GLP-1 Makin Populer untuk Turunkan Berat Badan, Benarkah Aman dan Efektif? Cek Faktanya!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren penggunaan obat dan terapi berbasis GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) untuk menurunkan berat badan semakin banyak diperbincangkan.
Popularitasnya tidak lepas dari kemampuannya membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus memberikan efek kenyang lebih lama. Namun, GLP-1 bukan sekadar metode diet instan dan penggunaannya tetap membutuhkan pertimbangan medis.
Terapi agonis reseptor GLP-1 pada awalnya dikembangkan untuk membantu menangani diabetes tipe 2. Dalam perkembangannya, obat-obatan yang bekerja melalui mekanisme GLP-1 juga menunjukkan manfaat dalam pengelolaan berat badan, terutama pada orang dengan obesitas atau kelebihan berat badan yang disertai masalah kesehatan tertentu.
Cara kerja terapi ini berkaitan erat dengan sistem pengatur rasa lapar dan kenyang. GLP-1 dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur nafsu makan sehingga seseorang merasa kenyang lebih lama dan keinginan untuk makan dapat berkurang.
Selain itu, terapi GLP-1 dapat memperlambat pengosongan lambung. Makanan berada lebih lama di dalam lambung sehingga sensasi kenyang setelah makan dapat bertahan lebih panjang. Mekanisme tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Namun, perlambatan pengosongan lambung juga dapat menimbulkan keluhan seperti mual, kembung, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Efeknya tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan. Terapi GLP-1 juga dapat memengaruhi keinginan terhadap jenis makanan tertentu. Pada sebagian pengguna, keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi lemak dapat berkurang sehingga pola makan menjadi lebih mudah dikendalikan.
Penurunan berat badan yang terjadi melalui terapi GLP-1 juga menjadi perhatian karena tujuan pengelolaan berat badan bukan semata-mata melihat angka pada timbangan. Mempertahankan massa otot sambil mengurangi massa lemak menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Karena itu, aktivitas fisik, terutama latihan kekuatan, serta asupan protein yang cukup tetap diperlukan selama menjalani program penurunan berat badan.
Di luar berat badan, terapi GLP-1 juga memiliki sejumlah manfaat metabolik. Obat dalam kelompok ini dapat membantu mengatur kadar gula darah melalui peningkatan sekresi insulin yang bergantung pada kadar glukosa dan penekanan glukagon. Sejumlah terapi GLP-1 juga dikaitkan dengan manfaat terhadap tekanan darah, profil lemak darah, serta risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok pasien tertentu.
Meski begitu, GLP-1 bukan terapi yang cocok untuk semua orang. Penggunaannya untuk manajemen berat badan umumnya dipertimbangkan pada orang dengan indeks massa tubuh atau IMT minimal 30 kg/m², maupun IMT minimal 27 kg/m² yang disertai kondisi kesehatan terkait berat badan, seperti hipertensi, gangguan kolesterol, diabetes tipe 2, pradiabetes, sleep apnea, atau masalah kardiometabolik lainnya.
Ada pula kondisi yang membutuhkan perhatian khusus sebelum seseorang menjalani terapi ini. Riwayat pankreatitis, gangguan pencernaan berat, penyakit kandung empedu, penyakit ginjal atau hati tertentu, retinopati diabetik, serta kondisi tertentu yang berkaitan dengan kanker tiroid perlu dibicarakan dengan dokter. Terapi GLP-1 juga tidak ditujukan untuk digunakan sembarangan selama kehamilan atau menyusui.
Rekomendasi juga buat kamu:
Karena itu, penggunaan obat berbasis GLP-1 sebaiknya tidak dilakukan hanya karena sedang menjadi tren di media sosial. Setiap orang memiliki kondisi kesehatan, kebutuhan, dan respons tubuh yang berbeda. Dokter perlu melakukan penilaian terlebih dahulu untuk menentukan apakah terapi tersebut memang diperlukan dan aman.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk GLP-1 Makin Populer untuk Turunkan Berat Badan, Benarkah Aman dan Efektif? Cek Faktanya! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!