Sederet Musisi Dunia yang Pernah Mengkritik dan Memboikot Grammy Awards, Ada BTS hingga The Weeknd

Ket. BTS (kiri) dan The Weeknd.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang penganugerahan musik tertinggi di dunia, Grammy Awards, kembali menjadi sorotan publik akibat berbagai kontroversi yang menyelimutinya. Langkah terbaru datang dari boy group global BTS yang secara tegas memilih untuk tidak mendaftarkan karya musik mereka pada Grammy Awards.

Keputusan ini dipicu oleh hadirnya kategori baru, Best Asian Pop Music Performance, yang dinilai justru mengisolasi karya musisi Asia dari persaingan di kategori utama.

Kasus ini menambah panjang daftar musisi papan atas dunia yang melayangkan protes keras hingga memboikot Grammy akibat tuduhan bias rasial, kurangnya transparansi, hingga komersialisasi industri musik.

Daftar Musisi yang Pernah Mengkritik dan Memboikot Grammy Awards

1. Sinéad O'Connor (1991)

Musisi pertama yang menolak piala Best Alternative Music Performance dan absen dari acara sebagai bentuk protes terhadap komersialisasi serta materialisme industri musik yang dinilai merusak nilai seni.

2. Public Enemy, DJ Jazzy Jeff & The Fresh Prince, Jay-Z (1989 & 1999)

This may contain: two young men sitting on a couch making the peace sign with their hands and fingers 

Memboikot malam penganugerahan karena kategori rap pertama tidak ditayangkan di siaran televisi utama. Jay-Z melanjutkan boikot pada 1999 sebagai bentuk solidaritas atas diabaikannya musisi hip-hop seperti DMX.

3. Frank Ocean (2017)

This may contain: a man with his arms crossed standing in front of a rainbow wall and wearing a beanie

Menolak mendaftarkan album monumentalnya, Blonde, untuk nominasi Grammy. Ia mengkritik sistem pemungutan suara yang dianggap usang serta kurang mewakili keberagaman musisi muda berkulit hitam.

4. Drake (2017 & 2022)

This may contain: a man with a beard wearing a burgundy suit

Mengkritik pengkotak-kotakan musik berdasarkan latar belakang ras setelah lagu pop hit-nya, Hotline Bling, dimasukkan ke kategori rap. Pada 2022, Drake secara resmi menarik dua nominasinya dari ajang tersebut.

5. The Weeknd (2021)

f135ae5e769fee907958ca37a03377bf.jpg

Memboikot penyerahan karyanya secara permanen setelah album After Hours dan lagu Blinding Lights tidak mendapatkan satu pun nominasi. Ia mengecam proses pemungutan suara dan keterlibatan "komite rahasia" di balik layar.

6. Eminem

This may contain: a man with blonde hair wearing a black shirt and necklace, looking at the camera

Mengecam proses pemungutan suara yang dinilai hanya menguntungkan favorit internal industri dibandingkan kualitas dan popularitas lagu. Eminem telah memilih untuk tidak hadir maupun tampil di panggung Grammy selama lebih dari satu dekade.

7. BTS

Story pin image

Memilih tidak mengajukan karya mereka sebagai bentuk protes atas pembentukan kategori Best Asian Pop Music Performance. BTS menilai kategori tersebut membatasi ruang gerak musisi Asia dan mengkotak-kotakkan karya berdasarkan asal wilayah alih-alih dinilai secara universal.

Gelombang kritik dan aksi boikot dari para musisi papan atas ini menjadi cermin besarnya desakan reformasi bagi Recording Academy. Ketika ajang penghargaan sekelas Grammy dinilai gagal memberikan penilaian yang adil dan inklusif, keberanian para seniman untuk bersuara menjadi momentum penting agar industri musik global lebih menghargai esensi karya tanpa dibatasi bias rasial maupun komersialisasi belaka.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN