Marc Jacobs Mau Dandani Luigi Mangione di Persidangan, Kenapa Pembunuh Ini Malah Jadi Ikon Fashion?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia fashion kembali dibuat heboh oleh pernyataan yang cukup tidak terduga. Desainer ternama Marc Jacobs mengaku bersedia menjadi stylist untuk Luigi Mangione, pria yang mengaku menembak mati CEO UnitedHealthcare, Brian Thompson.
Pernyataan tersebut muncul dalam segmen Lie Detector Test milik Vanity Fair. Marc Jacobs awalnya ditanya mengenai sejumlah selebritas yang pernah mengenakan busananya ketika menjalani proses hukum, termasuk Winona Ryder, Lil' Kim, dan Courtney Love.
Namun, pertanyaan berikutnya justru membuat suasana berubah menjadi kontroversial. Jacobs ditanya apakah dirinya bersedia mendandani Mangione untuk menghadiri persidangan.
Jawabannya, ya.
Sambil tertawa, Jacobs bahkan melanjutkan dengan komentar mengenai gaya berpakaian Mangione yang selama ini memang sering menjadi sorotan publik.
Menurut Jacobs, Mangione sebenarnya sudah memiliki gaya berpakaian yang cukup bagus. Ketika ditanya apakah pria berusia 28 tahun tersebut bisa disebut sebagai seorang trendsetter, Jacobs kembali menjawab setuju.
Pernyataan singkat itu kemudian memicu perdebatan di media sosial.
Gaya Mangione Memang Sering Jadi Sorotan
Sejak ditangkap, penampilan Luigi Mangione beberapa kali menjadi bahan pembicaraan publik. Setiap kemunculannya di ruang sidang tidak hanya diberitakan dari sisi hukum, tetapi juga diperhatikan dari pakaian yang dikenakannya.
Salah satu yang sempat ramai adalah sweater burgundy yang dikenakan Mangione. Bahkan, pakaian tersebut kemudian dikabarkan mengalami lonjakan permintaan hingga disebut laris terjual di Nordstrom.
Fenomena tersebut membuat Mangione mendapatkan citra yang cukup unik di internet. Di tengah kasus hukum yang sangat serius, sebagian pengguna media sosial justru membicarakan wajah, gaya rambut, hingga pilihan pakaiannya.
Tidak sedikit pula orang yang kemudian menganggapnya sebagai figur yang fashionable.
Dari Terdakwa Pembunuhan Jadi Fashion Icon?
Di sinilah kontroversi mulai muncul.
Sebagian pengguna internet menganggap komentar Marc Jacobs sebagai candaan yang menghibur. Ada pula yang membayangkan seperti apa jika desainer tersebut benar-benar mendandani Mangione untuk persidangan.
Namun, kelompok lainnya menilai komentar tersebut sudah melewati batas.
Menurut mereka, terlalu fokus membahas fashion berpotensi menggeser perhatian dari fakta bahwa Mangione terlibat dalam kasus kematian seseorang. Alih-alih membicarakan proses hukum dan korban, publik justru dibuat sibuk mendiskusikan apakah terdakwa terlihat menarik atau memiliki gaya berpakaian keren.
Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengubah persepsi terhadap seseorang yang terlibat dalam kasus kriminal.
Kasusnya Bukan Perkara Sepele
Luigi Mangione ditangkap setelah Brian Thompson ditembak di Manhattan pada 4 Desember 2024.
Mangione kemudian menghadapi tuntutan federal dan negara bagian New York. Perkembangan terbaru terjadi pada 14 Agustus 2026, ketika ia mengaku bersalah di pengadilan federal atas dua dakwaan terkait aksi stalking yang berujung pada kematian Thompson.
Ia juga secara langsung mengakui telah menembak Thompson hingga tewas.
Dengan latar belakang tersebut, komentar tentang gaya fashion Mangione tentu menjadi sensitif.
Apalagi, kasus ini sejak awal memang memunculkan respons publik yang sangat terpolarisasi.
Kenapa Mangione Punya Banyak Simpatisan?
Salah satu faktor yang membuat kasus ini berbeda adalah sosok korban, Brian Thompson, juga menjadi figur kontroversial di tengah perdebatan mengenai sistem asuransi kesehatan Amerika Serikat.
Thompson selama bertahun-tahun mendapat kritik terkait kebijakan perusahaan asuransi, termasuk persoalan penolakan klaim dan prior authorization yang dianggap sebagian orang menyulitkan pasien mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
Setelah Thompson tewas, muncul reaksi publik yang terbelah.
Sebagian tetap mengecam pembunuhan tersebut. Namun, ada pula yang menjadikan kasus ini sebagai simbol kemarahan terhadap industri asuransi kesehatan Amerika.
Mangione kemudian dipandang oleh sebagian orang sebagai simbol perlawanan terhadap sistem tersebut.
Padahal, simpati terhadap suatu isu tidak mengubah fakta bahwa kasus yang menjeratnya merupakan perkara serius.
Ketika Fashion Mengalahkan Kasus Hukum
Pernyataan Marc Jacobs akhirnya membuka pertanyaan yang lebih besar: mengapa penampilan seseorang bisa begitu mudah mengubah cara publik melihat kasus kriminal?
Fashion memang bisa menjadi bagian dari citra seseorang. Namun, ketika terdakwa kasus pembunuhan mulai diperlakukan seperti selebritas atau ikon gaya, batas antara ketertarikan budaya pop dan romantisasi kasus kriminal menjadi semakin tipis.
Kasus Mangione memperlihatkan bagaimana perhatian publik dapat berpindah dari ruang sidang ke media sosial, dari dakwaan ke pakaian, bahkan dari korban ke penampilan terdakwa.
Ketika seorang terdakwa pembunuhan mulai dibicarakan karena sweater, gaya rambut, dan fashion, apakah publik sedang membahas kasusnya atau justru sedang menciptakan seorang ikon baru?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Marc Jacobs Mau Dandani Luigi Mangione di Persidangan, Kenapa Pembunuh Ini Malah Jadi Ikon Fashion? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!