Kakek Buyut Dikaitkan dengan Aktivitas Pro-Jepang, Ini 10 Fakta Kontroversi Ha Young
Ket. Kakek Buyut Dikaitkan dengan Aktivitas Pro-Jepang, Ini 10 Fakta Kontroversi Ha Young
Doc: Instagram
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris Korea Selatan Ha Young mendadak berada di tengah kontroversi. Bintang Our Sticky Love itu sebelumnya dikenal lewat kemampuan aktingnya dan tengah menikmati popularitas yang meningkat.
Namun, cerita mengenai keluarganya di televisi justru membuka kembali sejarah sang kakek buyut. Sosok yang diceritakan Ha Young sebagai dokter dengan kiprah luar biasa ternyata memiliki catatan sejarah yang kemudian dikaitkan dengan aktivitas pro-Jepang pada masa pendudukan Korea.
Kontroversi semakin panas setelah agensi Ha Young sempat membantah tudingan tersebut, sebelum akhirnya mengakui adanya catatan sejarah. Kini, Ha Young telah meminta maaf. Berikut 10 fakta kontroversinya.
10 Fakta Kontroversi Ha Young yang Punya Kakek Buyut Pro-Jepang
1. Semuanya Berawal dari Cerita Ha Young di Televisi
Kontroversi bermula ketika Ha Young tampil dalam program KBS2 Problem Child in House pada 7 Agustus 2026. Ia bercerita bahwa keluarganya memiliki tradisi profesi dokter selama empat generasi.
Ia mengungkapkan kakek buyutnya merupakan dokter yang belajar ilmu kedokteran Barat di Jepang. Ha Young juga mengatakan sang leluhur pernah membuka klinik bergaya Barat di Seoul dan disebut pernah menangani Kaisar Gojong.
Cerita tersebut awalnya terdengar seperti kisah kebanggaan keluarga, tetapi justru menjadi awal kontroversi.
2. Sosok yang Dibicarakan Ternyata Ahn Sang-ho
Publik kemudian menelusuri sosok yang dimaksud Ha Young dan menemukan nama Ahn Sang-ho (1872-1927).
Rekomendasi juga buat kamu:
Ahn Sang-ho tercatat sebagai dokter yang berperan dalam perkembangan kedokteran modern Korea. Ia belajar di Tokyo Jikei Medical School dan pada 1902 menjadi orang Korea pertama yang memperoleh lisensi dokter Jepang.
Setelah kembali ke Korea, ia membuka praktik medis di Seoul dan tercatat pernah menangani Kaisar Gojong bersama dokter Jepang pada 1919.
3. Nama Ahn Sang-ho Tercatat di Organisasi yang Dikaitkan dengan Jepang
Kontroversi meledak setelah nama Ahn Sang-ho ditemukan dalam daftar anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Organisasi tersebut didirikan di Seoul pada masa pendudukan Jepang dan dikenal sebagai kelompok yang mendorong hubungan atau integrasi Jepang dan Korea.
Sejumlah tokoh pro-Jepang, termasuk Yi Wan-yong, juga tercatat terkait dengan organisasi tersebut. Temuan ini kemudian menjadi dasar tudingan aktivitas pro-Jepang terhadap Ahn Sang-ho.
4. Agensi Ha Young Awalnya Membantah
Saat isu viral, agensi Ha Young, Bistus Entertainment, tidak langsung mengakui tudingan tersebut. Pada 10 Agustus, agensi mengakui Ahn Sang-ho merupakan kakek buyut Ha Young, tetapi menyebut tudingan aktivitas pro-Jepang tidak berdasar.
Namun, sehari kemudian, agensi mengakui adanya dokumen sejarah yang mencantumkan nama Ahn Sang-ho.
5. Agensi Mendadak Membalik Pernyataan
Pada 11 Agustus, Bistus Entertainment mengeluarkan klarifikasi baru. Setelah pemeriksaan tambahan, mereka menemukan catatan Ahn Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Agensi meminta maaf karena sebelumnya terlalu cepat menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar tanpa verifikasi menyeluruh.
Perubahan pernyataan dalam sehari membuat kontroversi semakin panas dan memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana keluarga Ha Young memahami sejarah leluhurnya.
6. Muncul Catatan yang Jauh Lebih Mengejutkan
Kontroversi juga menyoroti catatan Maeil Shinbo pada 1918, surat kabar yang digunakan pemerintahan kolonial Jepang.
Dalam laporan tersebut, Ahn Sang-ho digambarkan telah mengikuti gaya hidup Jepang. Ia disebut mengenakan pakaian Jepang, menikah dengan perempuan Jepang, dan tidak menggunakan bahasa Korea di rumah.
Catatan itu kemudian semakin memperkuat sorotan terhadap dugaan aktivitas pro-Jepang Ahn Sang-ho.
7. Ayah Ha Young Ikut Memberikan Penjelasan
Ayah Ha Young turut menjelaskan sejarah keluarga. Ia mengaku selama ini memahami Ahn Sang-ho sebagai sosok yang mendukung Yi Gang, Pangeran Kekaisaran Ui, yang memiliki keterkaitan dengan gerakan kemerdekaan Korea.
Karena pemahaman tersebut, keluarga disebut tidak pernah mengira Ahn Sang-ho akan dikaitkan dengan kontroversi pro-Jepang. Namun, penjelasan itu tidak menghentikan perdebatan karena catatan sejarah tetap menjadi perhatian publik.
8. Disebut 'Memang Pro-Jepang'
Kontroversi semakin meledak pada 13 Agustus 2026. Salah satu penulis Dictionary of Pro-Japanese Collaborators menilai Ahn Sang-ho memang dapat disebut sebagai tokoh pro-Jepang.
Namun, sejarawan Shim Yong-hwan menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai pelabelan Ahn Sang-ho sebagai 'pro-Jepang' secara akademis membutuhkan kehati-hatian dan konteks sejarah yang lebih lengkap.
Perdebatan pun berkembang menjadi diskusi mengenai bagaimana tindakan Ahn Sang-ho harus ditempatkan dalam konteks sejarah kolonial Korea.
9. Dampaknya Mulai Merembet ke Karier Ha Young
Kontroversi muncul saat Ha Young sedang berada dalam momentum besar. Drama Our Sticky Love yang dibintanginya bersama Jung Hae-in baru dirilis dan mendapat perhatian di Netflix Korea.
Namun, agenda promosi ikut terdampak. Netflix membatalkan wawancara Ha Young yang sebelumnya dijadwalkan pada 14 Agustus.
Produksi drama SBS The Long Shot Trial, yang telah menyelesaikan sebagian besar syuting dan juga dibintangi Ha Young, dilaporkan ikut memantau perkembangan situasi.
Aktivitas promosi Our Sticky Love kini lebih banyak mengandalkan Jung Hae-in seorang diri.
10. Ha Young Akhirnya Tulis Surat Permintaan Maaf
Pada 12 Agustus 2026, Ha Young menyampaikan permintaan maaf melalui surat tulisan tangan. Ia mengaku selama ini hanya mengetahui kisah kakek buyutnya berdasarkan cerita keluarga. Ha Young juga menyadari pembicaraannya mengenai sang leluhur di televisi telah menimbulkan kontroversi.
Ha Young meminta maaf kepada publik dan menyatakan akan menghadapi persoalan tersebut dengan serius. Namun, kontroversi belum sepenuhnya mereda.
Pada 13 Agustus, muncul kembali informasi dan perdebatan mengenai sejarah Ahn Sang-ho. Bahkan, tulisan anonim dari seseorang yang mengaku sebagai keturunan Ahn Sang-ho kembali viral setelah pertama kali muncul sekitar 13 tahun lalu.
Ha Young Bukan Pelaku Aktivitas Pro-Jepang
Di tengah kontroversi, perlu ditegaskan bahwa Ha Young tidak dituduh melakukan aktivitas pro-Jepang. Yang menjadi sorotan adalah sejarah Ahn Sang-ho, kakek buyutnya.
Kontroversi muncul setelah Ha Young membicarakan sang leluhur di televisi, kemudian publik menemukan berbagai catatan sejarah mengenai aktivitas Ahn Sang-ho pada masa pendudukan Jepang.
Karena itu, persoalan ini lebih tepat disebut sebagai kontroversi mengenai sejarah keluarga Ha Young dan responsnya terhadap sejarah tersebut, bukan tuduhan bahwa Ha Young adalah orang pro-Jepang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kakek Buyut Dikaitkan dengan Aktivitas Pro-Jepang, Ini 10 Fakta Kontroversi Ha Young .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!