Ket. Vitamin B3 dikenal dalam dunia medis dan pernah digunakan dalam dosis tinggi untuk membantu memengaruhi kadar kolesterol serta jenis lemak tertentu dalam darah.
Doc: Unsplash
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyakit hati berlemak kini menjadi salah satu gangguan hati yang banyak ditemukan di berbagai negara. Kondisi yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) ini diperkirakan dapat dialami sekitar satu dari tiga orang di dunia.
Masalah tersebut kerap tidak disadari karena dapat berkembang dalam waktu lama tanpa menimbulkan gejala yang jelas. MASLD terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam sel hati dan berkaitan erat dengan obesitas, diabetes tipe 2, kadar gula darah tinggi, serta gangguan metabolisme tubuh.
Penumpukan Lemak pada Hati
Dalam perkembangannya, sebagian penderita MASLD dapat mengalami peradangan dan terbentuknya jaringan parut pada hati. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi penyakit hati berat, gagal hati, bahkan kanker hati.
Perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hati, termasuk menurunkan berat badan bagi orang dengan berat badan berlebih, rutin berolahraga, dan memperbaiki pola makan. Meski demikian, para ilmuwan masih terus mencari mekanisme biologis yang dapat menjadi sasaran pengobatan baru untuk mengatasi penumpukan lemak di hati.
Salah satu penelitian terbaru menyoroti peran molekul kecil bernama microRNA-93 atau miR-93. Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari UNIST, Universitas Nasional Pusan, dan Rumah Sakit Universitas Ulsan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Metabolism: Clinical and Experimental.
MikroRNA merupakan materi genetik berukuran sangat kecil yang berfungsi mengatur aktivitas gen di dalam sel. Molekul tersebut tidak menghasilkan protein secara langsung, tetapi dapat memengaruhi aktivitas sejumlah gen yang berperan dalam berbagai proses penting di dalam tubuh.
miR-93 Diduga Berperan dalam Penyakit Hati Berlemak
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan kadar miR-93 yang lebih tinggi pada sel hati manusia yang mengalami penyakit hati berlemak. Pola serupa juga ditemukan pada hewan percobaan yang mengalami kondisi tersebut.
Temuan itu kemudian mendorong peneliti untuk mengetahui apakah peningkatan miR-93 hanya menjadi tanda adanya penyakit atau justru ikut berperan dalam proses berkembangnya gangguan tersebut. Hasil percobaan menunjukkan adanya hubungan antara miR-93 dengan gen bernama SIRT1.
Rekomendasi juga buat kamu:
SIRT1 memiliki peran dalam mengatur penggunaan energi dan metabolisme lemak di dalam tubuh. Ketika aktivitas SIRT1 berjalan dengan baik, mekanisme tersebut dapat membantu menjaga metabolisme tetap sehat sekaligus mengurangi kecenderungan penumpukan lemak berlebih pada hati.
Penelitian menunjukkan miR-93 dapat menekan aktivitas SIRT1. Ketika kadar miR-93 meningkat, jalur perlindungan tersebut menjadi lebih lemah sehingga penumpukan lemak di dalam sel hati menjadi lebih mudah terjadi.
Vitamin B3 Masuk dalam Penelitian
Para peneliti kemudian menguji apakah penurunan miR-93 dapat memberikan dampak terhadap kondisi hati. Dalam percobaan terhadap tikus, penurunan kadar miR-93 menggunakan metode genetik dikaitkan dengan berkurangnya penumpukan lemak di hati serta membaiknya sejumlah indikator kesehatan metabolik.
Sebaliknya, peningkatan miR-93 justru memperburuk kondisi hati pada hewan percobaan. Temuan tersebut membuat peneliti menduga bahwa jalur miR-93 dan SIRT1 berpotensi menjadi salah satu target dalam pengembangan terapi penyakit hati berlemak.
Tim peneliti selanjutnya melakukan penyaringan terhadap sejumlah senyawa yang telah tersedia untuk melihat apakah ada kandidat yang dapat menekan miR-93. Dari proses tersebut, vitamin B3 atau asam nikotinat muncul sebagai salah satu kandidat yang menjanjikan.
Dalam percobaan, asam nikotinat disebut mampu menurunkan kadar miR-93 sekaligus meningkatkan aktivitas SIRT1. Kondisi tersebut membantu mekanisme metabolisme lemak di hati berjalan lebih normal dalam model penelitian.
Belum Bisa Dianggap sebagai Pengobatan
Asam nikotinat sendiri telah lama dikenal dalam dunia medis dan pernah digunakan dalam dosis tinggi untuk membantu memengaruhi kadar kolesterol serta jenis lemak tertentu dalam darah. Karena sudah dikenal dalam praktik medis, senyawa tersebut menarik untuk diteliti lebih lanjut sebagai kandidat penggunaan baru.
Namun, temuan tersebut belum berarti bahwa penderita penyakit hati berlemak dapat menggunakan asam nikotinat dalam dosis tinggi untuk mengobati kondisinya. Penggunaan dalam jumlah besar dapat menimbulkan efek samping dan belum tentu sesuai untuk setiap orang.
Selain itu, sebagian besar bukti dalam penelitian tersebut masih berasal dari eksperimen laboratorium dan hewan. Uji klinis terhadap manusia tetap diperlukan untuk memastikan apakah pengaruh terhadap jalur miR-93 dan SIRT1 benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pasien secara aman dan efektif.
Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai mekanisme biologis yang mungkin berkontribusi terhadap penumpukan lemak di hati. Jika penelitian lanjutan pada manusia memberikan hasil yang konsisten, jalur miR-93 dan SIRT1 berpotensi menjadi sasaran dalam pengembangan terapi baru untuk MASLD.
Untuk saat ini, temuan tersebut masih perlu dipandang sebagai tahap awal penelitian dan bukan bukti bahwa vitamin B3 dapat mengobati penyakit hati berlemak. Meski demikian, pemahaman terhadap mekanisme molekuler tersebut dapat membantu ilmuwan mengembangkan pendekatan yang lebih tepat untuk menjaga dan melindungi kesehatan hati di masa mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Vitamin B3 Disebut Mampu Atasi Hati Berlemak, Ini Kata Peneliti .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!