Kasus Aa Juju Kian Panas, Apa Itu Parkir Paralel dan Mengapa Mobil Listrik Bisa Lebih Rumit?

Ket. Ilustrasi tempat parkir

Doc: Magnific.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Parkir paralel merupakan teknik memarkir kendaraan secara sejajar dengan kendaraan lain di tepi jalan.

Posisi mobil biasanya berada di antara dua kendaraan yang sudah terparkir, sehingga pengemudi perlu melakukan manuver maju-mundur untuk memasukkan mobil ke ruang yang tersedia.

Teknik ini cukup umum dilakukan ketika area parkir terbatas, terutama di pinggir jalan atau kawasan perkotaan.

Dalam kasus yang dialami selebgram Aa Juju, parkir paralel menjadi perhatian setelah mobil listrik Hyundai IONIQ 5 miliknya mengalami kendala setelah digunakan dalam posisi tersebut.

Juju sebelumnya disebut sempat menanyakan kepada sales apakah mobil tersebut dapat digunakan untuk parkir paralel.

Lantas, apakah mobil listrik memang sulit digunakan untuk parkir paralel?

Pada dasarnya, mobil listrik tidak otomatis lebih sulit untuk melakukan parkir paralel dibandingkan mobil bermesin bensin atau diesel.

Dari sisi manuver, mobil listrik tetap dapat digunakan untuk masuk dan keluar dari ruang parkir paralel selama kendaraan memiliki sistem kemudi, transmisi, dan fitur parkir yang mendukung.

Bahkan, sejumlah mobil listrik modern dilengkapi fitur bantuan parkir yang dapat membantu pengemudi melakukan manuver di ruang sempit.

Kamera 360 derajat, sensor parkir, hingga sistem parkir otomatis dapat membuat proses parkir menjadi lebih mudah.

Namun, ada perbedaan penting ketika mobil listrik harus digeser atau didorong dalam kondisi tertentu. Mobil listrik umumnya menggunakan transmisi elektronik, bukan sistem mekanis sederhana seperti pada sebagian mobil konvensional.

Selain itu, rem parkir elektrik dan sistem keselamatan kendaraan dapat membuat roda tetap terkunci ketika mobil berada dalam kondisi tertentu.

Hal ini menjadi penting dalam parkir paralel, terutama jika kendaraan perlu dipindahkan secara manual agar tidak menghalangi kendaraan lain.

Pada kondisi seperti itu, pengemudi harus mengetahui prosedur yang memang disediakan oleh pabrikan, misalnya posisi netral atau mode khusus untuk pemindahan dan penderekan kendaraan jika tersedia.

Jadi, persoalannya bukan semata-mata karena mobil listrik tidak bisa parkir paralel. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sistem kendaraan bekerja ketika mobil dalam posisi parkir, netral, dimatikan, atau harus digeser.

Setiap model juga dapat memiliki prosedur berbeda. Karena itu, pemilik sebaiknya memahami buku manual kendaraan dan memastikan kepada pihak dealer mengenai cara yang benar sebelum menggunakan mobil untuk situasi tertentu.

Kasus Aa Juju menunjukkan bahwa pertanyaan sederhana seperti "apakah mobil ini bisa parkir paralel?" sebenarnya perlu dijawab secara lebih spesifik.

Bukan hanya apakah mobil dapat masuk ke ruang parkir paralel, tetapi juga bagaimana prosedur memindahkan, menggeser, atau membebaskan roda kendaraan jika sewaktu-waktu mobil perlu dipindahkan dalam posisi tersebut.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN