggap tidak manusiawi.

Sikap konfrontatif Ariana Grande menambah panjang deretan musisi papan atas yang secara terbuka melarang karya musik mereka dipakai untuk kampanye politik kubu Trump.

Nama-nama besar seperti Taylor Swift, Bad Bunny, hingga Noah Kahan sebelumnya telah mengambil tindakan tegas mencabut hak guna lagu mereka dari berbagai unggahan media sosial maupun rapat umum politik tanpa izin.

Aksi tegas Ariana Grande membisukan audio video propaganda tim Donald Trump menjadi bukti nyata bahwa seniman memiliki hak penuh atas pemanfaatan karya mereka.

Di tengah panasnya iklim politik, penyalahgunaan lagu tanpa izin untuk kepentingan narasi kelompok tertentu terbukti dapat berujung pada konsekuensi hukum hak cipta. Langkah para musisi ini diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai pentingnya menghargai kepemilikan hak cipta karya seni di ranah publik maupun digital.

  • Ariana Grande
  • Donald Trump

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.